
...*The Heaven Ki**gdom*...
"Selamat malam nona Anne, maaf hamba mengganggu waktu istirahat nona"
Lela muncul dari balik pintu.
"Hm?Ada apa Lela?"
Aku hanya bergumam kecil, karena sudah sangat mengantuk.
"Yang Mulia Raja meminta nona Anne untuk segera menemui nya"
"Ada urusan apa dia memanggil ku?"
Aku tidak beranjak dari posisi nyaman ku.
"Hamba hanya diperintahkan untuk menyampai kan nya pada nona Anne"
"Bilang pada nya kalau aku sudah tidur"
Lela hening sejenak aku tahu pasti dia serba salah sekarang.
"Tapi nona, perintah Raja tidak bisa ditolak"
Cicit Lela pelan.
Astaga kenapa Raja brengs*k itu ingin aku menemui nya malam-malam begini.
"Lela kau tahu, aku sangat lelah malam ini karena gaun sialan yang kau pakaikan dan aku juga mengantuk. Ayolah ini sudah sangat larut"
Aku tahu keluh kesah ku tidak akan ada manfaat nya, karena pada akhirnya perintah Raja adalah mutlak.
"Maafkan hamba karena telah membuat nona lelah, tetapi nona Anne tetap tidak bisa menolak perintah Yang Mulia Raja"
"AAAARRRRGGGGHHHH"
Teriakan ku membuat Lela terperanjat kaget, dia tidak berpikir aku kesurupan kan?
Apa kesurupan sudah ada pada zaman ini?
Ck! Lupakan bodoh.
"Ma....maaf..kan hamba nona..."
Lela semakin menunduk ketakutan, padahal aku tidak marah pada nya.
Setelah berusaha menenangkan diri, aku duduk dan menyibak selimut putih dari tubuh ku.
"Antarkan aku"
Setelah selesai memakai alas kaki, aku beranjak keluar pintu tapi Lela berusaha menahan ku.
"Nona...apa nona akan pergi dengan pakaian seperti itu?"
Memang nya kenapa? aku masih berpakaian lengkap bukan memakai bikini.
"Kau ingin menyuruh ku memakai gaun terkutuk pilihan mu lagi Lela?"
Lela langsung menggeleng cepat.
"Tidak nona, tapi ada baik nya nona tidak memakai gaun tidur untuk menemui Yang Mulia Raja. Hamba hanya takut beliau tersinggung dengan tindakan nona"
Astaga! kenapa ribet sekali jika ingin menemui pria bertitle Raja itu.
"Sudalah Lela, aku benar-benar lelah.Jangan kan mengganti pakaian bernafas pun sekarang aku juga lelah"
Aku jujur, malam ini memang melelahkan. Perjalanan yang panjang dan tekanan batin yang diberikan Alexander membuat ku kehabisan tenaga.
"Ba...baiklah nona, mari hamba antar"
Lela mengalah dan membiarkan ku berpenampilan apa adanya menemui Alexander.
Gaun tidur berwarna putih polos, rambut ku biarkan tergerai dipunggung dan tanpa riasan sedikitpun diwajah ku. Yaa seperti gadis biasa yang berisiap untuk tidur.
.
Sesampai nya didepan sebuah ruangan, dua pengawal yang berjaga diluar mempersilahkan ku masuk dan seperti biasa Lela akan menunggu diluar.
Aku masuk dengan langkah pelan saat pintu di bukakan dan dilangkah ketiga pintu kembali ditutup, aku melihat sekitar ruangan yang temaram hanya ada satu lentera di pojok ruangan.
__ADS_1
Ruangan ini lebih luas daripada ruangan ku, mungkin setiap ruangan yang disediakan sesuai dengan pangkat penghuni ruangan nya.
Dan--Dimana Alexander?
Dia menyuruh ku untuk menemui nya tetapi dia tidak ada, sialan membuang waktu ku saja.
Lebih baik aku kembali ke kamar.
Tapi baru saja hendak berbalik, sepasang tangan kekar melingkar dipinggang ku dari belakang. Menahan pergerakan ku.
Tubuh ku menegang seketika tidak bisa digerak kan.
"Si..siapa?"
Tanya ku tergugu ketakutan.
Hembusan angin hangat menyapa kulit leher ku yang terbuka.
"Sudah tidak mengenali wangi ku hm?"
Suara dingin ini....Alexander.
"Lepaskan hamba Yang Mulia.."
Aku ketakutan, bagaiman jika ada yang masuk dan melihat posisi kami berdua. Orang lain bisa salah paham.
Alexander makin mengeratkan pelukan nya membuat aku semakin gemetaran.
"Kau banyak bertingkah malam ini nona Weasly"
Tolonggg...jangan mengendus leher ku geli!
"Kita akan bicara, tapi tidak dengan posisi seperti ini. ku mohon lepaskan"
Persetan dengan rasa hormat pada Raja, kalau Raja nya seperti ini aku tidak bisa bersikap hormat lagi.
