The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Agresif VS Naif


__ADS_3

Alexander mengusirku setelah berucap perkataan yang tidak jelas maksudnya, mengikat ku langsung? Memang nya dia pikir aku sayur kangkung yang harus diikat hah, menyebalkan.


Keluar dari ruangan nya aku tidak berniat untuk langsung pulang ke kediaman Weasly, aku mengajak Lela untuk jalan-jalan sebentar kearah danau biru karena sudah sangat lama aku tidak menikmati pemandangan indah di sekitaran danau biru istana itu. Beberapa menit kemudian aku sampai dan langsung memilih duduk disalah satu kursi yang hanya berjarak satu langkah saja dari tepi danau, tujuan nya tentu saja untuk bisa melihat lebih dekat bayangan matahari sore yang dipantulkan sempurna oleh danau biru.


Meski Lela sudah memperingatkan ku agar tidak duduk disini, Lela takut aku tersandung gaun lalu terjatuh kedalam Danau mengingat fakta bahwa Roseanne Weasly tidak bisa berenang Lela yakin aku akan langsung tenggelam nanti nya.


“Tenang saja Lela, aku bisa berenang. Kau mau gaya apa? Kupu-kupu, ulat, kepompong?”


“Memang nya ada gaya berenang dengan jenis-jenis binatang nona?” Tanya Lela kebingungan.


“Ada! Tapi ada satu gaya yang paling terkenal lagi Lela” Jawab ku antusias.


“Gaya apa nona?”


“Berenang gaya batu….HAHAHAHA” Aku tertawa keras meski Lela tidak menangkap maksud candaan ku.


Aku mendengus “Kau tidak tahu gaya batu Lela?” Lela menggeleng tidak mengerti.


“Berenang gaya batu itu adalah gaya yang paling mudah dilakukan, tidak perlu melakukan apa-apa saat dalam air kau hanya perlu diam…diam…diaaam…lalu—“


“Tenggelam?” Lela menebak ragu.


“Yapss! Dua juta rupiah untuk Lela jangan lupa pajak ditanggung oleh pemenang\~\~” Pekik ku antusias menirukan salah satu acara game berhadiah yang pernah terkenal pada masa nya.


“Nonaa—“ Lela melongo bingung, yaa melihat reaksi nya aku yakin dia menganggap ku orang gila. Hanya tidak bisa berkata langsung saja.


“Huh aku hanya menghibur diri, namun sejak tadi candaan ku tidak ada yang masuk ke kepala mu Lela” Aku menyandarkan punggung ku lelah.


“Lupakan! Pokoknya aku bia berenang kau tenang saja”


Bagaimana ini, jika ucapan Alexander benar tentang aku yang sebenarnya terpilih menjadi pendamping nya di ramalan itu apa yang harus aku lakukan.


Kabur?


Tapi kemana?


Aku tidak tahu menahu seluk beluk dunia fiksi ini, kabur pun aku tidak akan bisa bertahan lama aku yakin Emmett akan mencariku sampai ke lubang tikus sekalipun. Tidak mungkin dia melepaskan ku begitu saja jika obsesi nya menjadikan ku pendamping Raja belum tercapai.

__ADS_1


Apalagi jika sekarang dia tahu jika aku lah yang sebenarnya terpilih, maka akan semakin gila dia mengekang ku.


Huh


Aku sangat penasaran siapa sebenarnya orang dibalik pemalsuan hasil ramalan itu, jika Alexander sudah menemukan buktinya kenapa tidak ada keributan sedikitpun dari masalah ini. Alexander terlihat santai meski dia sudah menemukan bukti dan menyelidiki nya dalam waktu belakangan ini.


Tidak ada persidangan yang terjadi seperti aku yang di sidang hanya karena ‘katanya’ berusaha melukai nona Ruby, tidak ada hukuman apapun bahkan para pejabat terlihat santai menikmati hidup mereka. Padahal ini menyangkut harga diri dari sebuah peraturan yang ratusan tahun lalu sudah dijalankan oleh kerajaan, ketika aku berpendapat saat rapat pejabat lalu mereka sibuk membantah ku sampai pejabat Ruby tidak bisa mengendalikan diri dan mencekik ku di rapat pejabat. Tapi lihat sekarang, saat semua nya yang ku katakan terbukti kenapa mereka hanya diam?


Benar-benar sialan!


Apa kesalahan dan hukuman hanya berlaku untuk ku saja, begitu?


“Nona Weasly”


Aku tersentak mendengar sapaan itu, lamunan panjang ku dibawah langit sore terganggu oleh makhluk fana yang menyebalkan ya siapa lagi kalau bukan Aurelia Ruby.


Wanita cantik bersurai cokelat terang itu nampak berbeda dari biasanya, tatapan nya yang biasa lembut dan bersikap anggun meski terkesan palsu itu tidak lagi terlihat. Apa dia sudah mulai menunjukkan ‘kulit’ aslinya?


