
"Kau mengetahui sesuatu tentang ibu ku Leon?"
Leon langsung menoleh dan menatap ku "Ibu mu?" Tanya Leon memastikan.
"Bukan maksud ku ibu dari Roseanne Weasly" Aku hampir melupakan fakta bahwa Leon mempercayai cerita bahwa aki bukan Roseanne Weasly yang asli.
Leom mengangguk "Tidak...maksud nya aku tidak tau banyak"
"Jangan berbohong, tadi kau sengaja mengalihkan perhatian saat pejabat Eros membahas tentang ibuku" Tanya penuh selidik.
"Apapun yang ingin kau ketahui tentang ibu Weasly, aku bukan lah orang yang tepat untuk kau tanyai" Ucap Leon tegas.
"Kenapa? Setidaknya beritahu aku sedikit penerangan di jalan hidup ku yang buntu dan gelap ini" Aku dan Leon bertatapan "Aku hanya ingin tau siapa wanita yang sudah melahirkan Roseanne Weasly dan kenapa dia berbeda" Lanjutku.
"Roseanne Weasly tidak berbeda, dia hanya 'beruntung' dilahirkan seperti ini" Jawab Leon tenang.
"Beruntung kata mu!" Pekik ku tidak terima.
"Beruntung seperti apa yang kau maksud Leon? lahir di keluarga Weasly yang kacau, saudara yang acuh, ayah yang kejam atau ayah yang selalu memanggil nya anak sial?" Aku menggebu dengan dada memanas karena emosi.
__ADS_1
Ku genggam kuat tangan Leon "Katakan beruntung dibagian mana nya LEOON!!" Aku berteriak, persetan jika kusir kereta mendengar teriakan ku.
"Roseanne Weasly yang BERUNTUNG itu sudah tidak ada disini" Ku pukul dada ku kuat "Disini...disini hanya ada jiwa asing yang tersesat Le..on" Pelupuk mata ku sudah menganak jika berkedip sekali saja aku yakin air mata itu akan berderai dipipi ku.
"Jiwa buta yang hanya ingin kembali ke kehidupan menyedihkan nya tetapi tidak bisa, bahkan tidak tau bagaimana caranya kembali. Jiwa yang terus berkeliaran mencari jalan untuk kembali tetapi harus bertarung dengan manusia manusia licik tanpa tau apa-apa, disalahkan, dicaci dan dihina atas perbuatan yang bahkan jiwa ini tidak perbuat...."
Hiks
Hiks
Hiks
Runtuh sudah pertahanan yang ku bangun, air mata yang ku tahan beberapa hari ini pecah sudah. Terbayang jelas di oleh ku bagaimana Emmett yang terus mendorong ku, bagaimana perkataan Ragnar yang menganggap ku pantas menjadi wanita penghibur, bagaimana Aurelia Ruby berkali-kali mencela ku wanita penggoda.
Tapi apa? Dia memojok kan ku tanpa tau malu nya.
"Semua nya..a hiks.. Sa..sangath hiks menyakitkan Le l leon.. Huhu" Aku menangis pilu.
"Lily..." Leon menggenggam balik tangan ku yang dingin dan membawa nya kepangkuan ku.
__ADS_1
Aku langsung mendongak memandang Leon.
"Benar aku Lily bukan Roseanne Weasly" Racau ku serak, Leon baru saja menyadarkan ku jika aku bukan Roseanne Weasly yang asli namun entah kenapa aku begitu merasakan tekanan emosi seolah aku adalah Roseanne Weasly.
"Aku Lily, aku tidak layak mendapatkan ini semua Leon" Leon menangguk dan semakin mengertkan genggaman nya.
"Benar, Lily tidak layak" Bisik Leon.
BRUK
Aku menjatuhkan diri dibawah kaki Leon, aku berlutut dengan tangan yang masih bertaut dengan Leon.
"Kalau begitu bantu aku, bantu aku keluar dari sini...hiks" Aku menatap penuh permohonan pada Leon. Tidak tau sekacau apa wajah ku saat ini karena air mata yang terus berderai.
"Ku..ku mohon bantu aku"
🥀🥀🥀
***Yuk bisa yuk para reader bisa bantu utor dengan vote dan kasih hadiah yang banyak biar mangat update..hehe
__ADS_1
Btw buat pembaca baru, please jangan di BOOM LIKE yaa.. Please banget ini gak bagus buat perlevelan utor ðŸ˜ðŸ˜
Mending BOOM Hadiah aja deh jangan BOOM LIKE ðŸ˜ðŸ˜***