
GLorry mengerjab.”Lah kan emang punya Regan kecil. Unyu.” Ujar Glory polos.
Wajah Komala dan Panji shok mendengar ucapan Glory semakin gelagapan dan tidak tenang. Panji mendekat dan menangkup wajah Glory dengan gugup.” Kamu. Kamu diapain sama Regan boiling sama Abi,. Cepat bilang biar abi gantung dia di pohon mangga depan sekarang.” Ujarnya dengan melotot kepada Glory.
Regan melotot menatap ayahnya . " nggak ngapa-ngapain Glory bi tanah, Jadi ngapain Regan yang digantung di pohon mangga..! Glory lo ngomong apa sih ngaco aja, gue nggak pernah ngapa-ngapain lu ya, atau lu yang pernah ngintipin gue mandi." sahur Regan dengan nyolot kepada ayahnya yang menyalakannya, padahal kan di sini dirinya juga korban fitnah oleh Glory.
" Ngaku aja kamu Rega ...! Abi potong juga yah punya mu nanti..." Ujar Panji melototi anaknya. Sontak Regan menutup miliknya lebih erat dengan kaki lain.
Komala menatap Regan nyeris mengeluarkan bola matanya.” iya bilang aja Ri. Yaampun kalian ini.” ujar Komnala mengusap kepalanya sakit.
Glory menggaruk kepalanya dan menggeleng geleng melepaskan tangan Panji dari wajahnya.” Apa si bi. Mi. yang kalian ngomongin itu apa sih?”Tanya Glory kesal melirik mereka semua.
Komala dan panji saling lirik.”kamu udah liat punya Regan? Katanya yang Regan punyu kecil.” Ujar Komala dengan heran.
Jika tidak dilihat tidak akan tau kan,,?
Glory mengangguk.”sering.”
“ regan..!!” Teriak Komala dan Panji.
Regan menatap mereka gugup, menggeleng.” Mi. Bi mana ada, dia pasti salah omong.” Ujar Regan skait kepala, menatap Glory melotot.”loe ngomong apa sih jelasin. Jangan ngomong ambigu..!! punya gue gede yah.” ujar Regan melotot memegang miliknya.
Glory menatapnya melemas dan mendekat,, menarik baju Regan bagian atas hingga menampilkan cokocip milik Regan.”Ha kecil kan. aku nggak boong.” Ujarnya polos menunjukan cokocip Regan, Tak tanggung ia bahkan menariknya gemas..
" Woy sakit." Regan meringis saat cokocipnya si tarik begitu. glory terkekeh polos.
Panji dan Komala segera mendatarkan wajah menatap Glory. Menggeleng memijit pelipis, paahal mereka sudah panic ingin menikahkan saja mereka berdua ini. glory melihat mereka sertakan memijit pelipis menatap regan.
Sedangkan regan menarik bajunya dan menutup miliknya malu. Mendelik menatap Glory kesal. Glopry mengangkat bahu acuh dan mengambil kopernya.” Skuylah antar Nana.”ujarnya kepada keluarga panji..
Panji dan Komala diam dan mengangguk mengantar Glory. Glory disana menatap mereka polos, tidak bukan polos tapi lebih ke tidak paham,. Glory mengangkat bahu acuh dan menaiki mobil yang akan mengantarnya ke rumah. Panji dan Komala saling lirik dan menahan taw.a otak mereka terlalu jauh berfikir tadi. Mereka pikir Regan dan Glory pernah ngapa ngapain
Satu jam mereka sampai di rumah milik Glory. Glory membuka klaca dan mellambai pada satpam.”pak ini saya. Buka gerbangnya.”
Teriaknya cepat. Satpam yang tadinya hendak bertanya segra mengangguk dan segera membuka gerbang.
__ADS_1
“ Glory nanti jatuh.” Tekan Komala melihat tingkah Glory.
Glory terkekeh memasuki kepalanya lagi kedalam mobil.
Komala melirik Glory garang.” Jangan gitu lagi yah.” tegasnya.
“ ayay Uma.” Jwab Glory patuh dengan wajah polos. Komala tersenyum, wajah Glory sangat menggemaskan.
Jangan heran jika panggilan Glory sering ganti ganti, kadang Tante, kadang Umi dan kadang Uma. jika ditanya ia akan jawab.' bosan kalo itu itu mulu'
Mereka memasuki perkarangan rumah yang luar biasa luasnya, ada taman dan juga banyak tanaman bonsai harga ratusan juta.
Panji, komala dan Regan tertegun. rumah Glory sangat besar.. tiga kali lipat dari rumah mereka, jika rumah mereka satu lantai maka ini rumah ada empat lantai, ibaratkan jika rumah mereka dibandingkan ini tu tidak ada apa apanya, mungkin juga besar rumah mereka hanya sebesar dapurnya mereka saja,
Komala menjadi kikuk dan melirik Glory tidak enak, Glory hanya diam di tengah Komala dan Regan. Regan mengerjab melihat deretan mobil dibagasi yang cukup besar. Rentetan mobil disana terlihat beberapa.” Wahhh loe punya mobil Ri?”Tanya Regan kepada Glory.
Glory mengangguk.” Ada tapi di bagasi dalam.” Jawab Glory pelan.
“Di dalam ada bagasi lagi?”Tanya Regan polos.
