Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Kasihan


__ADS_3

David menghela nafas pelan mendekat Glora yang duduk di brangkar rumah sakit. Glora demam sesampai di rumah sakit, suhu tubuhnya benar benar panas. Ia demam panas semalam karena terlalu lama di ruang dingin dalam baju yang basah.


David mengusap kepala Glora.” Paman beli makanan buat kamu, kamu istirahat dulu yah. jika mau sesuatu kamu bisa panggil paman.” Ujar David kepada Glora. Glora mendengarnya mengangguk dan tersenyum.


David mengangguk dan pergi dari sana meninggalkan Glora. Glora menghela nafas memejamkan mata, matanya perih dan tubuhnya benar benar seperti habis dibanting berkali kali. Ia harus di istirahatkan dan juga menginap sampai besok. Sebenarnya jika ia mau pulang sekarang tidak apa , tapi takutnya nanti ayah dan ibunya membuat ulah kembali, berakhir dirinya tidak baik baik saja. Lebih baik ia disini untuk pemulihan., Glora menatap hpnya dan memandang deretan nomor yang harap menghubunginya.


Dava.. tapi tidak ada bahkan nomornya sudah di blokir.


...----------------...


Dua hari Glora dan glory sakit tapi Glora tidak ada yang membesuk, hanya dia dan juga David, Glora hanya diam tersenyum masam, sudah bias abaginya merasakan hal begini, tidak ada yang membesuk, Dan hari ini ia akan pulang, pulangnya diperlambat entah mengapa dia juga tidak tau tiba tiba david mempelambat kepulangannya.


“ kok ngelamun? Ayok udah siap siap kan? ayok pulang.. nanti taksinya keburu pegi nunggu kita.” ujar David menyandang tas milik Glora.


Glora disana menatap david dan terdiam sejenak melihatnya. Glora mendongak dnan berdehem.” Mama papa gimana? Mereka nggak nyari aku?” Tanya Glora dengan penuh harap.


David terdiam mendengarnya pertanyaan itu. David harus jawab apa sedangkan Glora sendiri sudah pasti tau jawabannya kan?


David berdehem sejenak.” Nona.” Panggilnya pelan.


Glora terkekeh pelan, segera turun dari kasurnya.” Iya iya paman. Glora udah tau jawabannya. Skuy kita pulang paman.” Ujarnya dan segera keluar tanpa melihat David lagi, david terdiam menatap glora menahan air matanya.


David mengepalkan tangan melihat Glora menjauh. David tidak tau haris bicara apa. Tapi David tau jika Glora saat ini tidak baik baik saja.


Siapa yang baik baik saja saat sakit tidak ada yang memperhatikan nya?


Glora punya ayah ibu yang lengkap dan, memiliki dua orang yang juga berpendidikan, memiliki kembaran yang juga cantik


Glora bukan yatin piatu, tapi rasanya hidup Glora jauh lebih sakit ketimbang orang yang tidak punya keluarga. Glora seperti jauh lebih parah keadaannya.


...----------------...


Glory sudah jauh lebih sehat hanya saja ia tidka bis aterlalu lama duduk, kepalanya akan sakit sekali. “ Gloryy trylyly tralala....” teriak dari luar. Glory memejamkan mata, itu Regan yang datang.


Brak.. kan benar saja. Ada Regan yang masuk tapi berbarengan dengan Nanda dan Nando.” Gue duluan oy.. “


“ Gue duluan..!!” Teriak meteka berbarengan, tapi tidak ada yang mau ngalah.


Terjadilah pertikaian mereka.” Gue duluan.” Ujar Nando nyolot kepada Regan,.


Regan pun menatap Nando tak kalah nyolot.” Gue duluan. Kalian minggir cepet.” Ujarnya tegas.” Gue duluan. Kalian minggir.” Pekik Nanda yang ditengah tengah.


Brak.. Glory melotot kaget melihat ketiganya terpental. Dan menampilkan Fenti bersedekap dada menatap ketiganya tajam.” si anak anak bangs4t yah. kalian bisa lewat tanpa rebutan. Nggak usah drama.” Tegas Fenti disana kesal.


Sudah lama berdiri melihat ketololan ketiganya. Ketiganya mendengus dan menatap Glory senyum.” Drama dikit lah. flat banget hidup loe. Fik mi.” ujat rangga kepaa Fneti. Fenti mendelik tidak setuju,.” Fik mi fikmi,. Loe Fik boy. Anak azu.” Pekiknya pada Regan. Regan mencebikkan bibirnya. Ani melihat mereka menggeleng segera mendekati Glory,.


“ Glory kamu nggak apa apa kan? kamu sakit bagian mana?”Tanya ani cemas kepada Glory.

__ADS_1


Glory dengan lemah tersenyum kepada Ani.” Nggak, sakit biasa.” Jawabnya seadanya.


