Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Ulah Glory


__ADS_3

Glory terdiam menatap Glora yang keluar tanpa menutup pintu. Glory lingliung, glory pusing. Bagaimana jika Glora tau ini memang ulahnya agar Angga pergi mendampinginya? Akh sudahlah, yang pentingkan Glora bahagia dengan apa yang ia miliki saat ini. glora juga bahagia kan? glory segera membuka pintu dan hendak memasuki susu susu itu di kamarnya.


Jay mnuruni tangga dan menatap rangga dna teman temnannya tengil. Teman temannya menatapnya malas” jadi sebenarnya Glory itu kembarannya Glora? Pantesan gue ngerasa mereka tu mirip, Cuma memang cantikan Glora dna imutan Glory sih. Muka Glory tu nggakk bisa diungkapkan saking imutnya.” Ujar Dimas dengan tersenyum berebda kepada teman temannya.


Aksa melirik Diams dan menatapnya lebih tajam dari biasanya, seakan mengingatkan dimas agar tidak bicara atau bertindak terlalu jauh./” gue ngak suka sama ucapan loe dim. Ucapan loe kek mengandung sesuatu hall.” Ujar aksa pelan dan menghela nafas. Dimas melirik aksa dna terkekeh.” Lagian kan udah terbukti glory bukan adek loe Saa. Jadi loe nmggak usah seperhatian itu lagi sama Glory.” Tegas dimas mengejek kepada Aksa.


Aksa mengepalkan tangan mendengar ucapan Dimas.” Jaga omongan loe yah..!! Glory dari kecil sama gue dna orang tua gue. kita yang ngebesain Glory dari kecil dan gue lebih tau dia dibandingkan kalian. “ tegas aksa dengan bringas tidak senang. Hampir saja menyerang Dimas yang di sisinya.


“ Tapi keluarga loe penculik kann?” Tanya Dimas mempropokasi Aksa. Aksa tidak tahan menarik kera baju Dimas. Dava segera menghentikan keduanya dan menatap aksa lebih tajam lagi.” udah kalian kenapa sih malah rebut hal kayak giini. Dimas juga ngapain sih mincing mincing emosi Aksa. Jangan saling berantem.” Ujar Dava tegas pada kedua teman temannya/ aruna mengangguk memeluk lengan Rangga erat.” Iya. Runa takut lihatnya.” Ujar Runa gugup dan takut,


“ udah lihat tu Runa takut lihat kalian ribut., lagian Glory sekarang udah maafin aksa dan udah nggak ada amsalah sama kaluan lagi. jadi jangan rebut.” Ujar Rangga tegas. Mereka satru sama lain mendengus. Aksa masih mengepalkan tanganya karena blum puas, ingin sekali rasanya menghajar dimas. Dimas hanya diam dan mengangkat bahu acuh di sana.,


Aruna diam diam mendengar mereka merasaresah. Ia menatap Dava yang sedang menjadi satu satunya orang yang ia pervcaya.” Hmm gimana kalo kita ajak glory jug aja di acara muncak kita nanti di villa milik Dava???? Disana kan aksa dan kita bisa minta maaf dan lebih dekat sama Glory.” Ujar aruna dengan tenang dan semangat

__ADS_1


M aksa terlihat setuju sedangkan Dava melirik dimas dan Jay yang baru datang suram. “ gue nggak setuju.” Ujar Dava Tegas.


Mereka menatap Dav dengan tatapan tidak paham. Mengapa lelaki ini tidak setuju? “ ini bagus bat pendekatan Glory sama kita loe. “ ujar Runa dnegan lembut kepada Dava dava tidak senang memalingkan wajahnya dan brdehem. “ bukan masalkah itu. Glory kan barus sembuh, dia harus melakukan istirahat dan penyembuhan lebih detail lagi. jangan memaksa keadaan.” ujar Dava pelan kepada mereka.” Gimana kalo kita nanya Glory secara langsung, dia mau atau nggaknya?” Tanya Jay yang baru saja duduk dan tadi saat kemari sudah mendnegar apa yang diperdebatkan oleg teman temannya ini. sudha apsti glory kan.


Dava menggeleng tegas, tapi yang lain mengangguk setuju.” Yah boleh tu. Gue yakin Glory mau kok.’ Jawab Dimas tersenyum. Aka melirik dimas dingin.’ Jangan mikir macem macem, atau loe tau akibatnya.” Ujar Aksa dengan tegas dan penuh intimidasi.


