Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Bab 22


__ADS_3

“Mau kemana Dek?" Aksa yang tadinya main Game menatap Glory yang turun menggunakan baju crob berawarna putih menampilkan perut ratanya dan celana lepis panjang dengan sobek dibeberapa tempat menampilkan kaki yang jenjang dan juga kurus.


Glory menatap kakaknya, memakai topi berwarna Highlight biru muda serasi dengan celana jinsnya, “ ke Mall bang, gabut.. “Jawabnya dengan pelan sembari membenarkan topinya yang terasa kurang pas.


Aksa menatapa adiknya tak terima, bangkit dari posisi tidur nyamannya.”Kok nggak ngajak ngajak si. Kan abang juga gabut.” Ketusnya merajuk pada sang adik.


Glory menataop kakaknya sinis.”Loh mana saya tau.. kalo mau ikut ayok bang, “ Ujarnya Glory dengan semangat.


Aksa menghela nafas.”Loe telat, gue baru duah janjian bareng temen gue ketemu dicafe. Loe aja ikut gue gimana? Lagian gue takut suruh loe pergi sendiri.”Ujarnya Aksa pelan tapi ditegaskan oleh matanya yang serius.


" Idih, ogah gue bang. ngapain ikut loe...!" " Ujarnya ketus memutar bola mata malas.


"Loe cewek Na,...Jadi gue nggak berani nyuruh loe sendiri pergi." Aksa menatap sang adik memelas.


Glory menatap abangnya dengan malas.”Ayolah bang".


” Nurut Na nurut... gue siap-siap dulu.” Aksa meninggalkan adiknya yang kesal.


Glory mendengus menghempaskan pantatnya diatas shofa membika hpnya yang ditodbag kecil yang ia bawa tadi. Ia menghela nafas menatap aplikasi grab yang sudah ia pesan. Ia harus membatalkannya dan biar ia bayar saja lah sebab abangnya juga sudah menuju ke sini kan rugi orangnya.


Kasihan abangnya sudah dijalan, siapa tau abangnya punya anak yang harus dihidupkan. batinnya.


“Yukk.” Baru sepuluh menit kakaknya sudah datang.


Glory mengernyit.”Kok cepet?”Tanyanya heran.


“Kalo lama itu cewek.” Aksa terkekeh menarik tangan adiknya. Glory memutar bola mata malas. Sejujurnya ia juga mengiyakan si hehehe.


“Duh bentar dek, hp gue bunyi.” Aksa kembali membuka Hpnya mengangkat telepon menjauhi Glory.

__ADS_1


Glory menghela nafas gerah. menunggu sang abang Berselang beberapa menit.


”Duh dek maaf abang nggak bisa ikut kamu pergi aja duluan yah, soalnya gebetan abang kecelakaan. “Aksa mencium pipi adiknya.”Jangan lupa kunci pintu.”Teriaknya berlari.


Glory menatap kabangnya dengan hidung dan telinga yang sudah keluar asap.” SETAN LOE YE BANGCAT. AZUUUU GUE SUMPAHIN PACAR LOE MATI.” Ia kesal, ia menarik nafasnya menendang sofa kuat.


”Argh.. teriakan tertahan ia layangkan.”Sepatu Jordan baru gue aduh kasihannya.”ia meringis mengusap sepatu yang ia curi dari Dika”: Maafin mama yah sayang..” Gumamnya gila.


Ia kembali menendang udara sebab kesal, tak lagi menendang benda keras, sayang anak sayang anak...!


Ia menghela nafas memilih pergi menggunakan mobil saja lah, tidak mau pakek aplikais lagi.”Awas aja gue ketemu tu cewek gebetan abang gue. gue jamin dia bakal gue pukul peritnya sampek bunyi eghhh, bila perlu keluar usus dari mulutnya.”Gumamnya memukul setirnya. Kesalnya Glory diperpanjang diperjalanan menatap jalanan yang ramai.


Jarak dari rumah mereka ke mall itu cukup jauh, memakan waktu satu jam karena memang mall ini ditengah kota, mall terbesar juga mangkanya lama. Glory menyipitkan matanya menatap beberapa orang yang berkelahi didepan jalan yang memang sepi. Ia diam memelankan mobilnya.”Duh gimana yah. mau trabas mereka berantem ditengah jalan, mau nunggu takut ikutan dibegal, mana mobil masih kridit..”Gumamnya pelan khawatir.,


Padahal mobil nya dibeli cesss!


