
Pejabat Ruby dan peramal kepercayaan sepertinya tengah terlibat obrolan serius terlihat dari mimik wajah mereka saat mengobrol dengan posisi peramal kepercayaan kerajaan duduk di kursi kayu dan pejabat Ruby berdiri tegak dihadapan nya dan sangat mengintimidasi.
"Dia sedang di introgasi?" Tebak ku bingung, kualihkan pandangan ku dari celah rumah pada wajah tegang Roseanne.
Meski tengah kebingungan dengan situasi yang tengah aku alami, beberapa waktu yang lalu aku baru saja berada di bukit Khuld bersama pria tua lalu sekarang entah bagaimana cara nya aku sudah berada ditempat lain dengan pemandangan aneh ini.
Kepala ku bekerja keras untuk memproses semua nya karena larut dalam kebingungan tidak akan membuat ku bisa keluar dari situasi ini, yang ada dalam kepala ku saat ini hanyalah untuk apa aku dikirim kesini dan bertemu dengan Roseanne Weasly.
"Kenapa kau sangat ketakutan?" Bisik ku lirih pada Roseanne "Apa yang kau temukan disini, bisa beritahu aku?" Layaknya orang bodoh, aku terus mengajak Roseanne Weasly berbicara meski dia tidak bisa mendengarku.
BRAK!!
Bunyi bantingan benda yang sangat keras mengagetkan ku dan Roseanne, bunyi keras itu berasal dari dalam rumah tua. Bukan nya lari Roseanne justru semakin mendekat lalu mengintip dari celah "Hei kau ketakutan tapi kenapa tidak pergi saja dari sini!?" Tegur ku.
Huh daripada aku bicara seperti orang gila lebih baik aku mengikutinya saja, aku berdiri lebih dekat disamping Roseanne sehingga bisa melihat keadaan didalam rumah melalui celah.
__ADS_1
Posisi awal sudah berbeda, jika tadi si peramal duduk dikursi maka sekarang beliau sudah duduk bersimpuh dilantai dan menunduk hormat pada pejabat Ruby kursi yang di gunakan tadi sudah teronggok tak berbentuk disamping si peramal.
"Kau harus mengikuti perintah ku!!" Geraman amarah terdengar dari pejabat Ruby.
"Ma..maaf tuan, hamba tid..."
BRAAAKK
Belum sempat si peramal selesai dengan kalimat nya, pejabat Ruby sudah menendang keras kursi rusak itu lagi.
"Jika kau berani melawan perintah ku, kau berakhir sama seperti kursi ini" Desisan penuh ancaman berasal dari pejabat Ruby, dia menunjuk angkuh pada kursi yang sudah hancur.
Peramal itu terlihat sangat ketakutan dengan pejabat Ruby "Waah seperti nya ada konspirasi disini, aku harus--"
KREEEK
__ADS_1
Aku menoleh dan menemukan Roseanne yang terduduk lemas di tumpukan ranting-ranting pohon diantara semak-semak tempat kami bersembunyi "Kau...kau kenapa?" Bisik ku pelan.
"Ada orang disana?" Seruan itu berasal dari pejabat Ruby yang seperti nya mendengar keributan yang diperbuat Roseanne.
"Astagaa!!" Kontan aku panik, ingin membantu Roseanne berdiri tapi tidak bisa berteriak pun juga tidak didengar.
"Aku mendengar suara dari luar, tangkap apapun yang kalian temukan diluar sana!! Cepat!!" Aku semakin panik mendengar seruan pejabat Ruby memerintahkan pengawalnya.
"Hei! Hei kau harus segera pergi dari sini atau mereka akan menangkapmu!!" Seru ku panik melihat Roseanne yang masih terduduk dengan pandangan kosong tidak menyadari keadaan sekitar.
Astaga sempat-sempatnya dia melamun disaat seperti ini.
"Anne--"
Tap tap tap
__ADS_1
Tap tap tap
bersambung~