Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
59


__ADS_3

OMG OMG. maaf yah. Disini nggak ada sinyal, ini aku baru beli kartu baru buat UP. dari kemarin nggak ada sinyal sesudah pulang dari kota. Maklum yeh...


.


.


.


Perjalanan Glory menuju kantin menyita banyak perhatian, banyak yang menatap dia dengan banyak tanda Tanya, apa itu benar-benar Glory?


Atau hanya orang yang mirip saja?


Mulai dari wajah, bola mata dan juga rambut sangat member pengaruh besar dalam penampilan Glory. Disekolah pastinya murid-murid dilarang menggunakan soflen, tetapi manik mata milik Glory berwarna biru mengguncang kepercayaan orang-orang jika dia adalah Glory yang mereka kenal, Glory yang hilang akibat perampokan itu. siswi lain banyak yang menekan kepercayaan akan itu adalah Glory yang mereka ketahui.


Alih-alih itu Glory atau bukan, mereka juga lebih banyak tercengang dan tak bisa berkata-kata. Dulu Glory yang mereka kenal memiliki kulit yang tak gelap dan tak putih, tapi Glory yang ini memiliki kulit bak porselin yang licin, sangat cantik, rambut pendek yang dikenakan juga membuat wajahnya bulat dan mata yang besar semakin menambah kadar imut. Glory juga terlihat memakai riasan diwajah beda dengan Glory lama yang bahkan hanya menjedai rambut biasa meski terlihat cantik. Glory sekarang lebih cantik berkali-kali lipat. Bahkan ribuan kali lipat.


Bukan lebay tapi memang aura Glory yang selalu ditutupi nya saat ini keluar, menyeruak bak bangkai yang tak lagi mampu di tahan akan aura baunya.


Kalian ingat bukan jika keluarga Ming adalah keluarga terkejam dan tak mengenal ampun saja mampu di taklukkan oleh Glory. apalagi seongok figuran tak berguna di sekolah ini... Oke katakan saja ini lebay, tapi kenyataannya Goodluking memang selalu menjadi nomor satu oke.


Balik lagi..


Glora yang digadang-gadang sebagai wanita tercantik di skeolah ini, sekarang dalam hitungan jam digeser posisinya oleh Glory dengan kecantikan yang tidak manusiawi, Aruna yang digadang-gadang sebagai wanita terimut dan termanis sekarang juga tergantikan oleh Gllory hanya karena tersenyum cerah dan tertawa kepada siapapun yang menyapa dirinya. Luar biasa efek itu membuat gempar dalam satu hari.


Mereka merasa mendapatkan Dewi turun dari kayangan. Oke ini cukup lebay tapi kenyataannya memang sangat lebat haha...


Duduk di kursi kantin sembari menunggu pesanan miliknya. Glory mengeluarkan HP miliknya dan mulai membuka aplikasi lain, tapi sebelum membuka aplikasi di HP miliknya, suara Nanda sudah menghentikan pergerakan tangan miliknya di atas gaway.

__ADS_1


“ Loe Nggak ada mau ngejelasin sesuatu sama kita?” Tanya Nanda sedikit gugup.


Pasalnya dimalam kejadian itu Nanda dan Nando salah satu orang yang ditelepon untuk diminta bantuan. Sedikit banyak pastilah ada rasa penyesalan melekat dijantung hati mereka.


Glory mendongak mengalihkan mata dari gaway bermerk Samsung miliknya, mematinkan kembali dan mengangguk. “Tidak ada.” Balas Glotry acuh mengangkat bahu tak acuh.


Nanda dan Nando saling lirik.” Glory... loe kemana aja? Kita khawatir sama loe udah dua bulan ngilangin gitu aja karena tragedy perampokan itu, bahkan orang tua loe udah pasrah, sekarang loe tiba-tiba sekolah. Apa nggak ada yang mau loe bilang sama kita? nggak ada yang perlu dijelasin?” Tanya Nando menyerocos kesal. Balasan Glory terdengar sangat acuh.


Glory menatap Nando dalam dan menggeleng.” Bagian mana yang harus aku kasih tau?” Tanya Glory merapatkan kedua tangannya, dan melipat kedua tangan di atas meja menatap Nando secara dalam.


Nando memalingkan wajah merasa gugup akan pandangan Glory. Nanda yang darii tadi juga ikut diam menahan diri.” Na... Loe “ Nanda menghela nafas menahan diri untuk tidak kelepasan.” Loe kemana setelah tragedi itu. ada banyak yang harus loe jelasin.. ada banyak, yang kita alamin dan loe alamin itu jauh dari kata santai.” Balas Nanda dingin.


" Ini pesanan atas nama Nando ..."


Glory mengangguk melirik makanan yang sudah diantarkan. Glory menggeser minumannya santai mengabaikan wajah Nanda dan nando yang serius. Melirik pelayan yang sudah pergi tanpa ucapan terima kasih dari manusia tak berakhlak itu tapi adalah hal biasa.


Glory memajukan wajah didepan wajah Nanda dan Nando yang serius membuat keduanya tertegun. Glory mengusap kepalanya dan berkata. “Kepala gue dipukul pakek miniature kaca, ah gue nggak tau tapi yang pasti malam itu kepala gue penuh darah dan kepala gue bocor.”Bisik Glotry pelan keduanya terdiam dan tertegu mendengarnya.


