Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Dilarang


__ADS_3

Glory menyisingkan bajunya. Mengambil kerang kerang yang ingin dibersih.,” nggak usah Glory. Biar gue aja.” Ujar Regan kepada Glory. Glory mengerjab menatapnya, lalu mengalihkan pandangan pada seafood yang berbentuk bakso dan juga beberapa lainnya. Ia tersenyum segera mendekat dan hendak memotong atau menusuknya menggunakan tusuk bambu.


“ nggak usah Ry. Biar gue aja, nanti loe luka.” Ujar Diki kepada Glory.


Glory menipiskan kelopak matanya menatap Diki dan Regan tajam. ia mendengus lalu menatap kearah Glora yang sudah mulai menghalusi bumbu bumbu, dengan pelan ia mendekati Glora.” Glora mau aku bantu??? Potongin bawang?” Tanya Glory dengan pelan dan tersenyum membujuk.


Glora meliriknya dengan ekor mata pelan.” nggak usah Ry. Udah semua, tinggal diblander aja ini kok. Kamu duduk aja yah.” ujarnya dengan pelan sembari sibuk memindahkan ke dalam blender.


Glory mencibir melirik glora yang tidak mau dibantu.” Glory ambil airnya aja yah.” jelas Glory.


“ nggak usah biar gue aja. Ini Ra udah di cuci kerang kepitingnya.” Ujarnya memberikan semua seafood dan segera pergi mengambil air. Glory menatap mereka garang dan sebal. Ia segera mengambil tempat untuk menatap mereka tajam.


Glory melirik kebelakang, dimana Nando, Nanda dan yang lain sibuk bakar bakar., ia tersenyum tipis, melangkah mendekati yang bagian bakar bakar. “ Glory buka jagungnya yah buat bantu kalian.” Ujar Glory semangat kepada nando yang membuka jagung.


“nggak usah Ly. Ini udah cukup kok., buat seafood separuh dan buat bakar separuh. Kalo habis baru buka lagi. nanti mubazir.” Ujar Nando melarang.


Glory menghela nafas melirik Nando yang mengipas ngipas jagung. Ia mendekati Nando dan mengambil kipas satunya lagi.” nando Glory bantuin yah.” ujar Glory di sana tenang dan mengipas juga.


“ yaampoun Ry. Jangan, kalo gede apinya nanti matengnya nggak merata. “ ujar Nando buru buru mengambil kipas dari tangan Glory.


Glory menahan kipas tapi Nando melototi Glory. Glory menjauh menggenggam erat kipasnya. Kesal mendekati fenty, Nando mengusap dada sabar melihat Glory bertingkah begitu.


Menggemaskan....


Glory mengambil jagung dan mengolesinya dengan bumbu.” Glory nggak usah. Bia gue aja, “ ujar fenty buru buru melarang Glory dan merebut alat ditangan Glory.

__ADS_1


“ Cuma kolesin kok biar Fenty lebih mudah buat bakarnya.” Jelas Glory polos.


Fenty menggeleng tegas menjauhkan Glory dari api.” Di sini panas Glory, nanti kamu kepanasan, aduh sana aja biar aku yang masak.” Ujarnya kepada Glory tak mau diganggu.


Glory melirik Fenty yang menyebalkan kesal. Sedangkan Ani melihat Glory yang berdiri kesal dibelakang Fenty tersenyum tipis. “ glory sini aja bantu aku buat bakar satenya sini... aku tusuk dagingnya kamu yang bakarnya, atau aku buat bumbungnya kamu yang bakar mau?” Tanya ani dengan pelan dna lembut kepada Glory.


Glory tersneyum lebaran segera mendekat. Merasa dibutuhkan Glory sangat senang ingin membantu. “ ***---”


“Nggak usah, biar gue aja.. mending loe diem aja. Biar gue yang masak dan tusuk dagingnya.” Ujatr Diki menjauhkan Glory dari sana.


Glory memberontak melirik Diki tajam.” mau masak lah Glory.” Ujar Glory tajam.


Diki menghela nafas pelan.” nanti loe luka. “ ujar Diki pelan.


Glory disana menatap mereka hendak menangis tapi dirinya tahan. Glory hanya diam dan menjauh, mengusap air matanya yang jatuh. Glory seperti anak kecil penyakitan dan Glory tidak suka dibeginikan.


