The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Apa Maksud Mu?


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


Alexander! Ya pria itu dengan cepat mengangkat tubuh ku kedalam gendongan nya, mengabaikan teriakan dan tatapan terkejut ku Alexander tetap berjalan tegap sampai Lela yang awal nya disamping ku sudah tertinggal beberapa langkah.


"Yang Mulia--" Aku menegur nya ragu.


"Diam, jangan banyak bicara!" Ucap nya sarkas, mata biru nya menatap lurus kedepan.


Hei tuan, bagaimana aku bisa diam kalau kau tiba-tiba saja menggendong ku seperti ini dan kita masih berada dilingkungan istana bagaimana kalau sampai nona Ruby melihat nya.


"Hamba bisa berjalan sendiri Yang Mulia, mohon turun kan hamba nanti orang yang melihat bisa salah paham" Aku berucap pelan.


"Tidak akan, seseorang yang ada dibalik tembok itu akan senang melihat ku menggendong mu" Ucap Alexander.


Seseorang dibalik tembok, siapa? dan kenapa dia senang melihat ku digendong Alexander.


Seolah bisa membaca pikiran ku, Alexander pun bersuara.


"Ayah mu" Bisik nya.


Huufftt


Aku menghela nafas lega kalau orang itu adalah Emmett berarti tidak ada masalah, justru pria tua itu akan senang. Yaa setidak nya hari ini aku selamat atas kehadiran Alexander disini.


"Terimakasih" Cicit ku pelan dan menyandarkan dengan nyaman tubuh ku ke dada bidang Alexander.

__ADS_1


Ahh nyaman sekali, dada bidang ini idaman ku sekali. Degup jantung nya yang tenang ditambah aroma tubuh nya yang menenangkan membuat mata ku sayu dan terasa mengantuk.


"Apa dia menyiksa mu lagi?" Pertanyaan Alexander membuat ku yang hampir terlelap kini membola terkejut.


"Maksud nya? Hamba tidak mengerti Yang Mulia" Aku bertanya gugup, meski tahu kemana arah pembicaraan nya aku tetap ingin memperjelas.


"Kau pasti paham maksud ku. Emmet, apa dia masih sering menyiksa mu?" Alexander memperjelas pertanyaan nya.


Astaga! Apa Alexander mengetahui semua rencana Emmett yang ingin merusak hubungan dia dengan Nona Ruby?


"Haha" Aku tertawa canggung, mata ku melihat kearah belakang dan mendapati Lela yang berjalan mengikuti kami tidak lupa pengawal setia Raja juga ada.


"Hamba tidak mengerti maksud Yang Mulia, tetapi yang pasti Emmett tidak pernah menyiksa puteri nya" Jawab ku berbohong, bukan nya ingin membela Emmett tetapi aku tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapan Alexander.


Huhf, sangat menyedihkan sekaligus memalukan.


"Jangan berbohong, aku tahu semua nya. Dan luka diperut mu pasti karena ulah Emmett" Alexander berucap dingin.


Aku tidak berani bicara apapun dan juga kami sudah hampir sampai, Lela yang sejak tadi mengikuti dibelakang sekarang sudah berlari kecil mendahului kami dan membuka kan pintu.


Setelah masuk, Alexander langsung membawa ku kamar lalu dengan pelan membaringkan ku diranjang.


"Te..terimakasih" Ucap ku gagap karena salah tingkah.


"Istirahat lah dan minta pelayan untuk segera mengobati luka mu" Ucap Alexander tangan nya menaikkan selimut sebatas dada ku.

__ADS_1


KLEK


Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian ku dan Alex, aku pikir itu Lela ternyata bukan.


"Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavenland~" Suara Ragnar terdengar memberi salam.


Alexander hanya mengangguk sekilas.


"Hamba mendengar kunjungan Yang Mulia Raja ke kediaman Weasly, ada perlu apa Yang Mulia Raja berkunjung secara tiba-tiba?" Tanya Ragnar sambil menunduk.


"Tidak ada, hanya membantu nona Weasly kembali" Jawab Alexander.


"Apa adik perempuan hamba merepotkan Yang Mulia--lagi?"


Lagi katanya? Memang aku semerepotkan itu apa?


"Tidak" Alexander menjawab singkat, lalu menatap ku sebentar dan pamit keluar.


"Kalau begitu terimakasih sudah membantu adik hamba kembali, tetapi hamba berharap agar Yang Mulia Raja tidak melibatkan diri lagi pada keluarga Weasly terkhusus Roseanne. Kami hanya tidak ingin mendapatkan pandangan buruk dari keluarga Ruby" Ucap Ragnar pada Alexander.


Langkah Alexander kontan terhenti lalu berbalik kearah Ragnar.


"Apa maksud mu?" Tanya Alexander dingin.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2