
...THE HEAVEN KINGDOM...
Hari sudah sore, matahari yang sedang dalam perjalanan pulang menuju tempat istrihat nya membuat langit menguning. Dengan langkah gontai aku berjalan menjauh dari lingkungan istana menuju kediaman Weasly.
Alexander, pria itu menahan ku sejak tadi pagi diruangan nya. Tanpa melakukan apapun, aku dilarang bersuara ataupun bertanya. Benar-benar tidak melakukan apapun, diakhir aku hanya bisa memerhatikan Alexander yang sibuk dengan gulungan kertas yang menumpuk di meja nya.
Entah apa tujuan nya menyuruh ku berdiam diri diruangan nya tanpa melakukan apapun.
“Darimana saja kau?” Suara dingin itu menyapa ku yang baru saja membuka pintu.
Sosok pria besar tinggi berambut putih berdiri diruang tengah kediaman Weasly.
Aku tersentak “Em—eh ayah?” Hampir saja aku keceplosan memanggil nya dengan sebutan Emmett.
“Ayah sedang apa disini, tidak di istana? Tanya ku basa-basi. Sebuah keajaiban melihat Emmett berada dirumah, biasa nya dia tidak pernah pulang. Ya begitu lah yang ku tahu.
“Jawab, kau darimana?” Emmett mengulangi pertanyaan nya dan mengabaikan sikap ramah tamahku.
“Aku dari istana ayah, menemui Yang Mulia Raja” Jawab ku jujur.
“Dari pagi sampai sore begini?” Tanya nya penuh selidik aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Untuk apa kau menemui nya?”
“Sebenarnya beliau yang meminta ku untuk menemui nya tadi pagi ayah” Mendengar ucapan ku, Emmett yang awal nya menunduk pun langsung mendongak menatap ku.
“Benarkah, ada perlu apa beliau memanggil mu. Kau membuat kesalahan?” Cecar Emmett tidak sabaran.
__ADS_1
Aku juga tidak tahu untuk apa dia memanggil ku, karena setelah perdebatan panas penuh drama tentang pria yang ku temui pasar dan gaun pendek yang ku kenakan. Alexander tidak memberitahu ku alasan apa yang membuat nya memanggil ku karena ketika ditanya dia hanya menjawab.
”Tidak ada”
“Aku tidak melakukan kesalahan apapun ayah, beliau hanya memanggil ku untuk membicarakan beberapa hal” Duh, aku salah bicara. Pasti Emmett semakin kepo.
“Apa yang kalian bicarakan?”
Tuhkan, pria tua bangka ini selalu saja penasaran obrolan anak muda.
“Emm—beliau bertanya perihal kejadian beberapa hari yang lalu, saat aku tersesat di pasar” Ucap ku berbohong.
Sangat tidak mungkin aku memberitahu perihal Alexander yang marah karena aku berteman dengan pria pasar itu, yang ada Emmett bisa berpikir kalau Alexander cemburu. Padahal tidak!
Karena aku pun sempat terpikir Alexander marah karena cemburu, uhh dasar aku yang terlalu percaya diri.
“Tidak biasa nya Yang Mulia menanyakan hal sepele seperti itu” Ucap Emmett mengernyit bingung.
Puterinya tersesat dipasar dari pagi hingga malam, katanya nya hal sepele. Benar-benar jenis ayah sial and.
Ya meski aku berbohong kalau aku tersesat saat itu, padahal itu pertemuan pertama ku dengan pria pasar yang mengaku sebagai penulis novel sampah ini. Tapi seharus nya dia merasa khawatirkan?
“Itu artinya Yang Mulia Raja sudah mulai menaruh perhatian padamu” Emmett tersenyum tipis.
“Lanjutkan, jangan buat aku menyesal membiarkan mu hidup” Lanjut Emmett.
Begitu lagi, perkataan yang sering dia ucapkan pada Anne. Aku sangat penasaran kejadian seperti apa yang bisa membuat Emmett sebenci ini pada Anne.
__ADS_1
“Ayah, tentang perintah ayah untuk mendekati Raja” Cicit ku pelan penuh keraguan.
“Ada apa, kau tidak mau melakukan nya HAH!?” Suara bentakan Emmett langsung menggema diruangan sepi ini.
“Ti tidak ayah, ak aku tetap akan melakukan nya tapi—“
“TAPI APA!?”
Duh, suara nya bisa pelan tidak sih. Jantung ku bisa pindah tempat kalau dibentak terus.
“Tapi bagaimana kalau kita mengubah cara nya” Emmett langsung melotot, takut saja jika bola mata nya terlepas daritempat nya.
“Kita ubah cara mendekati Raja, aku sudah memikirkan cara lain yang lebih baik” Jawab ku percaya diri.
“Cara yang lebih baik kata mu? Ini saja kau tidak becus” Seringai mengejek terbit di bibirnya.
“Sebenarnya, dengan menggoda Yang Mulia bisa membuat keluarga kita dianggap rendahan. Ayah tahu kan, perlu nya menjaga martabat keluarga. Aku hanya tidak ingin nama keluarga Weasly tercoreng jika terus menggoda Raja.
Aku bersorak dalam hati saat melihat Emmett diam menyimak perkataan ku, lanjutkan!
“Sekalipun kita berhasil menyingkirkan nona Ruby dari sisi Raja nanti, tetapi para bangsawan lain akan memandang rendah Weasly” Ucap ku terus menghasut Emmett.
Aku tahu, Emmett adalah pria dengan tingkat egois yang tinggi juga pria yang menjunjung tinggi harga dirinya.
“Apa rencana mu?”
Yeess! Emmett masuk perangkap.
__ADS_1
“Apa ayah bisa membawa ku ke rapat pejabat istana?”
...👑👑👑...