The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Kedatangan Nona Ruby


__ADS_3

“Selamat siang nona Ruby” Sapa ku pada nona Ruby.


Melihat kedatangan ku nona Ruby langsung berdiri dari duduk nya “Selamat siang nona Weasly” Sapa nya balik dengan senyuman lembut khas nya.


Aku balas tersenyum dan memilih duduk di kursi seberang nya. “Silahkan duduk kembali, maaf sekali aku hanya bisa menyediakan jamuan sederhana sebab nona Ruby tidak memberitahu sebelum nya jika ingin berkunjung” Selaku tuan rumah aku berusaha bersikap sopan.


“Tidak apa nona Weasly, ini memang kesalahan ku yang datang mendadak tanpa pemberitahuan” Jawab nya tersenyum tipis.


“Kalau boleh tahu, ada keperluan apa yang membuat nona Ruby sampai berkunjung ke kediaman kami” Tanya ku langsung, karena malas berbasa-basi.


“Emm begini nona Weasly—“ Terlihat dia ragu mengungkapkan tujuan kedatangan nya.


“Apa nona Wealsy tahu jika besok adalah hari pengadilan untuk ayah ku?”


Aahh…masalah itu rupanya.


Aku mengangguk sebagai jawaban “Lalu?” Tanya ku mendesak.


“Nona aku akan bicara langsung tanpa basa-basi, aku ingin nona Weasly tidak memberatkan hukuman untuk ayah ku saat dipengadilan” Ucap Nona Ruby.


Waahh….terus terang sekali yaa, etika yang benar dalam meminta bantuan pada orang lain harus diawali dengan kata TOLONG atau MOHON dan harus berbicara dengan nada yang lembut. Ini kenapa dia bicara sengak seolah bukan pihak yang tidak bersalah.

__ADS_1


“Maaf, Nona Ruby sedang MEMINTA TOLONG atau sedang MEMERINTAH ku?” Sengaja ku tekan beberapa kata itu agar dia mengerti maksud ku.


Yaa itupun jika dia sadar diri sih.


“Aku berharap bantuan nona Weasly karena kesaksian nona Weasly esok sangat berpengaruh pada hukuman yang akan diterima ayah ku” Ucap Ruby, nada bicara nya mulai merendah.


Aku mengangguk “Ahh meminta bantuan yaa…ku kira nona Ruby sedang memerintah ku” Sindir ku.


Dia diam, entah tersindir atau diam katena kesal.


“Untuk besok biar kita pikirkan besok, aku juga tidak ingin memperberat siapapun karena masalah ini juga menyangkut nama baik satu keluarga bukan?” Dia mengangguk cepat, mungkin merasa aku paham dengan kondisi mereka saat ini padahal aku tidak peduli juga.


“Jadi aku ingin nona Weasly besok tidak memperberat hukuman ayah ku, karena saat itu keluarga ku juga tidak terlalu memberikan hukuman yang berat saat nona Weasly mencelakai ku di danau biru” Ucap nya.


“Haha…lucu sekali” Aku tertawa sarkas.


“Apa nona Ruby sedang membandingkan perihal kejadian malam di danau biru dan yang pejabat Ruby lakukan padaku? Apa nona Ruby tahu ini dua permasalahan yang jauh berbeda?” Dia diam, hanya memandang ku datar.


“Dinilai dari segi apapun jelas dua permasalahan ini jauh berbeda, yang pertama kejadian di danau biru itu siapaun tidak tahu kebenaran yang sebenarnya terjadi malam itu. Siapa pihak yang MENCELAKAI atau siapa pihak yang TERCELAKAI karena tidak ada saksi luar yang melihat” Ucap ku tegas.


“Ada saksi, semua pelayan yang ada bersama ku malam itu melihat kejadian nya nona Weasly lah yang mendorong ku” Jawab nya percaya diri.

__ADS_1


“Kau tidak mengerti dengan maksud dari kata SAKSI LUAR?” Aku mulai jengkel dengan manusia satu ini.


“Siapa yang bisa menjamin jika pelayan mu itu berkata jujur dan sebaliknya, bagaimana jika pelayan mu itu berbohong karena adanya tekanan dari pihak lain? Siapa yang tahu!?”


“Kau menuduhku menekan pelayan ku untuk bohong?” Ucap nya tidak senang.


“Tidak, aku tidak menuduh mu. Aku hanya bilang BAGAIMANA dan SIAPA YANG TAHU. Apa kau tidak paham dengan kata itu?” Serang ku balik.


Mata nya memerah menahan amarah yang jelas tidak bisa dia sembunyikan dariku.


“Sudalah nona Ruby, jika kedatangan mu kesini ingin berdebat perihal danau biru itu kurasa kedatangan mu sangat tidak diperlukan. Jika begitu silahkan kembali” Aku mengusirnya secara pelan.


“Kau mengusirku?”


“Ya! Karena aku ada keperluan lain dan harus menemui Raja sekarang” Tidak apa pamer sekali.


“Untuk apa kau menemui Raja? Kau ingin menggoda nya lagi?” Ucapnya sinis.


“Apapun urusan ku, kau tidak perlu tahu”


Setelah itu aku pamit undur diri dan memanggil Lela untuk segera bersiap dan menuju istana.

__ADS_1


Ku abaikan tatapan kesal Aurelia Ruby yang masih duduk dikursi.


__ADS_2