Regan melirik Glory kagum, di depan saja ada sekitar sepuluhan lebh mobil, jika di dalam lebih banyak itu artinya sangat banyak? Wah wah mereka benar benar kaya rupanya. panji mendengarnya agak mengerjab insecure, mereka punya mobil tapi hanya dua, itupun makainya bagi bagi waktu, hanya punya dua motor biasa di rumah. Panji tidak enak melirik Glory, jangan jangan selama ini Glory hidup tidak enak padanya
Mobil sampai di depan gerbang, Glory keluar seusai Regan keluar, diikuti komala dan Panji. Saat Glorykeluar beberapa penjaga dan pelayan diluar segera menunduk menyapa. Glory haya berdehem.”mbak, mas tolong bawain koper saya ke dalam.” Ujar Glory kepada penjaga.
“Biak nona.” Jawab salah satunya segra mengambil koper Glory. Komala dan Panji diam saja melihat ini, mereka bahkan hanya punya satu pembantu untuk memberes rumah, tapi ini, didepan saa ada dua pelayan apalagi di dalam yah kan, jika penjaga saja banyak. Apa mungkin rumah ini banyak intan berliannya?
Mereka tidak menyangkal jika Letta lebih kaya dibanding yang mereka bayangkan, melihat banyaknya penjaga dan pelayan saya mereka sudah pusing memikirkan bagaimana membayar pekerja ini.
UMR sekarang berapa,? dikali puluhan orang, jika di jadikan uang akan menghabiskan puluhan juta, yah mending bikin cabang tokoh aja batinnya Panji sebagai tukang jual emas.
“ ayok masuk Umi abi.” Glory merangkul tangan keduanya memasuki rumah.
Regan menatap Glory sengit.” Gue ditinggalin..” bisiknya. Tapi tetap berjalan dibelakang dan Glory malah mencibirnya. Regan memasang wajah nyolot saja.
Saat pintu terbuka, suara langkah kaki begitu cepat mendekat, pintu dibuka oleh pelayan dan Kedua orang Tuanya tersenyum lebar.
__ADS_1
" selamat datang lagi sayang...” Glory membuka mata kaget melihat taysa yang datang meletupkan balon dan memuntahkan banyak pernak pernik kertas.
Bombayo, Glory tersenyum senang melihatnya. Glory mendekat dan dipeluk oleh Taysa. Di sebelah Tasya ada Faris yang menatap Glory dingin dan tidak suka. Tasya malah melirik Faris mengejek.
You lose, IM wind
Begitulah arti tatapan mereka.
“harusnmya kamu peluk papi dulu Lili.” Ujarnya mendneggus.
Glory terkekeh memeluk ayahnya.” Iyaampun papi. Tadi Glory ngak liat papa dimana.” Glory pura puura memberikan wajah polos. Ingin melihat wajah kesal ayahnya satu ini.
Ayahnya mendengus menarik hidung Glory.”kamu kalo bohong hidungnya kembang kempis, lagian mata juling aja bisa liat papi segede ini dijalan yah.” ujarnya kepada Glory gemas. Tubuhnya kekar dan berisi, tinggi dan berotot. Jika ada yang tidak bisa melihatnya disini itu artinya matanya katarak.
Glory malah terbahak melihat faris. Ia segera mendekat dan memeluk faris manja. Faris segera menarik tubuh Glory dan memeluknya erat, tubuh Glory terangkat dibuatnya. Glory kaget menatap kekakinya.” Papi.” Gumam Glory pelan. Faris terkekeh melihatnya dan menurunkan Glory.
Ia mengusap pipi Glory dan mengecupnya.” Anak papi sudah besar. “ bisiknya sendu. Matanya terlihat sangat sayu dan lembut.
Ada rasa sedih dan tidak rela karena pertumbuhan Glory dirinya tidak ada, dirinya tidak bisa melihat pertumbuhan nya. Ia merasa gagal.
Glory terkekeh mengangguk.” Jika kecil terus kan nggak asik pi.” Jawba Glory.
Faris dan Tasya terkekeh gemas mencubit pelan pipi Glory. Glory malah memicingkan mata melihat mereka yang sering sekali mencubit pipinya. Glory tidak sengaja melihat siluet milik Glora di seberang dekat Tangga, disana terlihat ia mengintip dengan tatapan sendu dan juga murung. Glory terdiam melihatnya disana.
Siluet itu seperti nya mengintip mereka dalam tatapan terluka. Glory bisa merasakannya, apakah itu tatapan untuk dirinya?
Faris dan tasya menatap Panji dan Komala dingin. Paji dan Komala tersenyum sopan.”mari silahkan duduk, kita mengobrol sejenak.”ujar Faris mengajak mereka duduk.
Komala dan Paji mengangguk mengikuti langkah Tasya dan juga Faris menuju shofa. Regan menarik tangan Glory yang bengong untuk ikut duduk, tatapan Glory ajdi berpindah kea rah mereka yang sednag duduk dan ikut duduk di sana.
Faris dan Tasya tersenyum kaku kepada panji dan Komala.”kami sudah mendengar smeua cerita dari anak kami masalah anak kalian membantunya dan kalian yang membanbtu anak saya saat itu. lkami mengucapkan sangat berterima kasih kepada kalian, jika kalian tidak ada kami pasti sudah kehilangan putri tersayang kami.. tersayang kam. Kami benar benar berterimakasih." Kata Faris dengan sopan dan penuh santun kepada Panji dan Komala. ini pertama kali Faris berterimakasih setulus ini kepada orang lain
.
.
__ADS_1
.