“Tarik nafas... Buang...”Gumamnya.”Yook trabas,.!” Gumamnya menginjak gas mobil kencang bersamaan dengan klakson mobil yang terdnegar nyaring. Hal itu menyita beberapa orang yang sedang berkelahi didepannya. Mereka berlari menghindar mobil, beberapa ada yang tertelungkup dan pasrah. Tapi Glory kaget saat ada satu sosok mengacungkan pistol diarah mobilnya.


Sontak Glory memutar Stir mobilnya. Dorr.. Glory menginjak remnya tepat saat mobilnya hampir menabrak pembatas jalan, mobilnya bahkan bergeser akibat dadakan yang ia lakukan. Syukurnya pistol tak tertembak kearahnya,.


Jika terkena kaca mobilnya kan bahaya, bisa bisa ia kena hutang...


.


Glory memegang dadanya berdebar merasakan kepalanya yang sakit akibat bertabrakan dengan dasbort mobil. Glory merasakan kepalanya berdenyut bersamaan dengan satu orang mengetuk pintu mobilnya, Glory menghela nafas merasakan dirinya sangat lemah. Ia tak kuat tapi harus cepat jika tidak ia mati.


Ia menarik lagi gasnya mundur sampai mobilnya bergerak memutar. Semua yang melihat kaget, sosok yang mengetuk mobil ya tadi mundur kaget akibat terserempet merasakan kakinya terlindas ban mobil. Glory dengan cepat menerabas yang masih cengo sampai beberapa ada yang cidera.


Glory menatap mereka dengan nanar. Kepalanya sangat sakit. Arghh.. ia mengerem mobilnya dan mundur membelokkan stirnya.

__ADS_1


Burtgg.. arghh. Beberapa dari mereka tertabrak dan ada yang terlindas. Glory diam tak lagi kuat dengan ulahnya. Kepalanya sangat sakit sampai ia merasa darah menetes dipelipis dan hidungnya. Dadanya terasa terapacuh namun pacuhannya lemah tak bedarah. Ia menaruh kepalanya distir mobil.


Sosok diluar menatap sang menolongnya diam tak lagi menggerakkan mobil jadi heran. Menatap yang mencega mereka dijalan yang sudah beberapa tak berdaya, dan sudah terluka melarikan diri menatap mereka dingin. “ Riko cari tau siapa yang menyuruh mereka secepatnya dan laporkan malam ini kepada saya..!!” Tegasnya pada asisten.


Mereka hanya berdua melawan 8 orang. mereka baru saja pulang dari kantor tiba-tiba ada yang mencegah dijalan membuat mereka berhenti.


“Baik tuan..!” Jawab sang Riko.


Mereka awalnya hampir kalah akan tetapi datangnya mobil gila menyita mereka, mobil yang menabrak banyak orang seakan sengaja. Apa orang tersebut menolongnya? Sungguh baik sekali orang itu, apakah masih ada orang sebaik itu?


Apalagi sosok tersebut mengobarkan nyawanya loh, iya sebab tanpa sosok yang menolong mereka tau jika yang ia lawan itu bukanlah orang biasa. Dan akan menjadi masalah berkepanjangan...


Langkah lelaki yang berusia hampir 2tahun itu menuju mobil gadis yang membantunya tadi pun, ia mengetuk mobil tapi tak dijawab, ia kembali mengetuk tapi tak ada jawaban. Ia mencoba mengintip dan memokuskan tatapannya. Ia tertegun, sosok yang menolongnya pingsan?


Ia segera membuka pintu mobil tapi tak bisa terbuka.”Riko buka pintu mobilnya..!” Ia mundur menyuruh bawahannya membuka mobil.


" Baik tuan.." Riko dengan cepat membuka nya menggunakan beberapa peralatan, berselang beberapa menit pintu terbuka menampilkan Glory yang oleng jauh. Lelaki tersebut kembali kaget menatap orang yang membantu nya reflek menangkap tubuh olengnya . “Seorang gadis?” Nyalinya sangat besar..! "itu yang ia bayangkan.


“Riko bereskan semua ini., biar gadus ini aku bawa”


.


.


Duh guys maaf yah jika sebelumnya novelku ada yang beberapa berhenti ditengah jalan atau ada yang ngebuat kalian nunggu lama sampai akhirnya cuma setengah jalan


Itu bukan keinginan, hanya saja kemarin keadaan aku yang memang nggak bisa ditinggalkan.


Jadi ku harap kalian paham, insyallah aku bakal kasih terbaik Kok. Jangan lupa tinggalkan jejak yah

__ADS_1


__ADS_2