
“Kau sakit?”
Suara bariton itu membuat Lela dan tabib beralih melihat kearah pintu kamar.
“Selamat pagi tuan muda Weasly\~” Sapa Lela dan tabib serentak.
Ah dia Ragnar Weasly kakak ku, tidak maksud ku kakak dari Roseanne Weasly. Sudah sangat lama kami tidak bertemu yang aku tau dia sedang melakukan perjalanan dinas entah dimana.
“Apa yang terjadi?” Tanya Ragnar pada Lela, karena aku tak menjawab pertanyaan nya.
“Hamba menjawab, kondisi tubuh nona Weasly sedang tidak baik tuan muda. Menurut tabib nona Anne kelelahan dan harus istirahat total beberapa hari” Jawab Lela masih menunduk.
Ragnar melirik ku sekilas lalu memerintahkan Lela dan tabib untuk keluar, tentu saja setelah tabib memberikan ramuan obat untuk ku.
Sekarang dikamar hanya tersisa aku dan Ragnar “Aku baru tau jika menemani Yang Mulia Raja untuk penyelidikan kasus perdagangan manusia adalah tugas mu, Puteri perdana menteri” Tuduh Ragnar tanpa basa-basi.
Aku mendengus “Sekarang sudah tau kan. Jadi kau mau apa, kakak?” Tanya ku balik dengan tak minat.
“Apa kau masih mengikuti perintah ayah untuk menggoda Yang Mulia Raja?”
__ADS_1
Menggoda? Aku merasa tidak nyaman dengan pilihan katanya.
“Aku tidak menggoda siapapun atas perintah siapapun, jadi berhenti berpikir jika apapun yang kulakukan diluar sana tujuan nya hanya untuk menggoda Yang Mulia Raja” Jawab ku penuh penekanan.
“Lalu bagaimana bisa kau pergi berduaan dengan Yang Mulia Raja untuk melakukan penyelidikan itu?” Ragnar semakin mendesak.
“Dengar, aku tidak tau jika dia mengajak ku ke festival rakyat untuk melakukan penyelidikan itu. Dia hanya mengajak ku dan memerintahkan ku untuk menyamar sebagai wanita penghibur agar bisa masuk ke acara pelelangan itu tanpa pemeriksaan ketat” Aku menjelaskan dengan menggebu.
“Ah begitu rupanya, pantas saja dia mengajak mu” Ucap Ragnar dengan nada mengejek.
“Apa maksud mu dengan PANTAS?” Tanya ku tidak terima.
Deg
Perkataan nya membuat dada ku sesak, sangat sesak sampai rasanya tidak bisa bernafas.
Aku duduk dan mengatur pernafasan ku sejenak sebelum menatap wajah Ragnar datar.
“Hahaha” Aku terkekeh sinis “Benar juga, kenapa aku tidak terpikir sampai sana yaa. Hemm terimakasih sudah menyadarkan aku atas bakat yang ku miliki. Kakak” Bibirku melengkungkan senyum penuh pada Ragnar, namun berbeda dari dada ku yang terasa sesak.
__ADS_1
Ragnar terdiam membalas tatapan ku dengan datar.
“Huh Tuan Emmett Weasly pasti bangga dengan pencapaian puteri nya ini bukan? Waaahh aku tidak sabar mendengar pujian darinya, atau bagaimana menurut mu jika aku memutuskan untuk menjadi wanita penghibur sungguhan?” Tanya ku antusias dengan senyuman lebar yang tak luntur.
“Kenapa diam kak?” Desak ku karena Ragnar tak kunjung menanggapi.
“Lelaaaa—“ Tak lama Lela masuk ke kamar ku dengan menunduk.
“Lela tolong antarkan kakak keluar dari kamar ku, aku harus istirahat agar semangat menjalani rencana ku kedepan nya nanti” Pinta ku lalu berbaring acuh.
“Apa rencana mu?”
Akhirnya Ragnar bersuara.
Dengan tidak terusik aku menjawab Ragnar dengan acuh “Tentu saja jadi wanita penghibur”
Tidak tau bagaimana raut wajah nya sebelum keluar dari kamar ku, tapi sepertinya dia marah terbukti dari bantingan pintu kamar.
Dih, dasar pria labil. Dia yang mengacau dia juga yang marah.
__ADS_1
...👑👑👑...