The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pasar Lagi (2)


__ADS_3

Kau—“ Aku segera memberi kode pada nya agar tidak bicara apapun dan sudut mata melirik kearah dua pelayan ku.


Pria itu langsung merapatkan bibir setelah mengerti dengan kode yang ku berikan.


“Ah….Silahkan di pilih nona\~” Ucap nya kembali menawarkan dagangan.


Aku hanya mengangguk dan pura-pura memilih buah yang tersusun di rak didepan ku.


”Tidak apa nona, biarkan hamba yang memilih kan nya untuk nona” Ucap Lela mencegah ku untuk memilih buah, aku menurut kembali menyimpan kedua tangan dibalik gaun yang ku kenakan.


Saat Lela dan pelayan yang lain sibuk memilih buah, aku sibuk bertelepati dengan pedagang nya. Memberi kode untuk bicara sebentar dan untung saja dia mengerti.


“Lio, kemarilah!” Seru nya memanggil seseorang.


“Ada apa kak?” Seorang remaja pria datang menghampirinya dengan tubuh yang kurus dan sedikit lebih pendek.


“Tolong layani pelanggan kita, kakak akan kebelakang sebentar mengambil beberapa buah yang sudah kosong” Remaja itu langsung mengangguk dan mendekat kearah Lela yang sibuk memilih buah.


Pria itu menggerakkan kepala nya kekanan, memberi kode untuk ku segera mengikuti nya. Setelah memberi kode dia pun berjalan kebelakang kios dan menghilang dibalik tumpukan kayu pembatas kios.


Ku lirik kearah Lela sebentar dia sangat sibuk memilah beberapa buah dan sesekali bertanya pada remaja pria itu, baik ini kesempatan ku untuk kabur.


Dengan langkah pelan berusaha untuk tidak menimbulkan suara, aku mundur perlahan setelah berada dijarak aman aku langsung berbalik dan berlari kecil kebelakang kios menyusul pria itu.

__ADS_1


Dari kejauhan ku lihat pria itu berdiri menunggu ku.


“Huh….hah” Deru nafas ku tidak beraturan setelah berlari.


“Hahaha, kau terlihat kacau nona” Pria itu menertawai keadaan ku yang sesak nafas.


“Diam kau! Ini semua karena mu” Maki ku kesal.


“Iya iya, aku yang salah. Lalu ada keperluan apa nona Anne datang kemari dengan dua pelayan nya?” Ejek nya lagi.


“Sebentar….” Keluh ku, masih sibuk dengan pengaturan nafas yang belum normal.


“Ingin minum?” Pria itu menyodorkan kendi air berukuran kecil pada ku.


“Tidak terimakasih” Tolak ku mendorong kembali kendi air nya “Aku tidak haus, hanya sedikit sesak nafas karena kabur dari dua pelayan ku”


“Lalu?” Tanya nya lagi.


“Besok aku akan ikut serta di rapat pejabat istana” Ucap ku memulai percakapan yang sebenarnya.


“Menjalankan rencana itu?”


Aku mengangguk “Lebih tepat nya selangkah menuju rencana itu, aku tidak bisa langsung menolak rencana penobatan nona Ruby saat bulan surga muncul. Karena aku tidak memiliki wewenang untuk itu” Jelas ku.

__ADS_1


Dia mengangguk mengerti “Lalu bagaimana, apa yang kau rencanakan saat rapat pejabat istana”


“Aku ingin mengubah peraturan kerajaan tentang ramalan pemimpin masa depan, kau tahu. Keluarga Ayah dan kakak Roseanne mencurigai jika keluarga Ruby bekerja sama dengan peramal kepercayaan istana untuk menipu hasil ramalan. Aku akan memanfaatkan itu untuk membuka kecurangan keluarga Ruby” Ucap ku menjelaskan.


“Kau juga mencurigai jika keluarga Ruby menipu hasil ramalan?” Tatap nya penuh selidik.


“Ya, aku curiga juga jika Roseanne Weasly yang asli sebenarnya mengetahui ‘sesuatu’ tentang keluarga Ruby, oleh sebab itu Aurelia Ruby berusaha mencelakai Anne di danau biru malam itu. Berharap Anne mati dan membawa semua hal yang dia ketahui tetapi bukan nya mati, aku justru menggantikan jiwa Roseanne” Aku berucap lirih.


Nasib baik untuk keluarga Ruby karena setelah malam itu aku (Roseanne) tidak mengingat apapun yang membahayakan mereka.


“Darimana kau yakin, jika Roseanne mengatahui ‘sesuatu’ tentang kelurga Ruby?” Tanya nya lagi.


“Karena Aurelia Ruby beberapa kali memancingku untuk memastikan ingatan ku sebelum kejadian malam itu. Setelah dia yakin aku tidak mengingat apapun dia sudah tidak mengganggu ku lagi”


Masih ingat saat Aurelia Ruby mengajak ku minum teh berdua? Saat itu aku sangat yakin. Dia sengaja mengarahkan obrolan kearah kejadian malam di danau biru itu. Untuk apa? Tentu saja memastikan ingatan ku.


“Kau punya bukti jika keluarga Ruby melakukan kecurangan?”


Aku menggeleng “Tidak” Jawab ku lemah.


“Kalau tidak punya bukti yang kuat itu sama saja kau membahayakan dirimu, menuduh keluarga yang kasta nya lebih tinggi daripada kasta keluarga mu akan sangat bahaya. Mereka tidak akan melepaskan mu begitu saja” Ucap pria itu sedikit khawatir.


“Aku tahu, lagi pula aku tidak akan mengungkapkan kecurigaan ku saat rapat nanti karena aku perlu mencari bukti terlebih dahulu. Aku hanya ingin mengajukan perubahan peraturan dalam pemilihan calon ratu masa depan” Ucap ku.

__ADS_1


“Maksudnya?”


....................


__ADS_2