
“Se..sejak kapan kau berdiri disitu?” Tanya ku gugup. Menatap sosok yang berdiri tak jauh dari ku.
Aurelia Ruby yang mendengar suara ku juga ikut menoleh kebelakang, dan menemukan sosok yang baru saja ku tanyai.
“Keberkahan pada Yang Mulia dan Heaven Land\~” Dengan cepat Aurelia Ruby berdiri dan memberi hormat.
“Ya” Sahut nya singkat dan melirik Aurelia Ruby sekilas lalu menatap ku lagi.
“Aku menyuruh mu kembali, bukan?” Alexander bertanya.
Hah, dia bertanya padaku atau nona Ruby. Karena tidak ingin dianggap terlalu percaya diri jadi aku abaikan saja.
“Kau tidak dengar?” Tanya nya lagi, kali ini aku yakin dia sedang bertanya padaku karena mata biru menyala itu menatap tajam kearahku.
“Ah…itu aku hanya ingin istirahat sebentar disini…” Masih gugup, karena jujur saja aku takut dia mendengar semua obrolan ku dengan nona Ruby.
“Lalu, mau sampai kapan berdiam diri disitu?”
Oh ayolah, bisakah kau menyebutkan nama orang yang sedang kau tanyai diujung kalimat mu. Ini sungguh membingungkan.
“Roseanne Weasly” Tegas nya.
Cenayang, dia bisa membaca isi pikiran ku barusan. Wahhh.
“Ya, aku akan pergi” Gumam ku kesal.
Alexander pasti sengaja mengusir ku dari sini karena ingin berduaan dengan kekasih nya tersayang.
Huh, aku melupakan fakta bahwa sepasang kekasih ini memang sudah biasa menghabiskan waktu berdua di sekitaran danau biru. Pantas saja nona Ruby bisa berada di sini ternyata sudah janjian mau ketemu ayang.
Ah, tadi Alexander sengaja mengusirku dari ruangan nya juga pasti karena sudah ada janji bertemu nona Ruby.
Kenapa tiba-tiba aku merasa kesali ya?!
__ADS_1
“Selamat menikmati waktu nya Yang Mulia Raja dan nona Ruby, hamba permisi”
Tidak ingin menggangu waktu mereka lebih lama lagi, aku memutuskan segara berhembus dari sini.
Aku berlari kecil dengan terburu-buru sampai Lela yang mengikuti ku di belakang panik ikut berlari mengejar.
“Lancang sekali, aku menyusul mu sampai ke danau biru tapi kau seenaknya pergi begitu saja!” Suara datar itu membuat langkah ku berhenti.
Aku berbalik dan menemukan tubuh menjulang Alexander yang tengah berjalan pelan mendekat kearahku. Lah kenapa dia malah menyusulku. Mana nona Ruby.
“Sedang apa?” Aku melihat kearah belakang Alexander dan tidak menemukan keberadaan nona Ruby.
”Mari jalan” Perintah nya sambil melanjutkan langkah melewati ku begitu saja.
“Sedang apa!?” Pekik ku pelan menyamakan langkah dengan Alexander.
Sikap acuh Alexander membuat ku geram sekali.
Akibat tarikan ku pada jubah nya, langkah Alexander terhenti lalu menatap jemari ku yang masih menahan ujung jubah nya.
GREP
Tangan besarnya meraup jemari ku dan menyeret ku paksa.
”Ayo kembali, malam semakin dingin” Ucap nya datar.
“Kau hendak mengantarkan ku kembali?”
Alexander mengangguk saja tidak melepaskan tautan jemari kami.
“Kau meninggalkan nona Ruby sendirian disana, kenapa?”
“Bukan nya kau ke danau biru karena ingin bertemu nona Ruby, lalu kenapa kau meninggalkan nya. Pergilah, aku bisa kembali sendiri!” Ucap ku sambil berusaha melepaskan tautan jemari kami.
__ADS_1
“Hei! Kau dengar? Lepaskan aku bisa kembali sendiri, pergilah nona Ruby pasti menunggu mu” Tarikan kuat ku tidak berefek sedikitpun.
PLAK
Aku memukul punggung nya kuat menggunakan lengan ku yang bebas.
”Kau tuli, lepaskan!” Maki ku keras.
Alexander kontan berhenti lalu berbalik dan menatap ku tajam. Seketika aku merinding, seperti nya dia marah karena aku telah memukul nya.
Matilah aku!
“Ma..maaf—“ Cicit ku terbata menunduk ketakutan.
”Aku menghampiri mu bukan dia” Sambar nya tegas.
“Hah?”
”Aku menyusul mu karena ingin mengantar mu kembali, ini sudah malam dan kau tidak membawa pengawal pria” Ucap Alexander menjelaskan.
“Hah?”
“Ck! Bodoh” Decak nya kesal, mengabaikan wajah cengo ku Alexander kembali menarik lenganku kali ini lebih lembut.
“Hah?”
“Sekali lagi kau berkata hah, akan ku cium kau sampai tidak bisa bernafas!”
“Ha—“
Aku langsung membekap mulut ku cepat saat sadar dengan ancaman yang dia ucapkan.
Tidak! Aku tidak mau!
__ADS_1