
Drama penuh air mata selama perjalanan pulang menuju kediaman Weasly berakhir dengan aku yang tertidur di kereta, Lela menyampaikan bila aku di gendong Leon dari kereta sampai membaringkan di ranjang.
Betapa memalukan nya aku si bodoh ini, setelah memohon penuh drama aku malah merepotkan orang lain dengan menggotong ku. Nasib baik Leon tidak membuang ku hutan rimba ditengah perjalanan.
"Selamat pagi nona Anne~~" Sapa Lela dengan suara riang.
"Hemm pagi, ada apa dengan wajah mu itu. Kenapa terlihat sangat senang" Aku menatap Lela curiga.
"Tentu saja hamb ah aku senang nona, pagi pagi begini nona Anne kesayangan ku sudah dikunjungi pria tampan" Senyum Lela tak kunjung luntur, memang semenjak kami akrab Lela lebih banyak menunjuk kan ekspresi. Seperti senang, kesal, marah dan jahil.
"Apa maksud mu Lela, jangan membuat ku penasaran"
Lela mendekat lalu berbisik "Ada Duke Eros di luar, beliau sedang menunggu nona" Senyum jahil nya masih terpatri.
"Leon? Untuk apa dia pagi pagi begini sudah berkunjung"
"Aku tidak tau nona, kenapa nona tidak tanyakan saja secara langsung?"
"Berhenti tersenyum seperti itu Lela, kau menyebalkan!" Pekik ku kesal dan Lela hanya balas terkekeh.
"Haha, mari hamba bantu bersiap. Nona Anne harus tampil super cantik pagi ini" Ejek Lela tidak berhenti.
__ADS_1
Aku tau dia salah paham sejak semalam Leon yang suka rela menggendong ku hingga ke kamar, meski itu sikap yang wajar tetap saja Lela yang memiliki sifat asli jahil ini akan terus mengejek ku.
"Aku akan bersiap sendiri! Siapkan saja cemilan untuk menemani Leon selama menunggu ku" Aku bangkit dari ranjang dan berlalu namun ejekan Lela berikutnya membuat ku berteriak.
"Wahh seperti nya nona Anne tidak ingin Duke Eros menunggu sampai bosan yaa, romantis sekali~~"
"LEEELLAAAAA!!"
.
.
"Selamat pagi, tamu tak di undang" Sapaan sinis ku membuat Leon yang awalnya menunduk langsung menoleh kearah ku.
Aku berdecih sambil menduduk kan bokong di kursi seberang Leon "Ada apa gerangan tuan muda Eros bertandang pagi pagi begini"
"Sudahi basa-basi mu nona, ayo ikut aku" Sergah Leon lalu bangkit dari duduk nya.
"Kemana?"
"Festival rakyat" Jawab Leon.
__ADS_1
"Tidak mau" Jawab ku cepat, festival rakyat memiliki kesan yang buruk tersendiri bagi ku sejak kejadian Alexander lalu.
"Kenapa? Disana banyak makanan lezat"
"Aku sudah tidak menyukai makanan lezat lagi Leon"
Leon memicing curiga, pasti dia menangkap aura kebohongan ku "Benarkah, aku sedikit tidak yakin dengan itu"
Aku juga tidak yakin, karena makanan lezat adalah alasan utama ku untuk bertahan hidup di dunia fana ini.
"Aku serius" Bantah ku meski dengan suara gemetar.
Leon mengangguk "Baiklah, aku pura-pura percaya saja. Kalau begitu cukup temani aku ke festival rakyat ada hal yang ingin ku tunjukkan padamu"
"Akan ku temani kemana saja, asal jangan ke festival rakyat" Jawab ku teguh.
"Apa karena kejadian beberapa waktu lalu membuat mu tidak ingin kesana?"
"Kau tau?" Tanya ku balik, bagaimana dia bisa tau padahal Leon baru saja kembali dari bertugas.
"Tentu saja, sudalah aku tidak akan menjebak mu karena kali ini benar-benar ada yang harus ku tunjukkan pada mu disana" Bujuk Leon tidak mau kalah.
__ADS_1
"Apa?" Melihat betapa kekeh nya Leon mengajak ku kesana membuat ku curiga hal apa yang ingin dia tunjukkan.
"Ikut saja!"