
Tasya yang melihat interaksi itu tidak nyaman, baru kali ini ia melihat senyum Glora setulus itu tanpa tekanan, Faris pun merasakan hakl yang sama, ada rasa sesal di hatinya. Lihat Glora bahkan tidak melihat mereka sama sekali. Dan sejak kapan juga Glora suka makan manis? Bukankah Glora ini sukanya makan pedas?? Sama seperti glory??
Iyakan? Tapi itu bukan urusannya.
Hari ini pembagian raport, tapi Glory tidak ke sekolah, ia masih di rumah karena tidak bisa keluar dulu, Ia juga tidak di iizinkan oleh orang tuanya. Kata mereka biar mereka sama ke sekolah mengambil raportnya.
Glory hanya bisa menurut saja. Glora melangkah kekamarnya Glory, membukanya pelan dan tersenyum melihat ke sekeliling tenang. Ia mendapati Glora yang duduk di depan cermin dengan wajah murung dan juga tidak semangatnya.
” Wah kenapa nih? Glora kok nggak semangat sekolah?” suara Glory terdengar serak karena keadaannya yang sakit.
Glora mendongak menatap Glory yang mendekat. Glory sama sekali tidak tau keadaan Glora patah tangan karena Glora tidka menggunakan Gift,., tanganya selalu lurus dan hanya diperban, ia juga selalu menggunakan baju lengan panjang menutupi lengannya.
Glory duduk di dekat duduknya Glora. Glora menghela nafas.” gimana kalo tahun ini gue kalah lagi sama Runa?” gumamnya pelan dan nanar.
Glory mendengarnya terdiam sejenak menatap Glora. Juara pararel yah? Glory mengusap rambut Glora pelan dan mengambil sisir. Glora diam menatap Glory yang dibelakangnya dan menyisir rambutnya pelan menggunakan sisir. Tapi Glora juga hertan. Mengapa tangan Glory sangat dingin? Seperti baru keluar dari lemari es??” Ry loe sehat kan?” Tanya Glora khawatir.
Glory menoleh mendengarnya.” Sehat. Emang kenapa?” Tanya Glory pelan.
“ tangan loe dingin banget kayak es. Loe nggak apa apa?”tanyanya pelan dan juga khawatir.
Glory mendengarnya tersenyum.” Gue lagi fileg, jadi suhu tubuh memang jadi rada lebih dingin gitu. Gue nggak apa apa kok.” Ujar Glory tersenyum dan mengikat ranmbut Glora.
“ Beberapa hari belakangan ini Glora nggak iket ranbut, jadi glory iket yah, soalnya Glory suka Glora oket rambut, kayak cewek kuat dan tomboy gitu. Glory juga pengen tapi kan Glory lemah gemulai dan anggunly. Nggak cocok gitu.” Ujar Glory mencerocos sembari mengikat rambut Glora.
Glora mendengarnya tidak bisa tidak tertawa.” Ngelawak loe.” Ujarnya.
Glory mendengus.” Ih Glora. Gue beneran loe. “ ujar Glory memelas. Glora malah terbahak melihatnya. Glory sangat lucu. Glory melihat senyum Glora hanya tersenyum tipis.
Syukkurlah dia bisa tertawa hanya karena sedikit perkataanya yang asal asalan. Glory senang melihatnya. Tapi setelahnya senyumnya berubah menjadi culas dan masam mengingat jika hari ini ia akan mendapatkan pengumuman juara.
Glory melihat wajah Glora yang berubah menjadi mengerutkan keningnya heran menepuk pelan tangan Glora hingga Glora tidak tahan dan kesakitan meringis. " Eh eh. kenceng banget yah? tangan loe nggak apa apa???" Tanya Glory cemas pada Glora yang terlihat kesakitan..
Glora gelagapan dan mengangguk. " Kemarin gue jatuh di kamar mandi, jadi tangan sakit deh. " Ujarnya gugup.
Glory terlihat percaya meringis. " Yaampun harus ke tukang urut ini, kalo nggak takutnya bengkak Ra. " Ujar Glory khawatir. " Nanti kita harus periksa yah. " ujar Glory menatap Glora.
Glora tersenyum. " kemaren udah kok, udah nggak apa apa tapi efeknya masih sakit. Jangan khawatir yah. " Jawab Glora lembut. Glory tetap khawatir tapi memilih mengangguk.
__ADS_1
Glora menghela nafas, mengapa Glory sangat baik sih? jika begini tidak ada alasan ia membenci Glory kan?
...----------------...
“ sepi banget nggak ada Glory.” Gumam Nnada pelan memakan mie ayamnya tidak semangat.
