The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Rapat Pejabat (2)


__ADS_3

“Jangan lancang nona Weasly, kau tidak tahu apa-apa!” Sergah pejabat Ruby.


“Izin bicara Yang Mulia” Seorang pejabat yang berada dibarisan paling kiri angkat suara.


Alexander hanya mengangguk dan memberi izin.


“Nona Weasly, aku ingin bertanya apakah kau tahu jika seorang Raja tidak hanya ditentukan melalui hasil ramalan tersebut?” Tanya pejabat tua itu santai tidak menggebu seperti pejabat Ruby.


“Izin menjawab tuan pejabat—“ Sengaja ku gantung ucapan ku akhir untuk memancing beliau menyebutkan nama keluarga nya.


“Eros, panggil aku pejabat Eros”


Eros? Kenapa nama ini sedikit akrab ditelinga ku seperti nya aku pernah dengar…


Ah iya benar, Leonidas Eros! Nama keluarga nya sama dengan Leon, apa beliau ayah Leon?”

__ADS_1


Jika dilihat secara visual memang sedikit mirip, apalagi bola mata pejabat itu yang berwarna merah gelap persis seperti milik Eros.


Aku tersenyum manis “Izin menjawab pejabat Eros, Tentu saja aku mengetahui jika seorang Raja tidak hanya ditentukan melalui hasil ramalan tersebut, aku sudah membaca beberapa buku sejarah keluarga kerajaan dan aku tidak meragukan darah yang mengalir disetiap keturunan Raja adalah aturan mutlak dalam diangkat nya seorang Pangeran menjadi seorang Raja” Jawab ku pada pejabat Eros.


“Jika tahu begitu, kebijakan apa yang sejak tadi kau ributkan nona Weasly?” Tanya pejabat Eros balik.


“Izin menjawab, apa semua lupa jika dalam ramalan pemimpin masa depan itu tidak hanya Raja yang dipilih tetapi juga CALON PENDAMPING RAJA” Sengaja ku tekan diakhir kalimat agar mereka semua paham.


Para pejabat diruangan kembali berbisik satu sama lain.


“Melihat reaksi para tuan pejabat sekalian, aku yakin jika tuan pejabat melupakan fakta itu. Dan ku rasa hanya pejabat Ruby yang sejak awal paham kebijakan mana yang sedang aku ributkan. Benar pejabat Ruby?” Aku menembak pejabat Ruby yang wajah nya sudah tidak karuan.


“Izin menjawab, Tidak ada maksud apa-apa hanya saja ku rasa sejak tadi pejabat Ruby terus menyanggah ucapan ku pasti dikarenakan sudah paham betul kebijakan mana yang sedang aku ributkan ditambah lagi saat ini hasil dari ramalan itu yang terpilih ada puteri dari pejabat Ruby, nona Aurelia Ruby”


“Pejabat Ruby tenang saja, jika hasil ramalan tersebut adalah murni tanpa campur tangan pihak ketiga maka posisi puteri pejabat Ruby tidak akan terganggu sampai acara penobatan tiba” Aku tersenyum tipis.

__ADS_1


“Jaga bicara mu nona Weasly!!” Bentak nya kuat, sampai suaranya menggema di aula istana yang hening ini. Dia keluar dari barisan pejabat dan mendekat kearah ku, wajah seram itu membuat ku ketakutan.


Aku mundur selangkah menghindar dari nya, aku takut jika tiba-tiba dia menarik pedang yang berada dipinggang kiri nya lalu mengayunkan benda itu ke leher mulus ku.


GREP


Pejabat Ruby meraih leherku dan menarik nya kuat sampai tubuh ku terangkat sedikit. Mau tidak mau aku menjinjit agar tarikan nya tidak terlalu sakit tapi percuma, pejabat Ruby mencengkaram leher ku sekuat tenaga nya.


Sialan! Kenapa ada pejabat tidak beradab seperti ini.


”Sudah ku katakan, kau hanya puteri bangsawan yang tidak tahu apa-apa. Tidak sepantas nya kau berada disini dan berbicara dengan berani padaku” Bisik pejabat Ruby geram.


BRAK


Alexander bangkit dari kursi tahta nya dan memukul meja.

__ADS_1


“JAGA SIKAP MU PEJABAT RUBY!” Sentak Alexander marah.


...👑👑👑...


__ADS_2