
...The Heaven Kingdom...
Apa sudah pagi, kenapa Lela tidak membangun kan ku.
Hoaaammmm
Aku menguap lebar menghirup udara segar dipagi hari, yaa sudah jadi kebutuhan setiap orang untuk menguap saat bangun dari tidur nya.
Uugghh
Gerakan menggeliat ku terhalang sesuatu yang berat menumpu diperut dan kaki ku.
Dengan pelan aku mencoba meraba benda berat yang ada di perut ku
Grap! Apa ini, tangan, jari-jari.. Haaaaaahhh?
Mataku terbuka lebar langsung melihat tangan yang bertengger diperut rata ku, astaga tangan siapa ini.
Berusaha keras untuk menyingkirkan tangan yang mendekap ku, tetapi tidak bisa. ketika melihat kebawah ada kaki yang juga menimpa pergerakan kaki ku.
Astaga! Aku siapa, aku dimana?
Dengan sekuat tenaga aku membalik tubuh kearah seseorang yang ada dibelakang ku dan begitu berhasil aku tersentak terkejut melihat orang itu.
"Al...Alexander?"
Mata ku melototi wajah tampan yang terlihat damai ditidur nya, mata biru menyala yang biasa nya menatap ku tajam sekarang sedang tertutup.
Dia terlihat semakin tampan jika tidur begini.
Tapi kenapa dia tidur disini ya?
Tidur~
Tidur~
KENAPA AKU TIDUR BERSAMA NYAAA?
BRAKK
Aku menendang Alexander sekuat tenaga sampai dia jatuh menghantam lantai dengan keras.
"BRENGSEK APA YANG KAU LAKUKAN!?"
Aku mengawali pagi ku dengan memaki nya.
Dia terduduk dengan wajah kebingungan melirik ku dan lantai bergantian.
Astaga dia terlihar sangat tampan sekarang, wajah bangun tidur nya sepuluh kali lipat lebih tampan daripada wajah normal nya dan--rambut keemasan miliknya yang berantakan itu menambah kesan gagah.
Aku menggeleng kuat untuk menyadarkan otak lemah ku, tidak seharus nya aku memuji ketampanan nya disaat seperti ini. Aku pasti sudah gila.
"Sedang apa kau ada disini?"
Aww...Surau serak nya mendebarkan jiwa.
Sadarlah!
"Harus nya aku yang bertanya pada mu, kenapa kau bisa tidur disini!?"
Aku berseru marah.
"Karena ini ruangan ku"
Jawab nya singkat.
Ruangan nya?
Benar! Tadi malam aku memang mendatangi dia lalu kami bercakap sebentar dan terakhir dia--mencium ku. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?
Aku meraba pakaian ku dan mengintip dari balik baju ku, syukurlah pakaian ku masih lengkap dan aku masih memakai dress tidur putih tadi malam.
__ADS_1
Itu tanda nya dia tidak melakukan ap--
"Apa yang kau harapkan?"
Suara dingin nya membuyarkan hipotesis sementara ku tentang kejadian semalam.
"Kau berharap aku menyentuh mu ya?"
Sialan! Dia bicara seolah aku wanita murahan yang ingin dia sentuh, cih! menjijik kan.
"Jaga bicara mu brengsek! aku bukan wanita murahan yang haus sentuhan pria seperti mu"
Maki ku kesal, apa dia pikir aku akan tunduk pada nya karena dia Raja? Tentu saja tidak.
Dia berdiri dan dengan cepat menaiki ranjang yang aku duduki, wajah nya mendekat kontan membuat ku mundur.
"Sudah berani memaki ku hm?"
Dia menyeringai tipis tapi tangan nya menyentuh pelan kening ku, seperti seseorang yang mengetes suhu tubuh.
"Apa kau pikir aku akan tunduk pada mu karena kau Raja? Kalau iya berarti kau salah, dimata ku kau tak lebih dari pria mesum brengsek yang telah beberapa kali melecehkan ku"
Setelah bicara ini aku tidak tahu apakah besok aku masih bisa melihat matahari apa tidak, atau bahkan aku tidak bisa lagi melihat langit gelap karena dia sudah melenyapkan nyawa ku.
Matanya menajam menatap ku, ada kobaran api menyala di bola mata nya dia pun menjauh kan telapak tangan nya dari kening ku.
"Sia-sia aku menahan diri untuk mu semalaman ini"
Apa maksud nya dengan menahan diri?
Aku membalas tatapan nya tanpa gemetar sedikit pun, karena aku tahu kalau disini bukan aku yang salah.
"Terserah! sekarang menyingkir dari hadapan ku atau aku berteriak agar pengawal mu masuk dan memergoki Raja nya yang sedang tidur dengan wanita yang bukan kekasih nya. Kau tidak mau rakyat mu tahu wajah asli Raja mereka kan?"
Aku sedang mengancam mu, jadi ku mohon takutlah.
"Sebelum kau berteriak aku sudah lebih dulu membunuh mu"
Tidak ada intonasi bercanda darinya.
"Aku tidak meniduri mu!!"