Dimas berdehem dan menyeringai.” emang apa yang gue pikirin?” Tanya Dimas. Aksa meliriknya lebih tajam dan Dimas menepuk pundaknya pelan.” hahaha santai aja lah bro. gue Cuma bercanda kok.” Ujar Dimas terkekeh mengusap perutnya yang terasa geli. Aksa sangat mudah dipermainkan emosinya.


Aksa malah menghempaskan tangan Dimas. Menatap semua teman temanya yang menatap Aksa kasihan. aksa menghela nafas. Aksa atau tabiat Dimas dan juga Jay. Kedua manusia tiwak waras ini tidak bia bersama Glory. Atau bahkan Dava. Dava seperti sedang melindungi Glory. Tapi Dava amsih ada Runa yang menahanya. Jika Dimas dan Jay? Mereka adalah opsi terberbahaya saat ini.


Dokter yang memeriksa Glory menduduki kursi. Faris terus saja memainkan rambut Glory yang halus,tanpa tau jika itu rambut palsu sebenarnya. Dokter melirik Glory yang diam saja.” Hmmm maafkan kami tuan.'- Tapi kami tidak menemukan penyakit apapun di tubuh pasien., di tubuh pasien dalam pemeriksaan benar benar sehat, hanya bagian hatinya saja sedikit ada masalah di daam pernafasannya.” Ujarnya dengan pelan menjabarkan yang diketahuinya.


Faris dan semua keluarga menatap dokter dingin.” Coba periksa kembali.” tegas faris.

__ADS_1


Dokter mau tak mau kembali memeriksakan Glory. Glory menghela nafas dan terdiam saja melihatnya, berakhir di diagnosa glory itu pengidap penyakit liver, padahal Glory tidak ada penyakit apapun di sana. Keluarga ini kalang kabut dan segera ke luar negeri untuk menyembuhkan Glory. Tapi rupanya malah di luar negri penyakit Glory bnar benar tidak di temukan. Glory dikatakan sehat dna normal biasa saja. Ini juga yang di anehkan oleh seluruh keluarga., apakah Glory ini memiliki penyakit atau tidak? Jika tidak mengapa Glory kemarin demam sangat hebat? Dna dokter yang mengatakan dokter ada sakit ini dan itu?


Glory menghela nafas mendesa kesla melihat orang tuanya yang sibuk meronsen dirinya.” Mi pi. Aku sehat sehat aja. Apa lagi yang mau di cek? Tangan Glory udah skait kena tusuk jarum suntik terus.” Ujar Glory menghela nafas kesal. Sudah berkali kali di tusuk untuk mendapatkan diagnose penyakitnya padahal dirinya benar benar tidak ada penyakit apapun dalam kamus kedokteran.


Faris dan tasya menatap oba Glory. Mereka mengusap rambut Glory sayang.” glory sayang. Kami trauma khawatir dan nggak mau yang kemarin terulang lagi. ini tangannya sakit yah? Maafin kita.” ujar Faris mengecup tangan Glory yang di tusuk tusuk jarum. Glory mengangguk pelan dan menatap dokter menatapnya prihatin.


“ tapi dari semua pemeriksaan kami organnya tubuh dari nona Glory berjalan secara teratur dan tidak ada kesalahan apapun, dari pemeriksaan darah juga begitu. Noona Glory benar benar sehat kok.” Tegas dokter. Ini sudah ke tiga puluh dokter mengatakan hal yang sama. Glory sampai suntik mendengarnya. Angga mengepalkan tangan melirik Glory. Glory yang di tatap seperti itu jadi tidak nyaman. Tatapan angga semacam mengancamnya dan mengatakan jika dirinya lah yang berusaha menutupi penyakitnya.


padahal sejak dulu juga tidak ada penyakit di temukan pada dirinya. Mau sakit dan seburuk apapun ke adannya. Pernah di waktu Glory tidak bangun selama tiga jari dan menjadi seperti mayat hidup saat di desa dulu. Glory juga tidak paham. Apa ini berhubungan dengan hal mistis?.


.


.

__ADS_1


.


. maaf yah kalo banyak typo. aku sakit'. Jadi agak kurang fokus mengedit atau meng-upload ini novel


__ADS_2