
“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavenland\~” Salam ku ketika masuk keruangan Alexander.
“Duduk dulu” Perintahnya tanpa melihat kearahku, dia sibuk dengan kertas-kertas diatas meja nya.
“Tumben sekali kau menyuruhku duduk, biasanya juga dibiarkan berdiri” Ocehku heran tetapi tetap berjalan menuju kursi di pojok ruangan.
Alexander melirik ku sekilas lalu kembali sibuk pada urusannya.
Aku hanya bisa cemberut karena merasa di acuhkan hingga puluhan menit kemudian.
“Hei! kau meminta ku kesini hanya untuk melihat mu bekerja. Lebih baik aku tidak datang saja” Sindir ku tidak sabaran.
SREEETT
Alexander menyusun tumpukan kertas diatas mejanya “Kau banyak bicara” Ucapnya lalu bangkit dari duduknya menyusulku.
Ku abaikan sindiran nya “Untuk apa meminta ku kesini, kau tahu aku sangat sibuk!”
“Cih, sibuk berduaan dengan Duke Eros di danau biru begitu?”
“Bagaimana kau tahu? Eh bukan maksud ku—Alexander, kau masih menaruh orang mu untuk memataiku!!?” Pekik ku sontak berdiri saat menyadari fakta itu.
“Duduk dan tenang lah, aku tidak meminta mu datang kesini untuk memaki ku” Ucap datar.
“Kau—“ Aku menggeram kesal, kenapa sesuka nya menaruh orang untuk memata-matai ku. Ku kira setelah puas membunuh teman ku si pria pasar dia akan berhenti.
“Berhenti mematai ku atau—“
“Atau apa, Kau berani mengancam Raja nona Weasly?” Kekeh nya mengejek.
“Aku tidak takut, berhenti mematai ku atau aku bisa melakukan apa saja padamu!!” Sentak ku marah.
“Kenapa kau begitu marah, apa karena ketahuan duduk berduaan di danau biru dengan Duke Eros?” Tatapan nya datar namun menyelidik.
__ADS_1
“Aku hanya tidak suka privasi ku diganggu lagipula itu hak ku mau berduaan dengan siapapun, bukan urusan mu!”
“Urusan ku” Jawab nya dingin.
Aku menghela nafas lelah, percuma berdebat dengan pria yang kepalanya lebih keras dari pada batu.
“Baiklah, terserah mu. Aku juga tahu jika kau tidak bisa membunuh Duke Eros”
Meski seorang Raja berkuasa di negeri yang dia pimpin tetapi tetap saja tidak bisa membunuh seorang bangsawan tanpa alasan yang jelas, ya berbeda cerita jika itu rakyat biasa.
“Aku memang tidak bisa asal membunuhnya seperti pria pasar itu, tetapi aku bisa mengusirnya dari istana ini dan tidak akan pernah kembali lagi” Seringai tipis terbit dibibir tebalnya.
“Sebenarnya apa mau mu!?”
“Ikut aku ke festival rakyat” Jawabnya tanpa beban.
“Festival rakyat?” Cicit ku bingung, pasalnya baru kali ini aku mendengar istilah itu.
Alexander mengangguk “Besok”
Alexander melirik ku “Bukankah tahun lalu kau dan pelayan mu pergi ke festival rakyat?”
Deg!
Pertanyaan Alexander membuat ku sedikit gugup, karena yang tahun lalu itu bukan aku.
“Ah benar juga, aku sedikit lupa. Hehe” Kekehan bodoh pun aku lakukan demi menutupi kegugupan.
Hanya anggukan singkat yang kudapat meski matanya masih menatap ku penuh selidik.
“Festival nya besok?” Ucap ku berusah mengalihkan topik.
“Ya”
__ADS_1
“Besok yaa, emm— sepertinya aku tidak bisa menemani mu. Ajak kekasih bodoh mu itu saja” Ucapku lantang.
“Kenapa tidak bisa?”
“Besok aku harus memenuhi undangan makan malam di kediaman pejabat Eros” Jawab ku.
“Kau menolak perintah Raja hanya karena undangan makan malam itu?” Mata biru nya menyala marah menatap ku.
Cih, Disaat seperti ini dia pasti membanggakan gelar Raja nya itu.
“Bukan begitu, tetapi aku sudah terlanjur berjanji dengan pejabat Eros akan sangat tidak sopan jika aku ingkar janji”
“Haha” Alexander tertawa sarkas.
“Kau memikirkan sopan santun terhadap seorang pejabat tapi bersikap lancang pada pemimpin mu” Lanjutnya.
“Bukan begitu—“
“Besok pagi temui aku, tidak ada bantahan!” Alexander memotong ucapan ku dengan tegas.
Aku berdecak kesal lalu satu ide brilliant muncul di kepala ku.
”Baik aku akan ikut dengan mu, tetapi dengan satu syarat”
Haha, rakyat mana yang berani mengajukan syarat pada Raja nya? Hahah hanya aku!
Belum sempat kalimat ancaman keluar dari mulut pedas nya, aku berbicara lebih dulu.
”Jangan memata-matai ku lagi!! Hanya itu syaratnya, jika kau tidak terima yasudah pergi saja bersama kekasih bodohmu”
...👑👑👑...
Guys maaf banget yaa kalau ceritanya makin ngebosenin T.T
__ADS_1
Utor masih belajar lagi buat bikin cerita semakin menarik, dan terimakasih untuk dukungan nya :)