The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pasar Lagi (3)


__ADS_3

“Kau masih ingat bagaimana cara kerja pemilihan para pemimpin di dunia kita sebelum nya, melibatkan rakyat. Jadi aku akan menyarankan mereka untuk melibatkan rakyat secara langsung dalam pemilihan pemimpin mereka sendiri” Ucap ku merasa bangga.


“Maksudnya, kau akan meminta pemerintahan kerajaan untuk melibatkan suara rakyat untuk memilih pemimpin dan pemilik suara terbanyak akan menang. Sejenis pemilu, begitu?” Tanya nya ragu.


Tapi aku mengangguk yakin “Benar, akan lebih manusiawi jika pemilihan yang melibatkan rakyat. Sekuat apapun sebuah kerajaan, mereka tetap membutuhkan simpati rakyat untuk suatu tujuan”


“Menurut ku itu akan sulit, karena Raja sudah ditentukan berdasarkan garis keturunan mereka dan pemilihan melalui ramalan itu hanya sekedar formalitas” Ucap pria itu membantah.


“Benar, aku hanya akan mempermasalahkan pemilihan calon Ratu bukan Raja” Jawab ku kesal. Kenapa dia sejak tadi tidak juga mengerti dengan maksud ku.


“Ada dua pilihan yang ingin aku ajukan, pertama memilih Ratu sesuai dengan pilihan rakyat dan kedua memilih Ratu sesuai dengan keinginan Raja” Lanjut ku.


“Tetap akan sulit, pada pemerintahan karajaan sebelum nya Raja hanya akan memilih Ratu nya sesuai dengan hasil ramalan itu tanpa banyak protes dan ketika kau mengajukan pendapat mu maka kau akan dianggap meragukan sistem pemerintahan kerajaan sebelum nya. Kau pasti sudah tahu apa hukum bagi rakyat yang meragukan peraturan kerajaan” Ucap nya menjelaskan.


“Ya aku tahu, tapi menurut ku peraturan kerajaan Heaven Land sangat tidak manusiawi. Bagaimana bisa mereka menentukan pasangan hidup seseorang tanpa melibat orang tersebut. Kau tahu, Raja tidak berhak memilih pendamping nya sendiri! Itu tidak adil bagi mereka” Seru ku semangat.


“Dan kenapa hanya di Kerajaan Heaven Land yang memiliki peraturan aneh seperti itu, sedangkan di kerajaan lain tidak. Menentukan pemimpin dari ramalan, cuih! Mereka sangat bodoh!” Makian ku menggebu.


“Kenapa kau terlihat begitu kesal?” Dia terdengar mengejek ku.


“Sudah ku katakan, jika mereka tidak manusiawi dan melanggar HAM!!”


“Sebentar….kenapa justru aku berpikir jika kau tidak terima jika Raja menikah dengan nona Ruby karena kau…cemburu!?” Ucap pria itu menuduh.

__ADS_1


PLAK!


Aku menampar bahu nya kuat sampai dia meringis.


”Sialan! Jangan menuduh sembarangan, aku tidak cemburu dan juga tidak menyukai Raja mesum itu!!” Teriak ku marah.


“Baiklah, jangan berteriak juga nanti kau ditangkap bandit pasar karena ribut” Ucap pria itu mengingatkan ku.


Aku langsung menutup mulut dengan kedua tangan dan menatap sekitar untuk memastikan tidak ada orang lain yang mendengar teriakan ku.


Aman…hanya ada seorang pria yang berdiri diam agak jauh dari kami berdua dari jarak segini aku yakin dia tidak mendegar ku berteriak dan seperti nya dia bukan bandit pasar. Hanya pria aneh….?


Tapi sedang apa pria itu disana dan sejak kapan dia berdiri disana?


“Aku akan menyebarkan rumor pada rakyat tentang ketidakadilan kerajaan pada rakyat kecil dan juga Raja” Jawab ku santai dan saat menoleh kearah tadi, pria aneh itu sudah hilang.


“Rencana mu cukup bagus, tetapi sangat berisiko. Aku hanya takut kepala mu dipenggal sebelum bisa kembali ke dunia kita…haha” Dia tertawa mengejek ku.


“Sialan! Jangan mengejek ku, ini semua ku lakukan agar bisa keluar dari dunia novel ini” Seru ku kesal melupakan tentang pria aneh itu.


“Bagaimana kau bisa seyakin ini, dengan mengubah alur maka kau bisa kembali ke dunia nyata”


“Aku hanya menebak, jika alur yang berjalan saat ini adalah alur yang sesuai dengan novel yang sudah terbit. Sebelum nya kau katakan jika kita terdampar ke dunia novel ini karena tidak menyukai novel itu bukan?” Tanya ku memastikan.

__ADS_1


Dia mengangguk dan menatap ku lekat.


”Maka, aku hanya perlu mengubah alur dari yang seharus nya. Menyusun alur yang aku ingin dan aku sukai—“


“Lalu keluar dari sini?” Ucap nya memotong perkataan ku.


“Ya, itu harapan ku. Karena aku tidak ingin berada disini selama nya” Bisik ku lemah.


Meski kehidupan ku sebelum nya tidak begitu menyenangkan, aku tetap ingin kembali menjalani nya. Bertemu dengan Delia dan kembali bekerja sebagai programmer, duduk berjam-jam di depan komputer kesayangan dan menikmati kopi kesukaan ku.


Ya setidak nya itu adalah alasan ku untuk kembali.


“Baiklah, sebelum nya aku meminta maaf karena tidak bisa membantu mu. Karena kau tahu aku hanya seorang pedagang buah yang tidak memiliki kemampuan apa-apa” Cicit nya pelan merasa bersalah.


“Tak apa, kau mau mendengarkan semua keluh kesah ku saja rasanya sudah cukup. Karena aku bisa gila jika memendam nya sendirian”


“Hemm….aku akan selalu disini dan bersedia mendengarkan cerita mu” Dia tersenyum lebar kearah ku.


Tapi didetik berikut nya tubuh pria itu terjatuh ke tanah secara tiba-tiba.


”EHH KAU KENAPA!!?” Tanya ku panik dan berjongkok.


...…………….....

__ADS_1


__ADS_2