
“Iy…iyaa aku hanya bercanda” Jawab ku tergagap.
Dia meletakkan gulungan kertas itu keatas meja dengan kasar laku mendekat kearah ku dengan langkah tegasnya.
“Dengar—“ Bisik nya setelah berhenti tepat dihadapan ku “Aku tidak suka kau menyebut siapapun didepan ku, meskipun kau bercanda!” Tekan nya dingin.
“Yaa” Jawab ku singkat, tidak ingin memperpanjang masalah.
Drap drap
Langkah seorang pengawal datang mendekat kearah kami.
“Maaf menganggu Yang Mulia, tetapi ada nona Ruby di depan meminta ingin menemui Yang Mulia” Pengawal itu menunduk hormat.
Alexander mengernyit heran dan wajah nya terlihat tidak senang.
“Kenapa wajah mu begitu, yang datang adalah calon Ratu mu” Sindirku keras.
Pelayan yang sedang menunduk itu kontan mendongak menatap ku horor, ya aku tahu pasti dia menatap ku begitu karena bicara lancang pada Raja.
Alexander menatap ku datar “Diamlah!”
Aku hanya mendengus acuh, yaa urusan mu sih.
“Izinkan dia masuk” Jawab Alexander akhirnya, pengawal itu pun pamit keluar setelah mendengar perintah.
__ADS_1
“Kalau begitu, aku pergi dulu. Takut saja keberadaan ku menganggu waktu kalian” Ucap ku sadar diri dan menunduk sebentar memberi salam.
Baru selangkah mundur suara datar itu menghentikan langkah ku.
”Siapa yang mengizinkan mu pergi, hm?”
“Lalu untuk apa—“
Belum sempat aku selesai bicara, suara lembut Aurelia Ruby sudah terdengar.
“Keberkahan pada Yang Mulia dan Heaven Land\~” Salam hormat terdengar, Aurelia Ruby berdiri di dekat pintu yang baru saja tertutup.
Alexander melirik nya sekilas, lalu menatap ku “Tetap disini, sampai aku mengusirmu” Bisik nya pelan dan berjalan menuju kursi di ujuang ruangan.
Aurelia Ruby yang berjarak cukup jauh, ku rasa tidak mendengar bisikan Alexander tadi.
Sialan, aku yang datang sejak tadi tidak dipersilahkan duduk oleh nya malah aku diajak berdebat dan dibentak-bentak sampai banting meja pula.
Huh! Sabar, orang sabar mirip Jisoo blackpink.
HAHAHAAHAHAH
Aku tetap di posisi ku sedangkan Aurelia Ruby sudah beranjak menuju kursi yang tersedia, dia menatap sombong kearah ku sekilas.
Pasti dia mau pamer karena hanya dia saja yang dipersilahkan duduk.
__ADS_1
“Apa nona Weasly tidak persilahkan duduk juga Yang Mulia?” Aurelia Ruby bertanya lembut pada Alexander.
Alexander melirik ku datar dan ku balas melotot, biar saja.
”Tidak, itu hukuman untuk nya” Sahut Alexander datar.
“Hukuman? Memangnya nona Weasly melakukan kesalahan apa pada Yang Mulia?” Aurelia Ruby terus bertanya.
“Kesalahan fatal, karena sudah bercanda hal yang tidak lucu” Jawab Alexander namun Aurelia Ruby yang tidak tahu duduk perkara nya hanya mengernyit bingung.
Mungkin hendak bertanya lagi, tapi wajah melihat wajah datar Alexander membuat dia mengurungkan niat.
“Ada perlu apa nona Ruby datang?” Tanya Alexander langsung, sudah mengabaikan keberadaan ku yang malang.
Aku yang malang harus jadi obat nyamuk diantara pasangan kekasih ini.
“Emm—maaf jika hamba datang tanpa pemberitahuan sebelumnya dan menganggu waktu Yang Mulia Raja dengan nona Weasly, tetapi hamba kesini sebab ada hal yang ingin hamba bicarakan” Ucapnya sangat lembut.
Cuh bermuka seribu, ku duga pasti dia datang kesini memang sengaja karena tahu aku ada disini.
“Ingin membicarakan apa?” Tanya Alexander.
“Hamba ingin membicarakan, perihal pengadilan untuk ayah besok. Bisakah Yang Mulia Raja meminta pada nona Weasly untuk tidak memperberat hukuman pada ayah?”
Waahhhh tujuan nya masih sama ternyata, tidak dapat jawaban dariku sekarang dia sengaja mencari sekutu yang kuat.
__ADS_1
Awas kau!