” Gue pikir dia bakal masuk hari ini karena pembagian rapport, tapi rupanya tetep nggak masuk, dia sakitnya lama banget sih.” Gumamnya kesal dan tidak terima.,
Nando mengangguk setuju, melahap bakso urat paling besar sekali hap.” Asli deh. Cape gue. berasa lama banget sekolah nggak ada glory.” Ujarnya malas.
“ Kalian lebai.” Ujar Ani pada Nanda dan Nando yang terus mengeluh di hari ke hari, waktu kewaktu karena tidak ada Gllory. “ Btw emang Glory kemana sih? Kenapa nggak masuk masuk?” Tanya Aksa tiba tiba menyahut. Aksa dan rombonganya baru saja sampai dan tidak sengaja mendengar mereka bicara. Jadi mereka agak penasaran juga dibuatnya..
Nando dan Nanda melirik aksa dan membutar bola mata malas. Tidak ada yang menjawab pertanyaan aksa. Aksa yang dikacangi tidak suka menatap mereka tajam.” Gue nanya. Glory dimana kenapa dia nggak sekolah sekolah? Hari ini kan harusnya ngambil raport.” Tegas Aksa pelan.
“ dia sakit Aksa.. Glory sakit.” Ujar Rangga di sampingnya menjawab pelan.
“ Loe tau dari mana?” Tanya aksa heran,
Rangga terdiam dan mengangkat bahu acuh.” Tadi nggak sengaja denger sebelum loe denger.” Ujarnya buru buru meninggalkan mereka. Aksa diam menatap Rangga menjauh dengan curiga sedangkan Nanda. Nando dan Ani malah menatap mereka mengejek. Ha manusia manusia sampah.
“ pengumuman, pengumuman, diharapkan pada seliruh murid untuk memasuki lapangan dan berbaris sesuai kelas masing masing.. dihitung sampai sepuluh dimulai dari sekarang.. satu..” pengumuman itu menyadarkan mereka,.
Glora sudah ada dilapangan, menatap ke arah gerbang, dimana tidka ada orang tuanya. Padahal sudha banyak orang tua murid yang datang., Glora menghela nafas, apa sih yang ia harapkan? Bukanya memang sejak dulu ia tidak ditemani saat mendapatkannya raport?
Glora jangan mellow, ia melirik lagi ke kiri, di sana ada Runa yang juga sendirian tidak ada orang tua yang datang, tapi ada Dava tak jauh darinya terus mendukungnya., Glora iri akan hal itu. jika tidak mendapatkan orang tua yang sayang padanya, setidaknya kan punya pasangan.
“ pengumuman.. pengumuman. Kali ini kita akan mengumumkan juara pararel sebelum kalian memmasuki kelas masing masing, di harapkan anak anak berbaris tertip dan duduk di lapangan yang ada.” Guru berdiri di depan member dan menyuruyh anak anak yang masih sibuk mengobrol untuk segera menghentikan obrolanya dan segera focus pada pengumuman.
Glora hanya diam tidka bersuara. Ingin juga rasanya bicara pada orang orang tapi orang orang tidak ada yang mau bicara padanya. Hu.. menyebalkan. Sangat sangat menyebalkan sekali nggak si?
Mata Glora kembali melihat kearah orang tua, tertegun sejenak melijhat ada ayahnya yang berdiri di sana dan bersama dua orang bodyguardnya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat,, sesaat tapi setelahnya mendesah kecewa, apa sih, kan ia satu sekolah dengan rangga dan juga Glory. Pasti dia datang untuk mewakili mereka bukan dirinya.
“ oke mari kita mulai acaranya.” Tegas slaah satu guru sebagai pembawa acara tersenyum, disana sudah banyak guru yang berbaris dan tersenyum melihat siswa siswi yang sedang berkumpul. mereka melakukan acara pembukaan dan juga salam hormat pda semua wali murid yang hadir pada hari ini. dipercepat dan segera dilaksanakan. Hari ini cukup panas jadi guru mempercepat eksekusi juara pararel.
Dimulai dari pararel kelas satu IPA dan IPS.. “ Juara pararel IPA Kelas 10 adalah.... Amana,..” soso Amanda ke atas member nya tersenyum mengambil piala, terlihat culun dan juga kutu buku. sangat jarang ada yang mengenalinya sebab dia bukan murid popular.
“ juara pararel IPS.... adalah... dia rahasia. Sebab orangnya tidak mau diberi tahu kepada siapapun.. jadi cukup dimaklumi yah sebab ini ada perkara pribadi.” Ujar guru yang sopan dan tidak enak hati.
