The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
Drama Protagonis


__ADS_3

“Nona Weasly, kami mengagumi sikap bijak dan baik hati nona Weasly dalam menyikapi persidangan hari ini. Nona Weasly dengan mudah memaafkan kesalahan pejabat Ruby” Berbeda dengan pejabat lain yang mempromosikan puteria mereka, pejabat Eros justru memuji ku.


“Siapapun pernah melakukan kesalahan pejabat Eros, aku hanya berusaha bersikap ikhlas dan tidak memperpanjang masalah yang ada” Jawab ku manis.


“Kau terlalu baik nona Weasly, sebenarnya kami berharap nona Weasly mengutarakan hukuman yang berat pada pejabat Ruby agar tidak bersikap angkuh dilain waktu”


“Benar, jika aku yang menjadi mu nona aku akan menghukum seberat mungkin agar pejabat Ruby malu”


Berlanjutlah beberapa pejabat yang menyayangkan sikap bijak dan baik hatiku. Meksi begitu ada selipan pujian yang aku dapatkan dari mereka.


“Pejabat Emmett” Sapa pejabat Eros saat Emmet mendekati kami.


Emmett mengangguk “Apa sudah selesai obrolan dengan puteri ku? Kalau sudah aku ingin membawa nya” Tanya Emmett datar dan menatap ku.


“Ah, sudah selesai pejabat Wealsy kami hanya berbicara beberapa hal. Silahkan-“ Pejabat Eros mempersilahkan Emmett.


“Emm—aku permisi dulu yaa tuan-tuan pejabat terimakasih untuk pujian dan undangan nya” Lagi, aku harus berbicara lembut dan senyum manis.


“Yaa….kami berharap nona Wealsy segera memberitahu ketersediaan nya untuk datang ke kediaman kami” Ucap pejabat yang mempromosikan anaknya tadi.


“Baik, kami permisi dulu” Aku membungkuk sopan, lalu berjalan mengikuti Emmett yang sudah duluan.

__ADS_1


“Dia nona yang baik”


Sampai akhir, aku masih bisa mendengar mereka memuji ku.


Hahahah.


.


.


.


Baru saja memasuki ruang kerja Emmett aku sudah disemprot oleh pria tua itu.


“Bersikap bijak dan baik hati huh? Haha lucu sekali” Emmett mengejek ku dengan kata pujian yang dia dengar dari pejabat tadi.


“Bukan kah aku sudah menyuruh mu memberi hukuman yang berat serta mempermalukan keluarga Ruby tapi apa yang kau lakukan, memaafkan nya dengan mudah” Emmett mencerca ku dengan sepenuh jiwa raga.


“Dasar anak bodoh tidak berguna!!” Seru Emmett murka.


“Ayah, dengarkan aku dulu” Sebelum kemurkaan Emmett mencapai puncak, aku harus menjelaskan secepatnya.

__ADS_1


“Sebaiknya kau memberi alasan yang bisa ku terima, jika tidak habis kau!”


“Aku sengaja melakukan hal itu ayah, untuk menarik perhatian dari Yang Mulia Raja dan pejabat lain” Emmett diam, sepertinya dia menunggu ku untuk menjelaskan lebih lengkap.


“Ayah dengarkan para pejabat itu memuji ku itu artinya kita selangkah lebih maju daripada keluarga Ruby terutama nona Ruby. Andai aku memilih untuk menjatuhkan hukuman pada pejabat Ruby maka tidak ada hal yang istimewa karena memang itu sudah wajar dilakukan tetapi ketika aku melakukan hal sebaliknya dengan memaafkan pejabat Ruby, itulah letak istimewa nya keluarga Weasly. Kita bisa memanfaatkan situasi ini untuk menarik perhatian mereka secara perlahan agar berpihak pada kita. Lalu ketika suatu hari nanti kita melakukan pemberontakam tentang sistem pemilihan pemimpin masa depan kita bisa mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Urusan akan lebih mudah jika pemberontakan dilakukan oleh banyak pihak” Jelas ku panjang lebar.


“Sederhana nya, aku hanya mengganti metode untuk mendekati Raja. Jika aku tetap pada metode menggoda nya maka citra keluarga Weasly akan buruk dimata mereka dan kedepan nya akan sulit untuk bisa mencapai sisi Raja. Tetapi dengan bersikap baik hati dan bijak seperti ini kita mendapat banyak keuntungan ayah” Lanjut ku.


“Mereka akan terus membandingkan ku dengan nona Ruby, lalu dengan begini aku sudah unggul satu point dari nya setidaknya dimata Raja dan para pejabat itu”


“Lagipula hukuman yang diberikan Raja lebih memalukan untuk pejabat Ruby, ayah lihatkan bagaimana pejabat Ruby yang malu meski hanya sekedar mengangkat kepalanya”


Emmett diam, sepertinya dia memikirkan semua penjelasan ku.


Hingga detik berikutnya dia menatap ku lekat, lalu mengangguk “Baiklah, lakukan sesuai rencana mu. Aku tidak ingin ada kesalahan lagi”


Sudah? Hanya begitu reaksi yang kau berikan pak tua? Aku bicara panjang lebar seperti tadi tetapi tidak ada sedikitpun pujian yang kau berikan.


Dasar, ayah durhaka!


Tapi setidaknya dia tidak murka lagikan, yaa lebih baik begini.

__ADS_1


__ADS_2