The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pasar?


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


Aku bangun kesiangan karena tadi malam tidak bisa tidur dengan nyenyak, otak ku memaksa untuk berpikir keras tentang semua fakta yang baru ku ketahui dari Ragnar.


Berpikir sekeras apapun aku tidak bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang mencekal di kepala, nasib yang buruk.


“Selamat siang nona Anne\~” Suara Lela menyapa ku.


“Ya, ada apa?” Tanya ku balik lalu kembali menyeruput teh.


Sejak tinggal di dunia novel ini kebiasaan ku berubah, yang biasanya aku meminum kopi sekarang terpaksa harus meminum teh. Karena kata Lela kopi tidak diperboleh untuk dimunim kaum wanita di negeri ini, kopi hanya boleh di minum kaum pria dan tidak sembarang kaum pria juga dapat meminum kopi hanya kalangan bangsawan yang memiliki kasta atas yang bisa menikmati kopi.


Gila kan? Kopi sudah seperti minuman istimewa di negeri ini, padahal di dunia ku semua orang bisa meminum kopi mau miskin ataupun kaya. Kopi itu minumam sejuta umat yang mudah ditemukan dimanapun.


Kembali ke Lela yang berdiri tak jauh dibelakang ku.


”Hamba hendak izin pergi ke pasar nona, ada beberapa bahan makanan yang habis. Jika nona butuh sesuatu sudah ada pelayan yang ak—“


“Pasar!? Disini ada pasar?” Aku berseru antusias memotong ucapan Lela.


Sekilas raut wajah Lela terlihat heran.


“Ada nona, hamba dan beberapa pelayan akan per—“


“Aku ikut!” Lagi-lagi aku memotong ucapan Lela.

__ADS_1


Dengan semangat aku berlari kecil mendekati Lela “Aku ikut ya?” Tanya ku memasang wajah memohon.


“Tapi nona akan kel—“


“Yess! Terimakasih Lela, aku mencintai mu\~”


Aku sudah tahu Lela akan menolak keinginan ku dengan seribu alasan jadi sebelum ditolak aku lebih dulu memotong ucapan Lela.


“Nona Anne—“


“Tunggu disini, aku akan mengganti gaun ku dengan gaun biasa. TUNGGU AKU!” Setelah mengatakan itu aku berlari ke kamar dan sebelum nya sudah mengancam Lela dengan tatapan. Takut saja Lela diam-diam meninggalkan ku seperti ibu-ibu di dunia ku yang sering menipu anak nya jika hendak pergi ke pasar.


.


.


.


Nyata nya tidak! Ini bukan pasar yang ku harapkan.


“Benar nona Anne inilah pasar” Jawab Lela santai tapi tetap menatap ku heran.


“Ahh” Aku mengangguk mengerti, baiklah terlalu dini untuk heran.


“Baik, mari kita belanja!” Aku berseru antusias membuat orang-orang menatap kearah ku.

__ADS_1


Kenapa ada yang salah?


Aku hanya berteriak dan ini pasar wajarkan jika berteriak seperti ini.


“Nona Anne, dimohon untuk tidak membuat keributan karena dikhawatirkan kita akan ditangkap para bandit” Bisik Lela menegur ku


“Bandit, apa maksudnya. Apa ada sejenis peraturan tidak boleh bersuara disini?” Karena takut aku pun ikut berbisik.


“Benar nona, dipasar kita tidak diperboleh kan untuk bersuara keras. Atau kita akan ditangkap bandit lalu di hukum” Jawaban Lela membuat ku merinding seketika.


Pantas saja ketika aku berteriak tadi semua orang menatap ku dengan sinis juga sejak tadi yang ku maksud pasar ini tidak sesuai dengan pasar yang kubayangkan adalah karena suasana nya yang hening.


Sangat hening untuk ukuran yang disebut pasar, padahal pasar itu identik dengan tempat yang bising, keributan dan keramaian. Bahkan dulu saat sekolah para guru sering menyebut kelas kami seperti pasar saking ribut nya.


Tapi ini apa? Sangat melawan hukum perpasaran! Tidak boleh bersuara besar katanya, lalu bagaimana kegiatan jual beli bisa dilakukan.


Astaga! Ide penulis novel ini memang diluar nalar manusia pada umum nya, dia menciptakan pasar yang melawan hukum perpasaran. Aku tebak pasti penulis nya seorang introvert yang tidak suka keramaian.


“Lalu bagaimana Lela?” Bisik ku pelan, meski tidak tahu apa bandit yang dimaksud Lela aku tetap harus berjaga diri.


“Kita tetap akan berbelanja nona, tapi harus tenang jangan sampai menganggu orang lain” Jawab Lela, setelah itu mengajak ku untuk mengikuti nya.


Aku menurut, mengikuti Lela dari belakang dengan tenang. Menikmati suasana pasar anti mainstream ini.


Lela dan beberapa pelayan tadi berpencar setelah berbagi tugas tetapi Lela tetap membawa ku ikut dengan nya.

__ADS_1


...👑👑👑...


Bersambung


__ADS_2