Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Aruna life


__ADS_3

.Glory mengetuk ngetuk pipinya menggunakan hp. Jika dipikir pikir ini terlalu nyata untuk dirinya percayai. Jika ini benar dunia novel, apakah di sini juga di ciptakan oleh Tuhan? Atau hanya di ciptakan oleh imajinasi saja?


.


.


Tanpa sadar Glory tertidur dengan posisi sama, HP miliknya terjatuh dan dirinya mulai menjelajahi dunia mimpi., sedangkan di luar kamar Glory ada Regan yang mengeram kesal.


“ awas yah loe besok. Gue bales loe..!!!” ujarnya lalu melangkah pergi dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aruna menatap rumahnya gugup. Hari sudah pukul 9 malam, tapi diirnya tidak membawa uang yang cukup banyak, jika begini dirinya akan di hajar oleh ibu dan ayahnya. Aruna meremas tangannya kuat untuk melampiaskan rasa takutnya. Kakinya yang melangkah bahkan tidak terasa lagi. aruna memberankan diri untuk memasuki rumahnya.


“ wah udah pulang ternyata. Mana uangnya?” Aruna tersentak kaget. Saat pulang sudah bertemu muka dengan ibunya yang sedang maskeran menjulurkan tangan meminta dirinya untuk memberikan uang.


Aruna meremaskan ujung roknya dan menggeleng.” Ma maaf Bu. Aruna enggak dapat duit hari ini.” bisik Aruna nanar menunduk., " Aru enggak bisa kasih ibu duit."


Ibunya melotot menatap Aruna, ia segra mendekat dan menarik tangan Aruna. Ia menutup pintu dan menghempas tangan Aruna. Aruna meringis, memejamkan mata takut. ibunya berdecak pinggang.”Kamu yah..!!!! kamu kan deket sama cowo cowo kaya itu? kenapa mereka neggak kasih kamu uang lagi? apa kamu enggak minta sama mereka ha?”Tanya ibunya berteriak marah.


Aruna meringsut mundur, berselang beberapa detik ayahnya keluar tampa baju karena mendengar ucapan sang istri jika anaknya tidak membawa uang.” Apa? Dia enggak bawa uang?”Tanya ayahnya melotot mnatap aruna.


Ibu aruna mengangguk melirik aruna.” Iya, dia enggak bawa uang..!” Teriak ibunya.


Aruna semakin bergetar ketakutan, tidak berani menatap ayah dan ibunya.” Aruna engak berani minta duit buk, pak,. Soalnya kan Aruna cewek, masa minta uang.” Bisik aruna lirih, Aruna tau kjika suaranya akan di dengar oleh orang tuanya.

__ADS_1


“apa??? Malu?” Tanya ayah aruna sinis.


Aghh. Aruna berteriak saat rannbutnya ditarik kebelakang. Aruna meringis merasa kulit kepalanya seperti terkelupas. Ia melirik sang ayah memohon. Ayahnya melotot garang.


Plak. Arggh. Aruna berteriak saat wajahnya ditampar.”Malu malu. Malu enggak bisa bayar kontrakan, malu enggak bisa bikin kenyang. Kamu yah masih kecil malu malu. Bila perlu jual diri sekalian bar bisa dapat duit.” Tekan sang ayahnya berteriak.


Aruna semakin memejamkan mata mendengar teriakan ayahnya. Ibunya ikut maju Dan menampar wajah aruna. Aruna hanya diam merasa pipinya kebas, kedua tangan aruna mengepal erat erat sebab takut melawan.” Benar tu. Kamu tu makan enggak gratis, kamu pikir kamu makan itu enggak bayar?? Anak tidak tau di untung..!!! Hari ini sama besok kamu nggak usah makan!” Tekan ibunya


Aruna menangis nanar merasa sakit serta menahan lapar yang memang suwsai dari cafe tadi dia tidak makan.” Ampun pak. Amampun hiks hiks, sakit.” Bisik aruna lirih.


Ayahnya mendengus semakin mengeratkan jambakanya. Aruna memejamkan mata lirih.”Kamu kalo besok tetap kayak gini bapak jual kamu sama temen bapak biar rasa malu kamu enggak ada lagi. mau?”Tanya ayahnya dengan tega.


Aruna menggeleng.” Ampun pak jangan hiks hiks. Tapi Aruna kan udah kerja,. Aru janji jika nanti Aru gajian uangnya buat bapak sama ibu hiks. Tapi aru enggak bisa minta uang sama teman teman aru terus.” Bisik aruna lirih. Jika meminta kepada Dava maka hidupnya akan berakhir tragis, bisa bisa dirinya akan habis karena Dave memberi uang tidak pernah gratis, ia harus menjadi budak nafsu .


Aruna menangis histeris merasa nyilu di sekujur kepalanya.” Ampun pak hiks hiks. Maafin aru. Aru nanji akan kerja lebih kuat ak atgh ampun pak. Lepasin tolong.” Aruna memohon dengan menangis nanar. Aruna tidak tahan jika diginikan dan bapaknya pun menghempaskan kepala Aruna kuat...