Tatapan matanya tajam, langkah kaki nya yang melangkah kearahku terkesan terburu-buru sangat jauh dari kesan anggun.


PLAK


Pipi mulus glowing ku terasa panas dan kesemutan saat tangan Aurelia tanpa permisi melayang kuat menamparku.


“Nonaaa!” Seru Lela panik namun aku menghentikan langkahnya untuk mendekat, tatapan ku tidak lepas dari mata tajam milik Aurelia.


“Apa-apaan ini nona Ruby?” Tanya ku dengan gigi bergemeletuk menahan amarah.


“Ini balasan dariku karena kau tidak menuruti apa yang aku inginkan, bukankah sudah ku peringati untuk tidak menggoda Yang Mulia? Berhenti bersikap murahan seperti ini nona Weasly” Cercah Aurelia marah.


Lagi?


Apa hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulutnya, tentang menggoda dan tergoda ini ternyata tidak akan pernah selesai ya.


“Lalu?” Tanya ku menantang.


“Aku bilang berhenti tetatpi kau tetap melakukan nya sampai sejauh ini—“

__ADS_1


“Tidak! Maksud ku LALU kenapa jika aku tidak mau berhenti hm?” Tanya ku sinis dengan bersidekap dada menantang nya.


“Kau menantang ku?” Sargah nya geram.


Aku mengangguk cepat “Ya, maaf mengecewakan mu nona Ruby. Awalnya aku ingin bersikap manis sebab kita sesama wanita tetapi semakin kesini kau semakin menguji kesabaran ku yang setipis attitude mu ini, terus menghina ku dengan berbagai kata kotor yang aku rasa tidak pantas keluar dari mulut seorang CALON RATU. Ah atau lebih tepatnya MANTAN CALON RATU….”


“Aku semakin merasa tertantang melakukan apa yang kau larang, jika begini terus aku tidak yakin Yang Mulia bisa terus berada di pihak mu. Dan sikap mu yang ketakutan ini—“ Aku menatap remeh padanya dari bawah sampai atas “Membuat ku semakin yakin jika PESONA ku wanita penggoda ini Jaaauuuuuhhhhh lebih besar daripada mu si Wanita SUCI!” Aku terkekeh sarkas.


“Aku tidak takut pada mu Weasly!” Aurelia maju mencondongkan tubuhnya kearahku.


“Benarkah? Baguslah jika kau tidak takut, akan sangat membosankan sekali suatu permainan jika lawan kita ketakutan” Mendengar ucapan sinis ku Aurelia semakin marah.


“Kau benar-benar ingin menantang ku rupanya…” Seringai kecil terbit dibibirnya “Kau tidak tahu siapa aku dan apa yang bisa ku lakukan untuk menyingkirkan mu nona Weasly, jadi bersikap manis lah padaku” Ujarnnya penuh ancaman.


Aku menoleh iba kearah Lela “Aw aku ketakutan Lelaa….Hahah” Aku sengaja menertawai nya untuk memancing emosi nya.


”Untuk apa aku harus bersikap manis pada seseorang yang selalu ketakutan MILIKNYA aku ambil disaat aku tidak melakukan apapun. Aku diam saja kau sudah ketakutan nona Ruby lalu bagaimana jika aku lebih agresif merebut MILIKMU?” Aku maju selangkah lalu berbisik “Ku pastikan kau tidak akan dapat apa-apa”


Setelah berbisik aku mundur ketika melihat raut wajah nya yang marah seperti orang tengah menahan hajat buang air membuat ku tertawa.


“Sebenarnya ada hal yang lebih penting kau lakukan daripada datang padaku dan menampar ku nona Ruby, aku sarankan jika memang ingin Yang Mulia tetap menjadi milikmu lebih agresif lah dalam mempertahankan nya. Misalnya menjajahkan tubuh mu padanya” Ucap ku sinis.


“Aku beritahu satu hal, pria itu lebih menyukai wanita yang ‘AGRESIF’ bukan wanita yang ‘NAIF’. Apalagi palsu seperti dirimu nona Ruby” Ujar ku mengejek lalu tertawa sini.


Setelah puas membalas dendam, aku mundur dan berbalik hendak pergi namun tiba-tiba tangan kecil Aurelia menarik lengan ku kuat dan mendorong ku kearah tepi danau. Karena kurang keseimbangan aku pun terpeleset.


“NONAAA!!!”


Terakhir kali aku bisa mendengar teriakan Lela sebelum tubuhku terhempas dengan air dingin nya danau.


BYUURRRR


...👑👑👑...


Sesuai permintaan aku update sedikit banyak hehe


Jangan lupa dukungan nya yaa ;)

__ADS_1


__ADS_2