The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pemalsuan


__ADS_3

“Kau meragukan sistem yang sudah digunakan ratusan tahun oleh kerajaan Heaven Land” Sambar pejabat Ruby seenak nya memotong ucapan ku.


“Ku rasa kita tidak perlu mengurusi masa yang sudah berlalu, keadaan dan situasi selalu berubah maka kebijakan haruslah diperbarui untuk menyesuaikan dengan kebijakan Raja yang terbaru” Jawab ku yakin


“Memangnya kau siapa!?” Sentak pejabat Ruby marah.


Apa-apaan ini, kenapa dia begitu marah dengan pendapat yang ku ajukan. Hemm mencurigakan. Sebelum menjawab ku lirik kearah Emmett sebentar, pria tua itu tampak tenang.


“Aku? Aku Roseanne Weasly puteri perdana menteri Emmett Weasly yang memiliki gelar bangsawan” Jawab ku santai.


“Benar, kau hanya seorang puteri yang selalu berlindung dibawah nama bangsawan yang diturunkan oleh ayah mu, bagaimana bisa seorang gadis yang tidak tahu seluk beluk kerajaan mengurusi kebijakan” Cecar pejabat Ruby menggebu.


Haha, dia tidak tahu saja Anne tidak pernah berlindung dibawah nama bangsawan yang diturunkan Emmett, justru nama itulah yang menyiksa Anne dengan seribu tuntutan yang tidak masuk akal.


“Aku ingin meluruskan, sekalipun aku tidak pernah berlindung dibawah nama bangsawan yang diturunkan oleh ayah dan juga ayah ku bukanlah seseorang yang mau melakukan banyak hal demi melindungi puteri nya—” Sindir ku telak, wajah pejabat Ruby menggelap marah.


“Termasuk, menipu semua orang demi memenuhi keinginan sang puteri. Huh itu bukan tipe ayah ku sekali. Tapi aku bersyukur setidaknya beliau mengajarkan cara bertahan hidup tanpa membebani orang lain” Lanjut ku lagi memandang sekilas kearah Emmett.

__ADS_1


Huh, cukup menggelikan ketika aku memuji Emmett dengan mulut ku sendiri. Tapi semua ini ku lakukan untuk memompa emosi pejabat Ruby karena aku ingin melihat luapan emosi nya. Akan lebih bagus jika dia mengamuk dan mengundang kecurigaan pejabat lain.


“Kau sedang menyindir ku, nona Weasly?” Tanya pejabat Ruby sinis.


“Maaf jika membuat pejabat Ruby tersinggung, tapi kenapa bisa pejabat Ruby tersinggung, apakah pejabat Ruby melakukan hal seperti yang aku sebutkan tadi!?” Aku bertanya retoris.


Ruangan yang mula nya hening tiba-tiba berisik, beberapa pejabat saling berbisik membicarakan sikap pejabat Ruby.


“Lancang sekali kau” Pejabat Ruby menggeram marah.


“Aku tidak lancang, hanya tidak suka saja jika pejabat Ruby menuduh ku yang tidak-tidak dan meragukan pendapat ku hanya karena aku seorang gadis” Balas ku santai.


Ketukan tangan Alexander di meja membuat keadaan hening kembali, tidak ada pejabat yang berani berbisik lagi.


“Kembali pada pembahasan pokok, aku tidak ingin mendengar perdebatan tidak penting kalian berdua” Ucap Alexander datar tapi tersirat ancaman.


“Ampuni hamba Yang Mulia” Buru-buru aku memohon ampun sebelum Alexander semakin marah.

__ADS_1


Dia tidak menjawab hanya memberi isyarat untuk aku segera melanjutkan pembahasan.


“Menurut hamba, menggunakan ramalan untuk menentukan pemimpin masa depan kurang tepat dilakukan”


“Apa yang membuat nona Weasly berpikir ramalan merupakan cara yang kurang tepat?” Tanya Alexander.


“Sebelum nya hamba memohon maaf, tidak berniat untuk meragukan kebijakan istana terdahulu, hanya saja untuk masa sekarang jika kebijakan tersebut masih digunakan banyak kemungkinan ‘kecurangan’ yang bisa dilakukan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab” Aku menjawab dengan tenang.


“Bisa sebutkan contoh ‘kecurangan’ yang kau maksud nona Weasly” Ucap Alexander menuntut.


“Contoh nya adalah pemalsuan hasil ramalan?” Aku sengaja menggunakan nada tanya, agar mereka semua ikut menebak kemungkinan nya.


Dan tepat! Para pejabat kembali berbisik-bisik membahas ucapan ku.


“Pemalsuan hasil ramalan?” Beo Alexander.


Aku mengangguk yakin “Benar Yang Mulia”

__ADS_1


...👑👑👑...


__ADS_2