Ani menghela nafas dna menaruh farsel buah di atas meja.” Ini yah dari aku. Semoga cepat sembuh,” ujar Ani dengan lembut dan tenang.


Gloy ikut tersenyum.” Terimakasih Mbak Ani.” Jawab Glory senang. Ani terkekeh mengusap pipi Glory gemas. Tapi Ani tertegun merasakan suhu tubuh Glory yang masih sangat panas. Ani jadi khawatir.


“ Ry.. gimana keadaan loe? Sakit bagian mana?” Regan mendekat bersama Nando dan Nanda. Glory baruk pelan. ketiganya gelagapan berebut mengambil air untuk glory, dimnangkan oleh Nanda membuat keduanya melotot.” Gue duluan..”


“ gue dulykuan..!!”


“ woy Glory keburu mati kesedak kalo gitu cara kalian bantuin dia.” Ujar Fneti tidak suka melihat mereka. Mereka memandang satu sama lain bengis dan Nanda menatap keduanya tajam, segera mendekati Glory dan duduk di sebelahnya. Ia memberi Glory minum,


Glory menghembuskan nafas pelan dan menerimanya dengan tenang. “ makasih.” Ujar Glory. Nanda tersenyum tipis mengangguk.


Regan dan Nando mencebikkan bibir.” Btw kalian nggak ada yang bawa gue makanan gitu?” Tanya Glory kepada ketiga temannya.


“ bawa dong. Gue bawa tapi dikasih sama bibik buat dihidangkan atau disimpan biar nggak basi. Nanti malam Uma sama abi ke sini buat kenguk loe, katanya mereka merreka siang ini masih ada kesibukan.” Ujar Regan kembali dengan sombong.


Glory mendengarnya m mengangguk lalu menatap Nando dan Nanda.


Keduanya terlihat gelagapan.” Bawa juga dong. Bunda kita yang masakin opor buat loe. Katanya GWS yah.” ujar Nanda dengan bangga. Glory terkikik mendengarnya. Bunda mereka ini suka sekali memasiki dirinya makanan, jadi Glory senang dibuatnya.


“ oy maysaroh. Dari loe, mana sesajennya?” Tanya Regan kepada Fenti.


Fenti yang duduk di sofa dan memakan makanan di atasnya tanpa di suruh menatap mereka dengan gugup. Ia berdehem dan cengengesan.” Itu hmmm itu apa yah,, hm Glory gue kasih satu reqwes deh mau apa ntar gue beliin.” Ujarnya dengan tersenyum.


Fenti menatapnya tidak terima.” Bawa yah. “ jawbanya tidak terima.


“ bawa apa?” Tanya nando mengejek.


“ bawa nyawa.” Jawabnya malas.


Glory mendengarnya terkekeh pelan dan Ani menahan tawa,, Fenti mendengus melihat nando malah melihatnya mengejek. “ suer gue nggak tau harus bawa apa kerumah orang sakit. Gue kesini juga tadi tiba tiba aja di ajak sama Regan dan Nando Nanda Ry., katamya loe sakit, jadi yah gue langsung aja kesini. Kalo loe mau sesuatu loe tinggal bilang aja ke gue biar gue beli. Asal loe cepet sehat.” Ujar Fenti dengan serius.


“ kalo gue minta mobil gimana?” Tanya Glory dengan menggoda. Mereka mendleik melihat Glory.


Fenti mengangguk.” Bisa dipertimbangkan, asal loe nggak minta suami Ry.” Jawbanya.


Semua orang tertawa mendengarnya. Bisa bisanya dibilang begitu.” Yakali. Dikira gue mau nikah apa?” Tanya Glory.


“ siapa tau kan Ry.” Jawab Fenti dengan pelan, menatap cemilan yang ia makan.” Btw ini apa Ry? Enak banget di rumah gue nggak ada yang ginian. Bolehlah gue ke rumah loe terus kalo gini.” Ujar Fneti tidak tahu malu. , mereka melotot Fenti memakan dengan tenang.


Glory terkekeh.” Di bagian sana ada kulkas, kalian bisa ambil minum dan makanan di sana aja.” Ujar Glory menunjuk pintu belakang dekat lemari,.


Fenti di sana segera berdiri.” Seriusan loe?” tanyanya. .


.Glory mengangguk. Fenti merekah senyumnya dan berdiri heboh.” Gue ambil yah, maklum gue haus..” ujar Fenti semangat.

__ADS_1


“ woy Munaroh. Loe baru datang ngabisin makanan orang. mana nggak bawa apa apa lagi.” teriak Nando tidak terima dan juga tidak habis pikir pada Fenti.


Fenti meliriknya dan menggoda.” Loe mau minum apa?” Tanya Fenti tenang.


