
"Ngghh...Kita sudah sampai?"
Begitu membuka mata, wajah dingin dan tatapan datar Alexander menyambut ku. Sepertinya dia marah karena aku tidur disepanjang perjalanan?
Huh! Aku tidak peduli, siapa suruh dia mengheningkan cipta sejak tadi.
Jika itu Leonidas maka aku bisa mengajaknya mengobrol tanpa harus memikirkan topik karena Leonidas adalah tipe pria yang--
"Tidak ingin turun?" Suara bariton datar itu menyentak ku dari kegiatan membandingkan antara Alexander dan Leonidas.
"Ya" Aku menjawab acuh lalu menaikkan tudung jubah hitam yang ku kenakan guna menutupi rambut panjang putih keemasan ku dan mengangkat sedikit ujung gaun agar tidak tersangkut di tangga kereta saat turun.
Gadis yang mandiri bukan?
"Waaaaahhhh..."
Pandangan pertama setelah turun dari kereta adalah keramaian, yaa banyak orang hilir mudik dengan kostum unik dan warna-warni tidak lupa dengan berbagai hiasan disepanjang jalan dan deretan kios-kios pedagang yang menjajahkan dagangan nya.
"Ini baru pasar" Gumam ku, tidak berhenti menatap kagum pada festival rakyat yang di maksud Alexander.
"Pasar?" Beo Alexander yang rupanya sudah turun dari kereta dan berdiri tampan disamping ku.
"Ya benar, ini jauh berbeda dari pasar yang pernah ku datangi beberapa waktu lalu" Aku masih memandang keadaan sekitar, lalu tersadar akan sesuatu hal "Dan apa disini bisa membuat keributan? Maksud ku apa akan ada bandit yang menangkap jika kita berisik?" Tanya ku pelan, nyaris berbisik pada Alexander.
"Lakukan sesuka mu tapi jangan membuat ku malu" Setelah itu Alexander berjalan menuju keramaian dengan berlari kecil aku menyusulnya untuk menyamakan langkah.
"Baiklah kita mulai dari mana perjalanan kali ini, emm bagaimana kalau kita awali dengan berburu makanan lezat disebelah sana!" Seru ku girang menggoyangkan lengan Alexander lalu menunjuk kearah deretan kios penjual makanan.
Alexander tidak menoleh sedikitpun justru dia mempercepat langkah nya.
__ADS_1
"Hei, kau mau kemana? Kios makanan nya ada disebelah sana!!" Aku berseru panik seraya menahan lengan Alexander.
Tap
Alexander berhenti lalu menoleh kearah ku "Tidak ada berburu makanan lezat, aku mengajak mu kesini sebab ada hal yang harus aku lakukan" Jawab nya kemudian.
"Hal apa?" Cicit ku bingung.
"Kau akan tahu nanti, berjalanlah lebih cepat" Titah nya datar dan lanjut berjalan.
Sontak aku langsung mengikutinya "Tunggu!!"
Langkah Alexander melambat, sepertinya dia sengaja menunggu ku menyamakan langkah kami.
"Baiklah jika kau ada urusan disini, tak mengapa. Aku akan menunggu mu disana sambil memesan banyak makanan lezat. Bagaimana?" Tanya ku menawarkan sebuah kesepakatan.
"Tidak"
"Aku tidak khawatir pada mu, bahkan jika kau hilang disini pun tidak masalah bagiku. Tetapi kali ini aku memerlukan mu untuk mempermudah urusan ku" Jawaban Alexander yang begitu tegas membuat ku mendengus kecewa, meski begitu satu ide muncul di kepala ku.
"Aku akan membantu mu, tetapi kau juga harus menuruti keinginan ku juga baru benar. Itu yang disebut dengan hubungan timbal balik yang bagus" Ceramah ku panjang.
"Ini perintah Raja, mutlak! Kau tahu itu bukan?" Sindiran dengan membawa gelar seperti ini tidak akan pernah membawa ku pada kemenangan.
"Baik Yang Mulia Raja, tetapi alangkah baiknya jika Yang Mulia Raja yang baik hati ini mendahulukan kepentingan hamba si rakyat jelata ini. Karena, akan sangat memalukan bagi kerajaan jika seorang rakyat jelata dikabarkan mati kelaparan saat bepergian dengan Sang Raja. Lalu--"
"Kau banyak bicara sekali!" Ketus Alexander memotong ceramah kilat ku.
"Hehe.. Aku hanya mengingatkan hal baik pada Yang Mulia Raja" Ucapku dengan gaya manis, layaknya puteri bangsawan yang anggun.
__ADS_1
"Baiklah, hubungan timbal balik yang bagus seperti apa yang kau berikan jika aku mengajak mu kesana?"
"Emm apa ya?" Berpikirlah otak! tinggal selangkah lagi untuk mencapai tujuan berburumakanan lezat itu-
"Baiklah, aku akan menurut pada apapun perintah mu hari ini" Aku menjawab lantang,
Apa sudah terdengar menggiurkan?
Ayolah, kenapa untuk makan saja bisa sesulit ini!
"Apapun perintah ku?" Tanya Alexander ragu.
"Benar! Apapun perintah mu, aku akan menurutinya!" Jawab ku yakin.
Alexander menatap ku dalam "Kau yakin?" Lagi, dia bertanya.
Aku mengangguk semangat dan memasang wajah penuh antusias, semua ini ku lakukan demi makanan lezat.
Melihat respon ku, sudut bibir Alexander terangkat tipis.
Ya, dia menyeringai entah karena apa dan itu membuat perasaan ku sedikit gelisah.
"Hem baiklah, mari kita berburu makanan lezat setelah itu kau harus menepati janji mu. Jika tidak kau harus menggantikan kuda untuk menarik kereta" Ucapan nya penuh ancaman lalu dengan sedikit sentakan dia menarik ku kearah deretan kios penjual makanan.
Seringai menyebalkan itu tidak hilang dari bibirnya, emm entalah tiba-tiba aku merasa sesuatu yang buruk akan menimpa ku nanti.
🥀🥀🥀
Jangan bosan-bosan yaaa baca cerita ini ;)
__ADS_1
Jangan lupa sesajen nya, hehe