__ADS_1
Semua murid dna wali murid mengernyit heran mendnegarnya, semuamnya menatap guru dengan tatapan bertanya Tanya. Mengapa sosok tersebut menyembunyikan hal semembanggakan itu? harusnyakan dia bahagia dan juga memamerkan hasil dari apa yang ia capai bukan malah menyembunyikannya begini.
Glorapun terdiam mendengarnya, siapa sosok misterius itu??
“Juara satu pararel kelas 11 kita mulai yah.. dimulai dari anak IPA.. dimenangkan oleh Aruna...” suara heboh terdnegar sangat jelas dari para lelaki dan juga teman temanya bangga.
Glora meremaskan tangannya sendiri melihat Amanda yamng menaiki member dan tersneyum bangga mengambil piala dna penghargaann.” Luar biasa. Tingkatkan prestasimu yah nak.” Ujar guru dengan tenang.,
Aruna mengangguk pelan. “ Juara IPS Kelas 11 dalah Rangga...” ujar para guru. Glora memejamkan matanya memanas. Hari ini dia sangat takut dan juga kalah talak. Ia melirik Faris yang tersneyum bangga melihat Rangga menaiki forum., wajar saja nilai Rangga bahkan hampir sempurna,
Glora melihat Rangga menaiki member dan mengambil piala santai, bergegas meninggalkan podium. Tinggal anak kelas 12 lagi, di sana diumumkan juga siapa yang menang.” Kelas 12 IPA seperti biasa, dimenangkan oleh Again..” sorak kembali terdnegar.” Juara pararel IPS 12 adalah Fadilah..” kembali bersorak memberikan.
Agian ini terkenal dengan otak genius dibidang matematika, karena itu dia lebih unggul dari orang lain. Bahklan sudah juara pararel berkali kali dan tidak terganti selama dia menjabat, sedangkan Fadhila juga. Dia wnaita kalem dan juga paling tinggi. Tapi dia sangat sombong.
“ sekarang waktunya pengumuman juara pararel setiap tingkatan... langsung saja dari juara pararel ketiga dimenangkan dari..” semua orang diam memasang telinga mereka dengan jelas..” juara ketiga ini tidak mau di sebutkan lagi. yah dia dari anak IPS kelas 1 tadi... Tepuk tangan meriah buat anaknya.” semua orang saling tatap dan menerlka nerka siapakah yang menjadi juara pararel ke satu dari angkatan ips dan juga juara pararel yang ketiga dari semua jurusan dan angkatan.
Sudah pasti dia benar benar cerdas.” Dan juara pararel ke dua dimenangkan oleh Again...” semua orang bersorak heboh.
Again disana diam dengan wajah masam menaiki member. Siapa yang tidak tau again yang tadi juara pararel tingkat kelasnya? Dia biasanya juara pararel 1. Dan sekarang mereka bisa menyimpulkan juara pararel ke satu adalah siapa.
“ Dan juara pararel pertama kita pada hari ini adalah Rangga..” tekan dari guru. Seruan heboh dan teman teman Rangga menyuruhnya menaiki member. Rangga tersneyum dan melirik ayahnya yang juga tersenyum tipis padanya. Rangga melangkah maju dan bangga. Melirik aggian yang terpaksa tersneyum padanya.
‘ You lose.” Ujar Rangga dengan tersenyum miring. Again tersenyum mengepalkan tangan. Baik ia kalah kali ini.
Sesudah smeua acara mereka dari semua anak yang juara di suruh foto bersama, membawa orang tuanya agar orang tua mereka bangga dan bahagia. Glora memejamkan mata pelan, ia menghela nafas. otaknya memang tidak genius. Rasanya ia memaki dirinya sendiri. Harusnya dia ada di sana, harusnya diia juga bisa dibanggakan oleh ayahnyayang hadir kali ini. harusnya..
tapi setidaknya Glory tidak lebih unggul darinya. Yah ia punya acuan sekarang.
Nando dan nanda saling tatap dan bergumam.,” menurut loe siapa yang juara msiteris itu nando?” Tanya Nanda kepada nando heran.
Nando mengangkat bahu acuh.” Yang pasti bukan loe.” Jawab nando dengan menyetuk.
Nanda menatap kembarannya datar dan mendengus.” Itu juga nenek gayung tau bego.” Nando malah terbahak sebab sudah membuat kembarannya ini marah dan juga kesal padanya.
" emang menurutnya loe siapa?” Tanya nando lagi tenang seusai tertawa.
Nanda mengangkat bahu acuh.” Yo ndak tau kok tanta saya.” Ujkarnya ma;as.
__ADS_1
Nmando mendatarkan wajah mendengarnya. “ tapi apa...