Glory kembali bicara setelah memberi jeda. “ Dada gue ditusuk pakek pisau, dalam banget, dan dicabut. “ Bisik Glory lagi. Nando dan Nanda semakin memucat menatap Glory yang serius.


Glory mengangguk dan berbisik serius.”Rasanya sakit banget, gue coba telepon siapapun buat minta tolong tapi nggak ada satupun yang nolongin gue sebelumnya, satupun nggak ada yang jemput gue buat nolongin gue malam itu dari orang yang gue percaya. Sakit banget luka gue, tapi alih-alih sakit luka lebih sakit hati gue.”Ujar Glory lirih dengan wajah murungnya.


Nanda dan Nnado menatap Glory merasa bersalah. “ Gue pikir gue mati malam itu, eh nggak taunya gue ditolongin sama orang yang orang lain anggap jahat...” Ujar Glory terkekeh meninggalkan wajah murungnya, mereka semakin menatap glory horor.


“Na.. Kita- “


“Dan kalian tau..!!!!” Glory memotong perkataan Nanda dan Nando yang bicara, keduanya tertegun menatap Glory cemas, Glory terlihat serius. “Malam itu gue kehilangan lima kantong darah, kepala gue dijahit lima puluh jahitan luar dan dalam, dada gue juga dijajit tiga puluh jahitan luar dan dalam. Gue dioprasi dan koma lita hari... paling parahnya satupun orang yang gue sayang ada di sisi gue... hanya orang asing yang bahkan nggak gue kenal.” Bisik Gloty dengan mata yang berar tapi tersenyum manis, tapi itu terlihat mengerihkan.

__ADS_1


“ Ngerih banget nggak si???” Bisik Glory.


Nando dan Nanda menatap Glory nanar, “Na.. kita minbta maaf, kit-”


Glotry menggeleng menghentikan ucapan Nanda. Glory terkekeh. “ Dan paling ngeri lagi pas gue bangun, tubuh gue sakit banget, kayak mau mati, nggak bisa makan pedas, nggak bisa duduk, kepala gue rasanya setiap saat mau pecah... “


Nanda dan Nando menatap Glory lirih.”Na—“


“Makan...!!!!!” Gloty memotong ucapan lagi dari Nando, mengamit bakso dan mulai memakannya riang tanpa mempedulikan wajah masam Nanda dan Nando.


“Na..!!” Bisik Nanda pelan, suaranya bergetar karena menahan diri untuk tidak menangis. Menatap Glory yang mengerihkan begini menyentuh kenanaran diri, merasa was-was.


“Na kita pas malam itu udah tidur, kita nggak pegang HP, tiba-tiba paginya kita denger kabar perampokan dan loe udah hilang,, demi Tuhan maafin kami, kami nggak tau apapun pas itu. maafin kami, andai aja kalo malam itu kita tidur nggak tidur mati, pasti kami datang kok bantuin loe.” Nando hamoir menangis mengatakan hal itu.


Glory mengerjab menatap Nando dan Nanda secara bergantian. “Maafin kita. “ Biisk Nando yang sudah menangis. Nanda? Dia tak bisa berkata apapun, seolah tenggorokannya tercekat benda tak kasat mata, Glory tersenyum menepuk kepala Nando. “Nggak apa-apa kok, soalnya Aku malam itu ingat kalo telepon aku itu dimatikan, kalian sedang main Game kan...... “ Balas Glory menyeringai dan kembali makan.


" Na kita.... Nggak gitu..." Bisik Nanda nanar. " Sumpah kita nggak tau malam itu loe di rampok, kita nggak tau Na... maaf." Bisik Nanda lirih, sangat lirih.


Glory mengangguk mengambil bulatan bakso s


dan mengunya dengan pelan. Nanda dan Nando menjadi merasa semakin resah dan bersalah.


Nando semakin diam menggigit bibir bawah menahan diri untuk tidak menangis merasa bersalah, bertanya tanya dari mana Glory tau jika malam itu mereka main game. Memang benar malam itu mereka lagi main Game ah tepatnya main PS di kamar milik Nando, malam itu mereka pikir Glory hanya iseng, tidak tau jika Glory mengalami hal mengerikan. Mereka menyesal, dan mereka sangat kesal pada diri mereka sendiri.


Nando Mengusap rintik kecil dipipi miliknya agar tak menjadi rintikan besar. Kembali menatap Glory yang asik memakan bakso miliknya santay mengabaikan keheningan dikantin.


Sebenarnya sejak pertama kali bicara mengenai hal ini, semua orang disana menyimak apa yang di bicarakan, rasa penasaran mereka membuat mereka diam dan menyimak. Semua terdengar meski samar-samar ada juga yang terdengar jelas. Jelas mereka tau jika Glory jauh berubah.

__ADS_1


“Dimana Glory?!!!!” teriakan Aksa menggema di kelas Mipa 4 dimana kelas Glory berada, mendengar kabar dari Luna teman kelasnya jika Glory masuk sekolah membuat secercah harapan milik Aksa hidup. Aksa menjadi hilang kendali pada hidupnya yang sudah terporakporanda dalam dua bulan ini. merasa secercah cahaya masuk dalam kegelapan yang melingkupi hidup dalam penyesalan berkepanjangan.


__ADS_2