The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Kau Sakit?


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


"Apa menurut mu itu adil untuk Raja, Leon?" Aku cukup penasaran dengan pendapat Leon.


"Semua tergantung Raja, tapi ketika mereka sudah terpilih menjadi Raja masa depan maka apapun ramalan yang di dapat merupakan kewajiban bagi nya untuk mematuhi" Jawab Leon kelewat santai.


"Begitu ya. Apa sejauh ini ada Raja yang berontak dan memilih pendamping mereka sendiri?" Tanya ku pada Leon.


"Emm...sejauh ini belum ada, tapi tidak tahu kalau ke depan nya. Kenapa kau bertanya tentang itu?" Leon duduk menyamping dan menatap ku lekat.


"Ahh..tidak ada aku hanya penasaran" Jawab ku sambil menyengir bodoh agar Leon tidak menyadari apa yang menganggu pikiran ku sejak tadi.


"Apa kau masih mengerjar Yang Mulia Raja?" Pertanyaan Leon sontak membuat ku terkejut.


"Ba..bagaimana kau tahu?" Aku bertanya gugup, karena sejak Lela memberi tahu bahwa Leon menyukai Roseanne. Aku sedikit segan membahas Alexander di depan Leon.


"Haha, bukan kah kau sendiri yang memberitahu ku kalau kau akan berusaha keras untuk mengejar cinta Yang Mulia Raja" Ucap Leon menyindir ku.


"Bukan aku, tapi Roseanne" Ayolah, dia sudah tahu kalau aku bukan Roseanne yang asli tapi kenapa dia berkata seolah itu ucapan ku sendiri.


"Ahh! Aku melupakan fakta itu lagi, lalu apa Roseanne palsu ini juga menyukai Yang Mulia Raja?" Tatapan dalam Leon membuat ku salah tingkah.


"NONA!!"


Teriakan itu mengalihkan perhatian kami, ku lihat Lela setengah berlari dengan wajah khawatir.


"Ah..Maaf kan hamba--" Ucap Lela tergantung karena melihat Leon yang duduk disamping ku.


"Maaf kan hamba menganggu waktu nya Duke Eros" Sambung Lela menunduk hormat pada Leon.

__ADS_1


"Tidak menganggu, karena aku juga akan pergi" Ucap Leon dan bangkit dari duduk nya.


"Mau kemana?" Tanya ku pada Leon yang terlihat buru-buru.


"Yang pasti aku sibuk, tidak seperti mu" Setelah mengatakan itu Leon melangkah pergi meninggalkan aku dan Lela.


Cih! Kenapa pria itu sombong sekali tentang kesibukan nya.


Setelah itu pandangan ku beralih kearah Lela yang masih menunduk "Bagaimana kau tahu aku ada disini?"


"Tuan Ragnar yang memberitahu keberadaan nona dan tuan juga memerintahkan hamba untuk lekas mengobati luka diperut nona" Jawab Lela.


Oh jadi pria Weasly itu masih mempunyai sedikit rasa peduli nya pada Roseanne, meski aku tidak tahu itu karena kasihan atau memang perhatian.


"Baiklah, bantu aku berdiri perut ku sangat sakit" Sedikit berlebihan memang, tapi aku tidak bisa menutupi rasa sakit ini lagi.


"Apa perlu hamba panggil kan pengawal untuk membawa tandu nona?" Wajah Lela terlihat sangat khawatir melihat ku.


"Kalau nona butuh akan saya panggilkan, tapi nona perlu menunggu sebentar disini" Ucap Lela.


"Tidak perlu Lela bantu aku berjalan saja" Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi dan hari juga sudah menjelang sore.


"Baik nona, mari"


Dengan langkah pelan aku dan Lela berjalan menuju kediaman ku, untung saja sore ini istana tidak terlalu ramai hanya beberapa pengawal yang berjaga dan juga para pelayan yang tengah melaksanakan tugas nya.


Dalam keadaan seperti ini aku merasa jarak antara Istana dan kediaman ku terasa sangat jauh, padahal biasa nya hanya butuh lima belas menit untuk berjalan kaki. Aku terus berjalan menunduk lengan kanan ku sampirkan dibahu Lela dan lengan kiri ku setia menekan bagian perut ku yang sakit, saking asik nya menunduk aku tidak sadar dengan keberadaan seseorang yang berjalan berlawanan arah dengan ku. sampai suara lembut Lela terdengar memberi salam.


"Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavanland~"

__ADS_1


Aku langsung mendongak dan menemukan sosok pria tampan dengan bola mata biru nya, mata yang selalu menatap ku tajam.


Seolah sadar dari ketampanan nya, aku langsung memberi salam "Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavenland~"


"Sedang apa?" Suara dingin itu menyapa rungu ku, ah sudah lama sekali rasanya tidak mendengar suara nya.


"Hamba hanya berkunjung ke ruang kerja ayah hamba Yang Mulia" Jawab ku sopan.


"Maksud ku kenapa dia memapah mu?" Ucap Alexander mengganti pertanyaan nya.


"Ah tidak, tubuh hamba hanya sedikit lemas jadi butuh bantuan Lela untuk berjalan. Yang Mulia" Aku bicara sambil menunduk mengikuti Lela, katanya sih ini bentuk rasa hormat para rakyat kepada Raja. Ketika berbicara dengan Raja kita tidak diperbolehkan menatap mata beliau.


"Tatap aku!" Mendengar perintah nya aku langsung mendongak menatap matanya.


Tidak berniat lancang, tapi aku hanya menuruti perintah Raja.


"Kau sakit?" Alexander kembali bertanya dan menatap mata ku.


"Tidak Yang Mulia" Aku menggeleng pelan dan memaksakan senyum.


Cukup, hentikan basa-basi mu Yang Mulia Raja. Aku mulai lelah berdiri disini.


Melihat Alexander yang bergeming membuat ku segera pamit "Kalau begitu, hamba pamit untuk pulang Yang Mulia" Aku menunduk hormat dan diikuti Lela.


Karena tidak ada balasan aku pun mengajak Lela untuk kembali berjalan meninggalkan Alexander yang masih diam ditempat nya. Baru beberapa langkah lengan ku terlepas dari bahu Lela dan tubuh ku terasa melayang di udara.


"AAAKKHH!" Aku berteriak keras begitu tahu penyebab tubuh ku melayang.


Alexander! Ya pria itu dengan cepat mengangkat tubuh ku kedalam gendongan nya, mengabaikan teriakan dan tatapan terkejut ku.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2