
...THE HEAVEN KINGDOM...
“Duduk mengobrol biasa? Apa yang kalian obrol kan sampai tidak sadar dengan keadaan sekitar?” Alexander terus bertanya.
Untuk apa kami memerhatikan keadaan sekitar, tidak akan ada hal yang mengancam disekitar istana karena penjagaan nya sangat ketat. Tapi tunggu—aku baru menyadari sesuatu. Apa dia melihat aku dan Leon secara langsung?
“Hanya beberapa hal saja Yang Mulia” Jawab ku sekena nya, tidak mungkin beritahu semua kan tuan.
Huufffttt
Kudengar helaan nafas Alexander yang terasa berat, dia seperti nya sedang bekerja keras meredam emosi nya yang menggebu sejak tadi. Yang benar saja, tidak mungkin kan dia emosi karena melihat ku duduk berduaan dengan Leon di Danau biru.
“Ada apa Yang Mulia?” Tanya ku memastikan karena setelah menghela nafas dia hanya diam memandang ku.
“Lupakan” Jawab nya setelah beberapa saat hening.
“Baik Yang Mulia” Jawab ku patuh dan keadaan semakin canggung. Dia yang diam dengan aku yang tidak tahu harus bicara apa.
“Emm—hamba per—“
“Katakan tujuan mu menemui ku!” Ucap Alexander memotong ku, kaki panjang nya berjalan kearah kursi yang ada di pojok ruangan lalu duduk dengan tenang.
__ADS_1
Tidak ingin mengajak ku duduk heh!? Tega sekali.
“Hamba hanya ingin menanyakan perihal bulan surga Yang Mulia” Ucap ku langsung.
Alexander yang mula nya memejamkan mata pun kontan membuka mata nya dan menatap ku nyalang. Terus begitu seolah memerintahkan ku untuk melanjutkan.
“Lebih tepat nya hamba ingin bertanya kapan bulan surga itu timbul, Yang Mulia” Demi apapun, aku gugup sekali berbicara dibawah tekanan aura nya yang mendebarkan.
“Punya kepentingan apa kau menanyakan itu padaku?!” Sarks nya marah.
“Ti tidak ada kepentingan apapun Yang Mulia, hamba hanya ingin memastikan. Kata Duke Eros hanya Yang Mulia seorang yang bisa menebak kapan bulan surga timbul”
“Jadi kau ingin bertemu dengan ku atas suruhan Duke Eros dan kalian berdua membicarakan ku dibelakang?” Tanya nya dingin.
“Tidak Yang Mulia, hamba tidak disuruh oleh siapapun. Ini keinginan hamba sendiri” Jawab ku lugas.
“Kemari!” Suara nya memerintah.
Apa nya yang kemari? Bicara yang jelas, otak ku tidak bisa memproses perintah yang setengah-setengah tuan.
“Kau tidak dengar, aku bilang kemari!” Bentak nya marah karena aku tidak beranjak sejak tadi.
__ADS_1
Dengan gugup aku menyeret gaun kembang ku mendekat kearah kursi tempat Alexander duduk, setelah itu aku hanya berdiri menunggu perintah selanjut nya.
“Duduk!”
Hah dia bercanda, memerintahkan ku duduk sedangkan kursi hanya ada satu dan itupun sudah dia tempati lalu aku duduk dimana?
Ah! Mungkin dia menyuruh ku duduk dilantai, yaa duduk bersimpuh layak nya budak. baiklah kali ini aku menurut demi mencapai tujuan.
Dengan gerakan pelan aku merapikan ujung gaun ku agar tidak menghalangi saat duduk bersimpuh.
Baru saja lutut ku hampir menyentuh lantai suara Alexander menghentikan gerakan ku.
”Siapa yang menyuruh mu duduk dilantai!?”
Terus kalau tidak duduk dilantai aku harus duduk dimana dipangkuan mu, Cih jangan bercan—
“Duduk disini”
Hah— aku melongo bodoh saat Alexander memberi gerakan isyarat dengan menunjuk kedua kaki nya.
Dia benar-benar gila, menyuruh ku untuk duduk dipangkuan nya.
__ADS_1
“Ti tidak perlu Yang Mulia, lebih pantas hamba duduk disini” Dengan gerakan cepat aku duduk bersimpuh menumpukan kedua lutut ku di lantai dan menunduk dalam.
...👑👑👑...