Teriak nya geram tepat didepan wajah ku.
Aku menelan ludah kasar, aura di sekitar nya terasa mencekam sekali.
Apa dia benar-benar akan membunuh ku sekarang?
Seperti nya iya!
Selamat tinggal dunia tipu-tipu~~
"Benarkah, Lalu apa tujuan nya membawa ku tidur diranjang mu? Kenapa kau tidak meminta kekasih mu saja yang menghangat kan ranjang mu kenapa harus aku. Apa aku serendah itu dimata mu hah , BRENGSEK!!?"
Emosi ku tidak bisa ku redam lagi, mengingat semua perlakuan nya pada ku.
"Aku sudah berkali-kali memohon maaf atas semua kesalahan yang pernah Roseanne perbuat sebelum nya, atas perbuatan nya yang menggoda mu juga atas perbuatan nya yang mencelakai kekasih mu. Tapi kenapa kau selalu memperlakukan ku serendah ini?"
"Apa karena dulu Roseanne selalu menggoda mu lalu kau berpikir kalau Roseanne bisa kau permain kan seenak mu? Mencium, memeluk nya dan sekarang kau membawa ku tidur diranjang mu. Aku bukan *** ***!!
Aku berteriak, kristal bening sudah menganak dipipi ku. Yaa aku menangis, karena semua perlakuan nya.
Roseanne aku mengutuk mu karena telah membuat ku menerima semua perlakuan pria ini padaku, kau yang berbuat salah tetapi kenapa aku yang menanggung akibat nya.
"Keluar!"
Titah nya pelan.
Dia berteriak murka.
"KU BILANG KELUAAARR!!"
__ADS_1
Dengan gerakan cepat aku menyibak selimut dan turun dari ranjang, membiarkan dia masih tetap diposisi nya.
Aku berlari dan membuka pintu ruangan itu, melihat lorong yang sepi aku pun berlari kencang kembali keruangan ku.
Untunglah tidak ada pengawal ataupun pelayan yang berjaga diluar pintu kalau tidak mereka biasa salah paham karena melihat ku pagi-pagi buta keluar dari ruangan Alexander.
"Nona Anne! Nona baik-baik saja?"
Suara khawatir Lela langsung menyambut ku ketika membuka pintu ruangan ku.
Aku menatap Lela tajam, kenapa dia membiarkan ku bermalam di sana.
"Menurut mu bagaimana Lela, apa aku merasa baik-baik saja setelah keluar dari ruangan itu?"
Lela mengerjab bingung.
"Makud hamba, apa nona masih merasakan sakit?"
Sakit apa?
Kalau kau tanya sakit hati, tentu saja iya!
"Jelaskan kenapa aku bisa bermalam disana!?"
Tanya ku geram.
Lela menceritakan secara detail kejadian tadi malam dan berhasil membuat ku melongo.
"Jadi aku tidak hanya tidur berdua dengan nya, kau ada disana juga semalaman?"
"Benar nona ada hamba juga diperintahkan menjaga nona, Yang Mulia Raja terjaga semalaman untuk memastikan keadaan nona karena nona sempat mengalami demam tinggi"
Ucap Lela menjelaskan.
"Lalu kenapa aku tidak dibawa saja kembali ke kamar ku?"
Benar! kenapa harus disana.
"Yang Mulia Raja bilang ingin memastikan keadaan nona secara langsung karena beliau takut terjadi hal buruk ditengah malam pada nona dan tidak ada yang tahu, jadi Yang Mulia berjaga semalaman"
Penjelasan Lela membuat ku sedikit merasa bersalah pada Alexander.
"Kenapa saat aku bangun tidak ada kau disana?"
"Yang Mulia Raja memerintahkan hamba kembali ke kamar tadi subuh untuk mengemasi barang-barang nona karena kita akan kembali pagi ini"
Berarti aku terbangung setelah Lela diperintahkan keluar.
"Bukan nya di jadwal kita akan kembali besok?"
Kenapa tiba-tiba ada perubahan jadwal.
"Yang Mulia Raja mempercepat kepulangan, karena ingin memastikan nona mendapat pemeriksaan langsung dari tabib terbaik di Heavenland, beliau tidak percaya dengan tabib istana disini"
Astaga! kenapa semua fakta ini membuat ku merasa bersalah karena telah memaki nya tadi, tapi tidak sepenuh nya salah ku!
Wanita mana yang tidak marah jika bangun dalam dekapan seorang pria yang sudah memiliki kekasih!?
Apalagi pria itu suka mencium mu seenak nya, wajar kan jika aku marah.
Tolong bela aku!
Tapi seperti nya dia baru saja tertidur saat aku bangun tadi, pasti dia mengantuk karena berjaga semalaman untuk ku.
Tapi kan aku tidak meminta!
Astaga! Aku tetap merasa bersalah, mengingat semua ucapan yang ku lontarkan. Rasa nya aku pantas meminta maaf pada nya.
Tapi bagaimana cara nya meminta maaf?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Makanya mbak jan marah-marah mulu kerjaan nya, jadi malukan sendiri kan.
Mas Raja yang sabar yaa..