
...The Heaven Kindom...
Roseanne Weasly
Nama yang indah seperti orang nya, nama ini sedikit mengingatkan ku dengan salah satu anggota girl group favorite ku, yaa--Blackpink.
Salah satu member anggota grup itu ada yang bernama mirip dengan Roseanne Weasly, aku tebak mungkin saja penulis novel ini juga penggemar mereka sama seperti ku.
Tapi nama ku juga ada kesamaan dengan nya.
Roseanne dan aku Lily Anne, sama-sama ada kata Anne nya. Tunggu--Apa karena kesamaan nama lah yang membuat ku bisa berpindah ke dunia ini?
Ugh! Seperti nya tidak mungkin, kenapa cuma aku yang masuk ke sini? Mana Anne Anne yang lain, tidak mungkin yang memiliki nama Anne hanya aku seorang.
Lupakan pemikiran bodoh itu!
Roseanne Weasly gadis yang cantik sempurna, secara fisik dia memiliki semua bagian yang di impikan kebanyakan wanita. Kulit putih pucat, mata belok, hidung mungil menonjol serta bibir seksi merona alami.
Surai panjang putih keemasan nya menambah nilai kecantikan nya, bahkan bola mata nya yang berbeda warna ini tidak terlihat aneh sama sekali. Terlihat sempurna untuk nya, aku rasa si penulis menggambarkan tokoh Roseanne Weasly ini tengah dalam suasana hati bahagia sehingga menciptakan visual sempurna untuk para pembaca nya.
Tapi sayang sekali, nama indah dan visual sempurna nya tidak sejalan dengan takdir yang dia miliki.
Hanya seorang gadis yang mendapat gelar bangsawan berkat jabatan sang ayah, puteri perdana menteri yang berusaha menggoda Raja di negeri ini dengan sejuta tipu muslihat nya.
Berpenampilan mencolok untuk mendapat perhatian Raja, bahkan sampai mencelakai kekasih Raja demi bisa menggantikan posisi nya.
Awalnya aku sangat kesal dengan kebodohan Roseanne Weasly, untuk apa dia menggoda Raja yang sudah memiliki kekasih itu padahal dia bisa saja mendapatkan sejuta pria jika menggunakan wajah cantik nya.
Tapi setelah bertemu Emmett, aku sadar bahwa Roseanne hanya boneka dari sang Ayah.
Emmett, Ayah yang memerintah kan nya menjadi wanita penggoda. Jenis ayah bajingan ternyata ada di dunia novel ini.
Roseanne mengorban kan harga diri nya demi selamat dari siksaan Emmett, tapi aku tidak bisa pastikan apa Roseanne tidak benar-benar menyukai Alexander.
Maksud ku--Dia bisa saja menyukai Alexander dari hati nya tanpa paksaan dari pihak ketiga, tapi aku yakin dia tidak akan bertindak sejauh ini sampai membahayakan nyawa orang lain.
Dari perlakuan Alexander juga bisa ku pastikan jika sebenarnya pria itu sudah sepenuh nya menaruh perhatian pada Roseanne.
Dari cara nya memandang Roseanne dan semua tingkah mesum nya membuat ku yakin, jika usaha Roseanne menarik perhatian Alexander itu berhasil. Iya BERHASIL!
Dan--untuk kejadian terakhir kali di Kerajaan Starland aku belum berani meminta maaf padanya, meski merasa bersalah tetapi harga diri ku meronta untuk tidak meminta maaf.
Lupakan!
Aurelia Ruby?
Aku tidak yakin wanita itu anggun seperti kelihatan nya, aku merasa ada hal besar yang dia sembunyikan dari banyak orang.
Hanya perasaan ku, tapi seandainya itu benar aku yakin hal itu adalah sebuah keburukan.
Untuk kejadian malam di danau biru, aku yakin itu hanya rekayasa dari Aurelia Ruby.
Sangat tidak mungkin Roseanne yang tidak tahu berenang menjatuh kan diri nya sendiri ke danau biru lalu menarik orang lain.
Cih! benar-benar tidak masuk akal!
__ADS_1
Aku ingin bertanya pada pelayan yang melihat kejadian malam itu, tapi tidak mungkin dia berpihak pada ku.
Huh! Aku harus tahu kejadian yang sebenarnya terjadi malam itu, karena kemungkinan menemukan jalan pulang lebih besar.