Nando melirik Diki nanar karena melihat wajah Glory yang sedih membuatnya tidak tega. “ gimana?? Glory kayaknya nangis deh.” Bisiknya pelan. tak tega melihat Glory bersedih.


Dika mengeleng pelan melirik Ani yang diam saja melirik mereka.” Kan udah dibilang sama om Faris sama tante Tasya buat kita jaga Glory dan jangan bikin dia kecapekan. Kalian kan udah tau kondisi dia gimana. Jangan suruh suruh dia Ani.” Tegas Diki tapi hanya mreka yang mendengarnya.


Ani disana menunduk tak enak.” Gue Cuma nggak tega lihat dia yang sedih.” Gumam Ani sendu.


Dika mengjela nafas pelan. “ gue lebih nggak tega lihat dia sakit kayak kemarin. Itu lebih bahaya. Semisal kalo dia terlalu lama tidur dan nggak ingat bangun gimana???” tanyanya kepala ani mendnegus lalu menjauh.


Nando disana melirik Ani yang diam saja hendak menangis. Nando disana mengusap pundak ani.” Dika itu yang disuruh jaga Glory jadi wajar aja kalo dia takut Glory kenapa napa. Lain kali loe harus mikir dulu sebelum ngelakuin apa apa yah. glory itu beda sama kita,” ujarnya tenang, Ani mengangguk pelan disebelahnya.

__ADS_1


Fenty melirik Ani dan menghela nafas pelan.” udahlah, masak aja lagi biar cepet dan bisa cepet makan.” Ujarnya Fenty di sebelahnya. Ia maish sibuk masak dan nanda mengipasi bahan bahan. Melirik Ani penilaian. Yah sebelum mereka berangkat tanpa Glory ketahui, keluarga Faris sudah mewanti wanti teman temannya untuk menjaga Glory lebih ketat, bahkan mengirim bodyguard tersembunyi agar Glory baik baik saja.


Glory mengusap air mata yang jatuh pelan, ia menghela nafas pelan mengambil duduk di tempat makan, segera mengambil minuman yang belum ditaro di gelas. “ glory taro minum aja kalo gitu yah.” ujarnya menangis pelan tanpa terisak.


Glora disana melirik kembarannya tersenyum tipis. Glory menata buah buah dan juga minum tenang di sana, tidak lagi ada yang melarangnya takut Glory menangis lebih keras dari ini. itu sudah cukup mudah kok.


Glory sudah menyusun semuanya dengan bagus, bertepuk tangan, mengusap sisa air matanya pelan. melirik teman temanya yang sibuk. Ia menghela nafas pelan dan mengambil gitar yang di siapkan. Ia hanya akan duduk dan menikmati apa yang diberi.


Sedih glory tapi dirinya tidak mau merusak suasana bahagia ini. Glory tidak mau karena dirinya mereka semua jadi sedih juga. Yang lain melihat Mood Glory sudah bagus sembari menynyi dengan suara fals hanya terkekeh. Menganggap itu hiburan mereka sembari masak. Glory juga terlihat anteng di sana


Tatapan aksa. Dava, dimas, jay meninai Glory dna teman temannya kesal.” Kita harusnya juga bikin kayak gitu, bakar bakar.” Ujarnya Jay kesal melihat mereka semua disana terlihat happy, bahkan bernyanyi bersama sembari masak dengan Glory bermain gitar.


Dimas melirik jay tenang.” kita nggak ada bahannya juga.” Ujarnya pelan.


“ gimana kalo kita gabung aja?” ujar Hana di sebelah mereka tenang dan tersenyum


Mereka melirik Hana dan berdehem.” Emang mereka mau nerima kita?” Tanya Aksa pelan kepada hana.


Hana mendengarnya terdiam sejenak.” Bisa saja asal kalian tidak menganggu atau merusak suasana.” Jelasnya lagi tenang.


Dava menghela nafas pelan di sana, melirik teman temannya yang mulai diam menatap kearah mereka iri.” Kita bawa snack aja ke sana, sekalian gabung. Mereka pasti mau.” Jelas Dimas kepada teman temannya pelan.


“kalo diusir?” Tanya Rangga kepala mereka pelan.


“ gue rasa sih kita buang gengsi dan urat malu aja.” Ujarnya terkekeh. Mereka mendengarnya hanya menghela nafas pelan

__ADS_1


__ADS_2