"Tidak" Jawab nya singkat.
"Kau sangat cantik dengan gaun ini"
Dia memuji ku cantik?
Kesabaran ku habis!!
Bugghh
Aku menyikut perut nya dan kaki ku menendang tulang kering nya sekuat tenaga, berharap dia akan berteriak kesakitan.
Tapi....justru sikut ku yang ngilu, astaga itu perut atau batu. Kenapa keras sekali.
Cup
Satu kecupan mendarat di leher ku, siapa lagi pelaku nya kalau bukan Raja brengs3k yang tengah memeluk ku dari belakang ini.
"Jika kau berontak, aku akan mencium leher mu sampai berwarna kemerahan"
Suara dingin itu terdengar sangat mengancam.
Dasar baj1ngan mesum!
Aku tidak berani berontak ataupun memaki nya, karena aku tahu dia tidak main-main dengan ancaman nya.
Tarik nafas~Buangg
Mantra ku menenangkan diri.
"Baiklah, ada apa Yang Mulia memanggil hamba kesini?"
"Kau takut dengan ancaman ku? cih! padahal aku ingin kau berontak"
Kalau aku berontak itu sama saja aku memberikan kesampatan emas bagi mu untuk menjelajahi leher ku dan aku tidak rela.
"Katakan!"
Katakan apa? bicara yang jelas sialan!
Astaga kenapa aku jadi sering mengumpat karena pria ini.
"Apa?"
__ADS_1
"Kau berciuman dengan Duke Eros"
Itu pertanyaan atau pernyataan, kau bicara tidak menggunakan intonasi yang jelas atau memberi tanda tanya diujung kalimat.
"Apa maksud nya?"
Srekk
Dengan gerakan cepat dia membalik kan tubuh ku menghadap kearah nya, dan baru bisa kulihat wajah datar nya dengan jelas.
Ibu jari nya mengusap pelan bibir bawah ku.
"Apa kau memberikan bibir miliku ku ini pada pria lain?"
Tatapan tajam seperti menguliti wajah ku.
'Milik ku'
Hei sadar lah nak, kau sudah tersesat sangat jauh.
"Apakah itu bagian dari tugas seorang Raja? menanyakan hal yang bersifat pribadi pada rakyat nya"
Dia terkekeh pelan tapi terdengar menakutkan.
"Menjadi urusan ku, apapun menyangkut tentang mu"
Kalau ini novel romantis pasti aku sudah salah tingkah, tapi sayang sekali ketika mendengar itu keluar dari mulut nya aku justru merinding.
"Wah..hamba tersanjung, jika Yang Mulia Raja memperhatikan hamba sampai begitu. Tapi ada baiknya untuk berhenti, hamba takut menimbulkan kecemburuan sosial dari rakyat yang lain"
Tangan mencengkram kedua bahu ku kuat.
"Mencium dan ingin menyuapkan nya didepan ku--dan sekarang kau berani menasehati ku? wahh kau berani sekali"
Seringai nya terbit menambah kesan menakutkan diwajah nya.
Apa? jadi dia membanting sendok lalu tadi karena marah aku hendak menyuapi Leon?
"Hamba memohon ampun jika sudah lancang menasehati Yang Mulia Raja, hanya saja hamba tidak suka jika urusan pribadi hamba ditanyakan"
Aku harus bicara sebaik mungkin atau kepala ku lepas dari tempatnya.
"Kau menyukai Duke Eros?"
Aku menyukai Leon yang selalu perhatian dan lemah lembut pada ku, ditambah lagi hanya Leon lah yang mau percaya dan mendengarkan cerita bodoh ku.
"Iya, hamba menyukai Leon. karena dia baik dan perhatian juga---hemmppp"
Ucapan ku terpotong karena pria ini menyumpal ku dengan bibir nya secara tiba-tiba, aku berontak dengan memukuli dada bidang nya sekuat tenaga tapi sama sekali tidak berpengaruh.
Dia makin menekan bibir nya dalam dan tangan nya mencengkram kuat pinggang ku.
brengs3! dia mencium ku lagi!
Setelah beberapa lama dia melepas pagutan nya dan kaki ku langsung lemas hampir terjatuh kalau saja dia tidak mencengkram pinggang ku.
"Ken...kenapaa..aaa... kau selalu men..mencium ku?"
Aku bertanya dengan sesak nafas karena paru-paru ku belum sepenuh nya terisi oksigen.
Dia mengusap bibir ku pelan dengan ibu jarinya dan menjawab.
"Karena aku suka"
Jika berdua dengan nya akhir chapter selalu sama, yaa--dia yang berakhir mencium ku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa sesajen vote dan hadiah nya.
Heheheh...
Utor Terhura THE HEAVEN KINGDOM masuk rekomendasi..
huhuhu 🥲🥲
Untuk penulis pemula, masuk rekomendasi gini aja rasanya udah seneng bingit..😁😁
__ADS_1