The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Dikejar Pria Asing


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


“Nona Anne ingin membeli sesuatu?” Tanya Lela pelan dan aku menggeleng.


Belum ada benda yang menarik perhatian ku disini, tapi disela-sela rasa kecewa ku pada pasar ini masih ada harapan kecip untuk melihat pedagang kue pukis ataupun pedaganh es cekek disini. Yaa seperti pasar yang ada di dunia ku.


Tapi harapan tinggal harapan, tidak ada penjual kue pukis yang meneriaki orang-orang untuk membeli dagangan nya juga tidak ada pedagang es cekek yang selalu jadi incaran ibu-ibu ketika haus setelah belanja keliling pasar.


Huufffttt


Aku menghela nafas kecewa, kalau tahu pasar nya akan begini lebih baik aku tidak ikut. Duduk dirumah rasa nya lebih baik dengan secangkir teh.


“Ada apa nona?” Lela mungkin mendengar helaan nafas ku. Tentu saja terdengar, ku rasa jika jarum jatuh pun suara nya akan menggema disini saking hening nya pasar ini.


“Apa nona Anne lelah? Kalau begitu nona bisa istirahat disana tidak perlu mengikuti hamba, hamba akan kembali setelah belanjaan nya lengkap” Ucap Lela menunjuk kursi kayu yang ada diujung jalan.


Benar juga, lebih baik aku duduk manis disini daripada lelah berkeliling “Baiklah Lela, aku tunggu disana saja. Kau pergilah” Ucap ku sambil tersenyum agar Lela bisa tenang meninggalkan ku.


“Baik nona, hamba akan menyelesaikan nya dengan cepat. Nona jangan kemana-mana dan jika ada orang asing yang mengajak bicara acuhkan saja” Lela meninggalkan ku dengan banyak pesan dan kesan layak nya seorang ibu yang akan meninggalkan anak kecil nya.

__ADS_1


Setelah itu punggung Lela menghilang dibalik kerumunan orang yang berlalu lalang meninggalkan ku yang duduk dikursi kayu.


Aku tidak berani bersuara, sambil menunggu aku hanya. Memperhatikan orang-orang sekitar yang sibuk dengan kegiatan mereka sampai mata ku bertemu pandang dengan seorang pria yang ada berdiri beberapa meter dari ku.


Pria itu terus menatap ku aneh membuat ku tidak nyaman dan memutus kontak mata dengan nya. Tapi masih bisa ku rasakan jika pria itu masih menatap kearah ku, dia aneh dan menakutkan! Apa dia salah satu bandit yang Lela katakan tadi?


Aku langsung panik ketika ekor mata ku menangkap pergerakan pria itu, dia berjalan—


KEARAH KU?


Tanpa membuang waktu lagi, aku langsung bangkit dan bergegas menghindar. Tebakan ku benar jika pria itu memang berjalan hendak mendekati ku karena ketika aku beranjak pria itu sempat berhenti memerhatikan ku.


Aku berusaha tenang dan terus berjalan tanpa menoleh kebelakang, tapi kepala ku gatal untuk melihat kebelakang dan memastikan jika pria itu tidak mengikuti ku.


Tanpa menghentikan langkah aku menoleh kebelakang dan—


PRIA ITU MENGIKUTI KU!


Tidak! Ini bukan karena aku terlalu percaya diri sampai merasa pria itu mengikuti ku tapi dari gerak-gerik nya yang mencurigakan ditambah mata nya yang terus menatap ku lekat membuat aku yakin jika pria itu memang sengaja mengikuti ku.

__ADS_1


Sialan! Aku sudah tidak bisa tenang, langkah ku semakin cepat tapi tetap tidak berlari karena takut menimbulkan keributan.


Diujung sana ku lihat ada jalanan berbelok dan disana lumayan ramai pengunjung aku harus mengecoh nya.


Sampai nya ditempat ramai itu aku menyelip diantara pengunjung dan ku lihat pria itu terjebak diantara beberapa pengunjung lain dan jarak kami sedikit jauh, memanfaatkan kesempatan aku berlari kecil kearah kanan dan menemukan tumpukan kantong-kantong besar yang ku tebak itu adalah sampah.


Tanpa pikir panjang aku bersembunyi dibalik kantong-kantong sampah itu, tidak apa bau. Aku masih bisa mandi tapi kalau sampai tertangkap pria asing itu aku tidak tahu apakah besok masih hidup atau tidak.


Huufffttt


Aku menghela nafas lega karena berhasil kabur dari kejaran pria asing itu namun di detik berikut nya nafas ku tercekat—


“Nona…”


Pria asing itu sudah berdiri di depan ku!


SIAPAPUN TOLONG SELAMATKAN AKU!


...👑👑👑👑👑👑👑...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2