Logika nya, aku berpindah kedunia ini saat Roseanne tenggelam dan tubuh ku yang asli itu pingsan saat tertidur atau bahkan mati?
Aku tidak memungkiri kemungkinan buruk itu, sudah jelas jiwa ku berpindah kesini dan tidak mungkin tubuh bisa bertahan hidup tanpa jiwa kan?
Bertukar?
Tidak mungkin jiwa ku dan jiwa Roseanne bertukar tempat, karena fakta nya Roseanne hanyalah sebuah karakter ciptaan penulis. Dia tidak memiliki jiwa nyata seperti manusia.
Bicara tentang fakta, aku tidak bisa membedakan antara fakta dan fiktif semenjak berpindah ke dunia ini. Terlalu banyak kejadian fiktif yang aku alami dan bertentangan dengan fakta yang ada.
Aku hanya wanita modern yang sudah biasa mengaitkan suatu kejadian berdasarkan dengan fakta dan ilmu ilmiah lain nya.
Kesimpulan nya?
KESIMPULAN NYA AKU GILA
A K U G I L A
G I L A
G I L A
Sialan! Otak ku sudah berasap karena terlalu keras berpikir, tetapi tidak ada kesimpulan yang ku dapat.
Aha!
Jika ingin mengembalikan ingatan maka ulangi kejadian yang sama sebelum kau hilang ingatan!
Yaa--teori ini aku dapat dari sinetron-sinetron yang bertebaran di dunia ku...ups!
Jika seseorang mengalami kecelakaan yang menyebabkan hilang ingatan maka cukup dengan bentur kan kepala nya lagi agar ingatan nya kembali, seperti itulah praktek nya.
Jadi aku harus menenggelamkan diri di danau biru agar bisa mengingat kejadian sebelum nya.
Cemerlang bukan?
Wahh...baru kali ini aku berpedoman pada teori sinetron dan yaa--ini sedikit memalukan.
Tapi tidak masalah, tidak ada salah nya melakukan semua kemungkinan yang ada.
.
.
.
Aku berhasil kabur dari pengawasan Lela dan berjalan sendirian ke danau biru istana dan aku berharap tidak bertemu dengan siapapun sekarang karena aku harus fokus menjalankan rencana 'Reka ulang kejadian'.
Aku melirik sekitar tidak ada pengawal yang berjaga di sekitar danau ini, lagi pula ini sudah larut malam tidak mungkin mereka masih berkeliaran disini. Pasti tengah berjaga di depan ruangan tuan masing-masing.
Ku lepas jubah hitam ku dan menaruh nya di kursi terdekat, berjalan pelan menuju tepi danau yang tenang tak beriak.
__ADS_1
Meski hanya dengan pantulan cahaya bulan, danau ini masih terlihat sangat biru. Melongo ke dalam air jernih nya dan tidak terlihat apa-apa.
Huh! memang nya apa yang aku harapkan?
Melihat mermed?
Jiwa membara ku seketika menciut, mengingat Roseanne yang tidak bisa berenang bukan nya ingatan kembali yang ada aku malah mati karena tenggelam.
Aduh bagaimana ini, kalau aku tidak selamat. Harus nya tadi aku mengajak Lela, setidak nya dia bisa menolong ku jika aku tidak bisa muncul kepermukaan.
Sudalah!
Aku harus berani, demi ingatan kembali. Awas saja kalau teori dari sinetron itu tidak berguna akan ku tuntut mereka!
Dalam hitungan ketiga aku harus meloncat.
Satu....
Dua....
Tig....
Ah! Ulang-ulang tadi mental ku belum siap.
Satu....
Dua....
Tiga.....
B****bbyyuuuurrrr
Aku merasakan tubuh ku perih saat bersentuhan keras dengan permukaan air.
Aku berhasil meloncat....dan rasa dingin ini meyakinkan ku jika aku sudah benar-benar berada di dalam air.
Aku sengaja tidak melakukan pergerakan apapun agar lebih mudah tenggelam nya, baik sekarang harus apa?
Membaca mantra?
Ughhh Nafas ku mulai sesak, tidak ada lagi simpanan udara di paru-paru ku..
Ugh! Aku tidak bisa bernafas.....
Apa aku akan mati dan kembali ke tubuh asliku?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apakah teori sinetron akan berhasil?
***Jeng
jeng
nantikan di episode berikut nya***.
__ADS_1