
...THE HEAVEN KINGDOM...
“Membawa mu ke rapat pejabat istana? Untuk apa, kau pikir kau siapa!?” Bentak Emmeett marah.
“Ayah—“
“Kau pikir bisa sembarangan orang bisa mengikuti rapat pejabat istana!?” Bentak Emmett lagi memotong ucapan ku.
“Aku tahu ayah, oleh sebab itu aku bertanya pada ayah apa ayah bisa membawa ku ke rapat pejabat istana” Jawab ku cepat.
“Apa rencana mu?”
“Sebelum nya, aku pernah mendengar ayah dan Ragnar yang mencurigai keluarga Ruby. Apa yang kalian curigai?” Emmett menatap ku curiga, meski begitu dia tetap menjawab.
“Untuk apa kau mau tahu?” Tanya Emmett peduh selidik.
Seperti nya pria tua ini tidak begitu percaya pada ku, huh butuh usaha yang kuat untuk meyakinkan pria tua ini.
“Kami curiga jika keluarga Ruby bekerja sama dengan peramal kepercayaan kerajaan, dan berbohong tentang calon ratu masa depan” Jawab Emmett.
“Lalu apa rencana mu?” Tanya Emmett lagi.
“Begini ayah…”
.
__ADS_1
.
Sudah empat hari berlalu sejak obrolan ku terakhir kali dengan Emmett terjadi, sekarang pria tua itu datang kembali berkunjung ke kediaman Weasly.
“Selamat pagi ayah, kenapa ayah repot-repot berkunjung kemari padahal ayah bisa menyuruh ku untuk berkunjung ke istana” Tanya ku basa-basi, memang sedikit mengganjal seorang Emmett yang biasanya tidak ingin merepotkan diri seperti ini rela mengunjungi ku secara langsung.
“Aku hanya tidak ingin membuat bangsawan lain curiga, jika kau sering berkunjung ke istana” Jawaban Emmett membuat ku sedikit bingung, memang nya apa yang salah jika seorang puteri sering mengunjungi ruang kerja sang ayah.
Ah aku lupa, mungkin saja menjadi hal yang salah jika semua orang sudah tahu hubungan antara Emmett dan puteri nya tidak seharmonis itu untuk bisa saling mengunjungi.
“Baiklah, lalu apa yang membawa ayah datang kesini”
“Aku sudah menyampaikan keinginan mu pada Yang Mulia Raja dan beliau mengijinkan” Ucap Emmett dingin.
“Yang Mulia mengijinkan ku untuk hadir di rapat pejabat istana?” Tanya ku antusias.
“Syarat apa?” Tegur ku berusaha menarik kesadaran Emmett.
Emmett membuang pandangan nya “Kau tidak boleh mengacau dan hanya boleh bicara jika diijinkan” Jawab nya lalu.
“Baik, aku mengerti” Jawab ku yakin, itu mudah. Aku hanya perlu diam dan bicara saat dibutuhkan.
“Kau….tahu pendapat yang akan kau ajukan ini akan membuat banyak pihak yang tidak terima. Terutama keluarga Ruby, mereka pasti akan mendebat dan menjebak mu sampai kau tidak bisa berkutik, apa kau sudah memikirkan resiko ini?” Emmett memandang ku lekat.
“Aku sudah memikirkan nya dan aku justru berharap penolakan dari keluarga Ruby, karena itu bagus dan aku bisa memanfaatkan penolakan mereka menjadi senjata” Aku menjawab yakin.
__ADS_1
Emmett mengernyitkan dahi, seperti nya dia kurang tanggap dengan rencana yang aku ceritakan beberapa hari lalu.
“tenang saja ayah, aku yakin bisa melakukan nya dengan baik” Ucap ku berusaha meyakinkan Emmett.
Emmett menghela nafas “Baiklah jika kau sangat yakin, tetapi ingat jika kau gagal—“
“Baik, aku hanya butuh dukungan ayah saat di rapat karena bagaimana pun jabatan ayah lebih tinggi daripada pejabat keluarga Ruby dan ayah lebih leluasa bicara diacara rapat nanti” Aku langsung memotong ucapan Emmett.
Meski secara kasta keluarga Weasly lebih rendah daripada keluarga Ruby tetapi secara susunan jabatan kerajaan, Jabatan Emmett lebih tinggi daripada pejabat keluarga Ruby.
Ketika rapat, seseorang yang jabatan nya lebih tinggilah yang hanya akan diijinkan banyak bicara selebihnya tidak.
“Baik aku akan membantu mu bicara sedikit, sisa nya kau sendirilah yang berusaha. Aku tidak ingin ada kegagalan direncana mu ini atau kau akan tahu akibat nya” Emmett memperingati ku.
Aku hanya mengangguk meski tubuh ku sedikit gemetar ketakutan, membayangkan apa yang terjadi pada ku jika rencana ku ini gagal.
“Aku dan Ragnar sudah bekerja keras untuk mendapatkan pandangan yang baik dari keluarga kerajaan, jangan sampai karena rencana gila mu ini kerja keras ku dan Ragnar sia-sia, kau mengerti?”
“Mengerti ayah”
“Sebaiknya kau mulai menyusun rencana mu dengan sempurna dari sekarang agar ketika rapat nanti kau tidak melakukan kesalahan” Ucap Emmett lagi.
“Kapan rapat pejabat istana akan diadakan?”
“Lusa” Setelah jawaban singkat itu Emmett berlalu dari ruangan meninggalkan ku dengan kepala yang dipenuhi rasa takut akan kegagalan.
__ADS_1
...👑👑👑...