
.Hening~~
Setelah beberapa detik tamparan keras ku melayang Aurelia Ruby tidak lagi mengeluarkan suara, tangan nya sibuk menekan pipi kirinya yang berbekas merah akibat tamparan ku.
Aku yakin pasti rasanya sakit, karena aku menamparnya dengan sekuat tenaga dan sekuat amarah. Persetan jika ini akan berujung panjang dipengadilan yang penting aku bisa menghentikan mulut sial nya dalam mengataiku.
"Mulutmu tidak pantas mengataiku seperti itu nona karena kau tidak lebih baik dari aku" Ucapku penuh amarah.
.
Seperti yang ku duga, tamparan ku kemarin akan berujung panjang ya seperti hari ini.
"Apa menurut kalian aku tidak memiliki pekerjaan penting selain mengurusi pertengkaran dua wanita huh?"
Suara dingin Alexander dibalik meja besarnya itu tidak membuat ku takut sama sekali.
"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba tidak berniat untuk mengganggu pekerjaan Yang Mulia tetapi. hamba hanya ingin meluruskan kesalahpahaman" Sambut Aurelia lemah lembut.
"Kesalahpahaman apa?" Alexander menatap ku dan Aurelia bergantian dengan tatapan tajam.
"Hamba menjawab, wanita ini telah mencoreng nama baik Yang Mulia Raja karena kelakuan nya" Adu nya dengan wajah mendunduk.
__ADS_1
Meski geram aku tidak bereaksi apapun dan Alexander diam menunggu kelanjutan cerita dari Aurelia.
"Keterlibatan nona Weasly dia penyelidikan kasus perlelangan budak ilegal itu membuat orang lain berpikir bahwa Yang Mulia Raja adalah pria yang tidak setia...tenang saja hamba sama sekali tidak percaya dengan gosip itu, hamba hanya tidak suka nama baik Yang Mulia Raja tercoreng padahal nona Weasly lah yang lebih dulu menggoda Yang Mulia Raja" Jelas Aurelia menyudutkan ku.
Alexander langsung mendongak dan melihat kearah ku, sepertinya dia terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.
Sialan sekali bukan, aku bahkan sudah disudutkan oleh dua manusia karena kecerobohan nya yang melibatkan ku dalam kasus itu namun dia bertingkah seperti tidak tau apa-apa.
"Hamba tau pasti nona Weasly yang menggoda Yang Mulia Raja untuk mengajak nya ke festival rakyat itu, sedangakan biasanya hamba lah yang diajak" Lanjut Aurelia karena Alexander tak kunjung bersuara.
Hati dan telinga ku sudah panas, tapi ku biarkan saja aku ingin melihat sejauh mana Alexander bisa menjelaskan dan mempertanggung jawabkan kelakuanya. Aku tidak menggoda nya, tapi dia sendirilah yang dengan sadar mengajak ku juga....
Aku ingin tau apa alasan yang dikatakan Ragnar itu benar adanya? Jikapun benar aku ingin mendengarnya langsung.
"Bantuan apa Yang Mulia Raja, hamba juga bisa membantu jika diminta tidak perlu sampai mengajak nona Weasly dan mencoreng nama baik Yang Mulia sendiri" Sanggah Aurelia lembut tetapi tatapan nya memancarkan ke kecewaan.
"Tidak, hanya nona Weasly yang sesuai dengan apa yang aku inginkan untuk penyelidikan"
Deg!
Apa maksudnya aku sesuai untuk jadi wanita penghibur?
__ADS_1
Kepala aku yang tadinya menengadah sombong dan percaya diri kini tidak sanggup lagi ku angkat.
"Sesuai bagaimana Yang Mulia?"
Sialan Aurelia Ruby yang terus mendesak jawaban dari Alexander yang tidak ingin aku dengar.
"Ya karena aku membutuhkan wanita yang bisa menyerupai wanita penghibur--"
Benar! Apa yang dikatakan Ragnar memang benar.
"Maksudnya, nona Weasly menawarkan diri untuk menjadi wanita penghibur?" Tanya Aurelia tidak percaya.
Tidak! Aku tidak menawarkan diri!!
Ingin berteriak, tapi suara ku rasanya tidak bisa keluar.
"Ya"
Deg
Aku menatap Alexander lamat begitu juga Alexander membalas tatapan ku tanpa ekspresi apapun, aku kecewa sungguh.
__ADS_1
"Bahkan nona Weasly dengan baik hati menawarkan diri untuk memakai gaun terbuka untuk mendalami peran, bukan kah itu menguntungkan. Jika itu nona Ruby, aku yakin tidak akan mau melakukan hal memalukan seperti itu bukan?" Tanpa rasa iba, Alexander semakin memojokkan ku. Sehingga Aurelia Ruby menatapku rendah.
"Tentu saja hamba tidak ingin seperti itu, berpakaian terbuka layaknya wanita penghibur hanya demi menyamar. Bagaimanapun hamba harus tetap menjaga nama baik keluarga dan kerajaan" Aurelia Ruby berucap meyakinkan "berbeda dengan nona Weasly yang mungkin sudah biasa melakukan hal seperti itu" Cicit nya pelan namun penuh celaan.