The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK__ Kuda Tampan


__ADS_3

Aku menyerah dan akhirnya ikut dengan Leon menuju festival rakyat tentu saja dengan penyamaran identitas, aku tidak memakai gaun mewah yang melambangkan wanita bangsawan melainkan memakai gaun sederhana serba hitam penutup kepala dan selembar kain menutupi bagian mulut sampai hidung. Begitu juga dengan Leon, dia tidak memakai atribut yang bisa menunjukkan identitas nya sebagai seorang Duke hanya mengenakan pakaian layaknya rakyat pria biasa yang berbeda hanya pedang yang selalu tersampir dipinggang kirinya.


Ku rasa itu benda wajib yang selalu dia bawa meski dalam keadaan menyamar sekalipun yaa semacam perlindungan diri. Itu yang aku tangkap dari penjelasan Alexander saat aku tanyakan mengapa selalu membawa pedang.


Sial, aku jadi mengingat pria brengsek itu.


Alasan kami menyamar semata-mata agar bisa bergerak dengan bebas ditempat ramai, karena bagi sebagian rakyat akan merasa curiga dan was was saat ada para bangsawan di sekitar mereka.


Sampainya di pelataran rumah Weasly aku terkejut melihat seekor kuda hitam yang berdiri gagah tidak jauh dariku dan Leon


Menyadari keterkejutan ku, Leon langsung menerangkan "Kita akan pergi menaiki kuda, Lily" Leon berlalu untuk mendekati kudanya.


Meski masih terkejut aku tetap mengekori Leon, dilihat dari dekat kuda ini sangat tampan dan gagah. Susah dijelaskan bagaimana aku bisa menilai kuda hitam ini tampan tetapi memang begitu adanya.


"Tampan sekali" Gumam ku tanpa sadar tapi masih terdengar oleh Leon.


"Aku tampan? Hem tentu saja" Balas Leon penuh percaya diri.


"Cih, yang aku bilang tampan itu kuda mu bukan kau tuan Duke" Sinis ku telak.


"Tentu saja kuda nya tertular ketampanan dari pemiliknya" Sahut Leon tidak mau kalah, dia menurunkan beberapa tali dari punggung kuda yang tidak aku mengerti apa fungsinya.


Yaa aku akui Leon memang tampan tapi tentu saja aku gengsi untuk mengakui, apalagi Leon yang sekarang sangat percaya diri yang ada dia akan terus meledek ku.


"Kenapa kita harus naik kuda, kemana kereta-"


"Demi penyamaran" Potong Leon singkat.


Aku mengangguk mengerti "Tapi aku tidak pernah naik kuda Leon"

__ADS_1


Boro boro naik kuda, melihat kuda secara langsung saja ini pertama kali nya bagiku.


"Jangan bilang...ini pertama kali kau melihat kuda secara langsung?" Tebakan Leon membuat ku menunduk malu.


Gelengan tak percaya Leon semakin membuat ku malu "Entah apa yang kau lakukan selama hidup mu Lily"


"Tentu saja bekerja!! Jangan sepele ya, di dunia ku. Aku ini pekerja keras tau, wanita karier yang super sibuk sampai tidak punya waktu untuk ke kebun binatang!" Seru ku tidak terima.


"Ya baiklah wanita pekerja keras dan super sibuk" Meski memuji, aku tau Leon masih mengejek ku.


"Sekarang aku tanya, kau pernah melihat komputer tidak? Handphone, tablet, pesawat, helikopter, tuyul, kuntilanak, poc--"


"Cukup! Aku tidak tau dan tidak mau tau hal-hal aneh yang kau sebutkan tadi nona Lily, sekarang ayo aku bantu naik" Leon mengulurkan tangan nya.


"Aku tidak bisa...aku takut" Cicit ku pelan, menatap punggung kokoh kudah tampan itu.


"Tidak apa, akan ku pegangi" Bujuk Leon pelan.


Dimodali rasa percaya pada Leon, aku menaiki kuda dengan arahan Leon dan bantuan nya.


Tidak lama aku berhasil duduk meski masih gemetaran.


"Tenang ya tampan, aku tidak berat kok" Bujuk ku pada kuda tampan, sebelum dia mengamuk.


Tidak berapa lama Leon menyusul menaiki kuda dengan mudah ya tentu saja karena dia sudah biasa. Kedua lengan kokoh nya melewati pinggang ku untuk menggapai tali yang terhubung dengan leher kuda tampan.


"Le leon" Panggil ku gugup saat kuda tampan yang mulai bergerak saat Leon menarik tali.


"Tenang saja kau tidak akan jatuh, ada aku" Suara berat Leon terdengar sangat meyakinkan membuat ku sedikit tenang.

__ADS_1


Tidak berapa lama Kuda tampan mulai berjalan pelan membuat jantung ku berdegup kencang ketakutan.


"LEON!" Pekik ku takut sambil memejamkan mata dan tanpa sadar aku menyandarkan punggung ku pada dada bidang Leon.


"Takut?" Bisikan Leon terdengar jelas ditelinga ku karena jarak kami yang sangat dekat.


Jantung ku semakin berdebar tidak karuan, entah karena hembusan nafas Leon yang tepat ditelinga ku atau ketakutan karena kuda. Tidak bisa ku bedakan.


"I..iya" Jawab ku gugup.


"Tak apa, pejamkan saja matamu" Perintah Leon kembali berbisik ditelinga ku.


Detik berikutnya aku merasakan Lengan kokoh Leon mendekap pinggang ku erat. Sontak aku membuka mata.


Ku lihat lengan kiri Leon mendekap pinggang ku sedangkan lengan kanan nya masih memegangi tali pemacu kuda. Aku mendongak dan tak sengaja bertemu tatap dengan Leon yang juga menunduk untuk melihat ku.


Deg


Deg


"Ngomong ngomong tuyul itu sejenis apa?"


Byaarrrrr


Rasa berdebar yang sempat aku rasakan tadi seketika hilang, saat Leon menanyakan hal random itu disaat yang tidak tepat.


...🌹🌹🌹...


Anne yang di dekap erat utor yang baper berat.

__ADS_1


Ada yang sama dengan utor?


__ADS_2