Nando berdehem sejenak.” Mau kopi aja deh satu, kalo nggak ada juga yang orange jus yang dingin, oh iya es krim rasa vanilla dan stroberi satu.” Tegasnya mengangguk.” Oh iya basreng sekalian , ehhhh-- anjir sakit.” Ia mengusap kepalanya yuang di jitak oleh Regan.


Regan menatapnya dingin.” Loe sama aja tol0l.” Ujar Regan.


“ BTW gue pesen susu collat yah satu.” Ujar Regan. Nando dan Nanda mendatarkan wajah menatap Regan yang v cengengesan.


Glory terkekeh melihatnya. Ani bahkan tidak bisa menahan gelak tawanya melihat kejahilan mereka di sana., Fenti bahkan menggeleng geleng dibuatnya.” Nggak sekalian aja gue bawa kulkasnya ke sini?” Tanya Fenti.


Mereka mengangguk.” Boleh tu fen.” Ujar Nando.


Fenti menggeleng.” Tolol.” Ujarnya.


Mereka terbahak bersama melihat ekspresi jijik Fenti. Fenti sangat lucu dengan wajah frustasinya melihat tingkah asbrut teman teman Glory yang lain. Bahkan Ana tidak habis habisnya tertawa.


Di sisi lain glora yang baru saja masuk ke rumah, ia mendapatkan rumah bagian depan sepi, bagian ruang tamu sepi. David bersykur sebab jika ada pasti aka nada masalah lain.


Mereka akhirnya menuju ke kamar Glora yang ada di lantai tiga. Mereka saat memasuki lantai tiga mendengar suara tertawa cukup kencang dan juga bahagia. Glora mendengarnya hanya mengernyit menatap kearah sumber suara. Kamar Glory terbuka lebar disana. dan kamarnya melewati kamar Glory. Jadi ia terdiam tak jauh dari kamar Glory, mendengar dan melihat ada banyak teman Glory disana yang sedang membesuknya.


Tak lama setelahnya pelayan datang dan membawa banyak makanan dan minuman, ia mengepalkan tangan.


“ nah ini dari nyokap gue. ini namanya papeda, bunda buatinnya belajar langsung dari orang papua. Loe harus cobain, suer ini enak banget Ry.” Ujarr Nando disana, diangguki oleh Nanda yang memuji masakan ibu mereka.


“ oh iya ini juga ada opor paha. Gila sih ini enak juga. Pokoknya loe harus cobain semuanya.” Tegas Nanda juga kepada Glory.


“ No No, Glory nggak boleh makan yang bersantan santan woy. Dia harus makan makanan sehat woy.” Ujar Regan mengambil bubur yang tadi ibunya bikin.” Ini masakan Uma Ry. Loe tau sendirikan ini lezatnya gimana? Luar biasa masyaaallah Alhamdulillah, ada vbuat kurma juga sama vitamin. Loe harus makan biar cepat sehat. Gue kalo sakit uma pasti buatin ini dan gue langsung sembuh.,” ujar Regan dengan semangat tidak mau kalah. Ani dan Fenti memicingkan mata melihat mereka yang sedang ribut.


“ yang gue aja Ry. Yang Regan ada racunnya.” “ ujar Nanda mengejek regan.


” Iya Ry yang kita aja, yang dia tu pait.. jangan.” Ujar nando mengejek dan menjelekkan Regan juga.


Regan melotot tidak terima.” Woy sadar diri woy. Yang gue sehat bergizi dan bervitamin nggak kayak yang kalian. Ini tu memang untuk makanan orang sakit. Kalian pikir Glory mau makan makanan kalian? Ngak lah.” Ujar Regan nyolot. Nando dan Nanda disana semakin panas dan juga membalas perkataan Regan. Regan tak mau kalah.


Ani dan Fenti menggeleng disana memisahkan ketiganya sedangkan Glory menghela nafas memijit pelipisnya. Kenapa si mereka ini tidak bisa diam, semenit saja kan. Glory merasa buruk. Padahal ia hanya mengabarinya Regan kenapa datang satu kampong begini juga?


...----------------...


Sedangkan Glora tersneyum nanar melihat keadaan itu. haha lihatlah bahkan jika Glory yang hanya demam saja mereka berkumpul berlomba lomba memberikan perhatian.


Glory punya banyak teman menyayangi dirinya sedangkan dirinya banyak yang membenci dan mensyukuri jika dirinya mati.


Glora memejamkan mata, menekan rasa iri, iri melihat Glory sangat di bangga banggakan dan di sayang begini.


Ha glora membenci perasaan ini. David yang melihat hal itu ikut bahagia akan glory yang diperhatikan, di sisi lain juga merasa iba melihat Glora yang tidak ada yang memperhatikannya. David serba salah.

__ADS_1


__ADS_2