Aruna mundur dan kepalanya terbentur dinding. Ayahnya mendengus.” nggak berguna. Besok kalo kamu enggak bawa uang lima juta, bakal bapak jual kamu sama temen bapak si pak Tono. Awas aja kamu yah..!!!” ia melangkah seusai membentak dan mengancam aruna.


Pak Tono adalah teman bapaknya yang sudah berusia 60tahun, wajahnya jelek dan hitam, apalagi giginya yang kuning dan sudah ada yang ompong, Aruna tidak mau. Aruna bergetar ketakutan..


Bukan bosyshaming tapi memang itu adalah. Pak Tono itu terkenal memiliki istri Gonta ganti, dia itu pemilik Toko batu bata yang cukup kaya.


Aruna menangis memegang kepalnaya perih Aruna diam memejamkan mata di sudut dinding. Menangis merintih kesakitan.” Ibu... Lena mau beli HP baru dong... HP Lena tadi jatoh dan rusak deh.” Ujar seseorang yang keluar dari kamar menatap ibu aruna cemberut.


Aruna mengerjab melirik nanar, matanya memburam. Ibu arunma mengusap kepala sang anak lembut.” Yaampun kok bisa rusak sih sayang? “ Tanya ibunya lembut dan juga penuh kasih sayang.

__ADS_1


Aruna semakin muram, mengapa ibunya selalu berbicara lembut kepada adiknya sedangkan kepada dirinya tidak?


Sang anak menggeleng dan tersenyum polos.” Tadi kejatuh karena di senggol temen, jadi pecah layarnya deh. Maafin yah Bu. Tapi Lena mau hp baru, kalo engak ada HP nanti lena belajar gimana?”Tanya Lena pelan.


Lenna itu adik dari Aruna, usianya baru saja menginjak lima belas tahun, ia kelas tiga SMP, ibu Aruna melirik Aruna dengan tatapan sinis.” Siniin HP kamu, hp yang dikasih sama Dava kemarin, kamu denger kan adik kamu butuh HP?”Tanya ibunya membentak.


Aruna menatap ibunya nanar, menggeleng dan berkata.” Bu. Hpnya itu punya Dava jadi eng,,,. BU Jangan bu.. bu.. tolong..”


Bbrak.. aruna memberontak dan menahan ibunya yang menarik tas miliknya dan mendorong Aruna hinga terjatuh. Ibunya membuka tas dnegan keras hinga sobeks ebab ityu memang tas yang di gunakan aruna semenjak ia sekolah sd itupun dulu bekas dari teman lamanya.


Aruna menangis lirihz tubuh Aruna bergetar semakin bergetar menatap ibunya membuang semua buku dan tasnya. Aruna segera memungutnya dan memeluknya terisak isak. Ibunya melirik aruna sinis dan memberikan HP milik aruna kepada Lena.” Nah ini sayang. Kamu pakek HP kakak kamu yang enggak berguna dulu yah?” Ujar ibunya sinis.


Lena berbinar meneruima HP tersebut.” Makasih bu..” ia pergi meninggalkan ibunya yang tersenyum miring melirik aruna.


Aruna menatap ibunya nanar.” Bu nanti bagaimana jika bos nelpon atau kerjaan aku? Hiks hiks lagiankan Lena enggak butuh banget HP. Nanti bagaimana aku cara ngehubungin Aksa dan Dava?” Tanyanya lirih kepada sang ibu.


Ibunya menatap aruna bengis.” Yah syukurlah. Jadi kamu ada alasan kan besok minta duit sama ,mereka? Aruna aruna kamu jangan gitu lah. Kan mereka bakal kasihan terus ngasih kamu diut kalo kamu di giniin??? Jadi nikmatin aja jangan sok suci.” Tegur ibunya dan melangkah menjauh.


Meninggalkan aruna yang meremas tas miliknya. Kenapa ibunya terlalu pilih kasih? Apa sih beda dirinya dan adiknya? Apa ia bukan anak kandung? Apa karena hal lain? Dilihat dari prestasi juga bagusan dirinya dibanding adiknya, dilihat dari wajahnya wajahnya jauh lebih cantik dari lena, wajahnya putih bersih sedangkan Lena hitam dan berjerawat persis seperti bapaknya.


Aruna mengusap aiur matanya dan berjalan terlatih lati menuju kamar miliknya. Ternyata siku dan juga lututnya berdarah cukup banyak dan pipi yang memar dimana mana.


Dan ini sudah menjadi makanan sehari hari miliknya. Aruna menutup pintu dan terduduk di belakang pintu, terisak pelan mengusap bulir bulir bening di matanya. " Kenapa sih mereka gitu? apa salah ku."


Aruna ingin sekali bunuh diri, tapi ia masih sangat percaya jika bunuh diri akan membuatnya masuk neraka. Aruna mempercayai akan adanya hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2