
“Apa Ali mau makan itu buah, sepeltinya telliat enak.” Gadis imut bak boneka menunjukan buat diatas kepalanya. Mereka sedang berada ditaman belakang dibawah pohon mangga, Ayahnya mendongak menatap yang anaknya ucapkan. Disana ada buah mangga apel.
Ayahnya melirik sang anak bingung.”Apa tidak bisa memanjat. Apa Lili mau makan buah yang didalam saja?”Tanyanya dengan pelan mengusap kepala sang anak yang duduk diatas perutnya. Yah ia tidur diatas karpet dengan anaknya yang tadinya duduk memilih duduk diatas perutnya.
Apa : Ayah
Anaknya menggeleng polos.”Ali mau petik sendili. Apa berdili dulu biar Ali ajalkan.” Ujarnya menarik haju sang ayah.
Ayah terkekeh.”Ali geser dulu. Bagaimana apa mau berdiri jika Ali duduk diatas tubuh apa.”Ujar ayahnya. Nampak anaknya menepuk keningnya dan bergeser terkekeh. Sang ayah ikut terkekeh memilih duduk.
Berselang beberapa meniut ia melihat sang anak memanjat tubuhnya dan berusaha duduk dibahunya.”Lili apa yang kau lakukan?”Tanyanya kaget menahan tubuh anak yang hampir jatuh sebeb tak bisa menaiki tubuhnya.
Anaknya mendengus kesal.” Apa tinggi sekali, Ali tidak bisa naik tubuh apa. Ali mau duduk dibahu apa bial apa berdili dan Ali bisa mengambil buahnya, ayo apa naikan ali kebahu apa.” Rengek anaknya memegang lengan sang ayah.
Terlihat ayahnya menatap anaknya gemas mengangguk menaruh anaknya dibahu. Mulai berdiri sebagai instruksi sang anak. Anaknya memeluk kepalanya erat.”Ye apa liat Ali tinggi hehe. Nanti jika ali besal akan setinggi apa. Lihat saja hehe alikan anak apa.” Teriaknya girang.
“Iya Lili akan tinggi setinggi apa nanti.”Ujar ayahnya terkekeh. Anaknya mengintruksikan ayahnya menuju arah buiah yang ia inginkan. Berselang beberapa menit.”Apa liat buahnya dapat hehe yeh.”Buah terlihat menguning ditangan sang anak bertepuk tangan.
“Wah Lili apa sangat pintar yah.” ujar ayahnya menurunkan sang anak mencium sang anak bertubi-tubi.,
” Sayang Apa banyak banyak.. “ Gumam anaknya ikut mencium ayahnya berkali-kali. Terlihat ayahnya tergelak memutar tubuh sang anak. Saking girang sang anak ia mepepaskan buahnya dan teriak kegirangan merasa tubuhnya terbang bersamaan ayahnya yang terasa bahagia. mereka larut dalam bahagia sampai hari beranjak senja.
Glory adalah hal terindah sekaligus termenyakitkan yang Faris punya.
Faris mengigit bibir bawahnya lagi menggeleng lepalanya mengenyah pikiran kenangannya. Hatinya tiba-tiba sesak lagi akibat mengingat hal tersebut. Ia memukul dada berkali-kali, tapi nyatanya rasa sakit itu nyata dan terlalu pekat. Tak semudah itu untuk hilang meski sekejab mata.
Berkali-kali ia berfikir anaknya masih hidup sedari dulu hingga putus asa dan menerima kenyataan jika ia sudah tiada. Tapi sekarang boleh tidak jika kembali berharap?
Lagi dan lagi Faris takut, takut nanti ia akan jauh lebih hancur dari sebelumnya jika ia salah.
__ADS_1
...----------------...
Glory meringis merasakan kepalanya berdenyut nyeri, dalam tidur ia dipaksa bangun, saat bangun tubuhnya terasa remuk dan sakit. Ia meringis memegang kepalanya, membuka mata menatap sekeliling, ia meringis lagi memegang kepalanya berdenyut.
“ Kamu sudah sadar.. jangan terlalu banyak bergerak, “
Glory melriik siapa yang bicara, ternyata disana ada dokter, ia memejamkan matanya menahan diri untuk tak menjambak rambutnya, beberapa menit ia diam rasa sakit kepalanya sudah memudar ,membuat ia bisa membuka matanya. ia melirik sang dokter yang duduk di sisinya tersenyum tulus.
“Apa maish skait?”Tanyanya. Glory menggeleng tapi tak menjawab, rasanya masih sangat sakit.
Dokter yang memaklumi pun mengangguk. Mengecek keadaan Glory mulai dari detak nadi dan beberapa hal.Glory diam menenangkan pikirannya, ia ingat kenapa ia disini. Ia yakin ia diselamatkan oleh yang ia bantu. Ia membuka mata melirik jam di dinding tapi taka da jam. Ia melirik dokter.”Sekarang jam berapa dok?” Tanyanya serak.
“Sekarang jam 2 pagi, “Jawab Haris pelan,
Glotry meliriknya kaget.” Haa, Tas saya mana dok.? Mo- Auuukk”Ia memegang kepalanya terasa berdenyut saat ia hendak bangkit.
Haris menatapnya kaget segera membantunya merehatkan lagi tubuhnya.”Tenang, saya tidak tau tas kamu tapi percayalah semuanya baik-baik saja kok.”Ujar Haris memenangkan.
Dokter menggeleng. ”Kamu istirahat saja dulu yah. biar saya bilang sama orang lain supaya mengabari Abang mu. Kamu harus banyak istirahat sebab tubuh kamu sangat lemah.” Tegas Haris.
Glory yang tak tahan tubuhnya lemahpun hanya diam, rasanya jantung Glory berdesir lamban, tak berdetak normal. Glory rasa jantungnya sesekali berhenti berdetak. Dokter Haris melihat Glory melemah segera memberi bius membuat Glory kembali tertidur. Haris diam menatap wajah Glory yang terlihat pucat dan juga polos. Ia terdiam lama sekali karena bingung. Glory tak memiliki penyakit apapun, tapi kenapa dirinya terlihat memiliki sakit parah??
Tapi jika dipikir pikir Glory perempuan pertama yang tercantik ia lihat.l meskipun saat sakit parah sekalipun.
“Bagaimana keadaannya Haris?”
Haris kaget saat suara dari belakangnya yang tiba tiba. Ia berbalik menatap Angga yang dibelakangnya. Haris menatapnya menghela nafas.”Dia tadi sudah bangun, tetapi dia terlihat kesakitan dan pulang sedangkan dia masih sangat lemah, jadi saya memberikan obat bius sedikit untuk dia supaya bisa tidur hingga esok hari.” Jawabnya tenang.
Angga diam mendekat menatap wajah Glory yang tertidur bak boneka polos, hanya saja bibirnya terlihat sangat pucat. Haris menghela nafas melirik Angga yang diam.”Sebenarnya saya sudah melakukan pengecekan berkali-kali, tetapi dia tidak memiliki masalah dalam tubuhnya,, tetapi kenapa dia terlihat sangat lemah.” Ujarnya pelan.
__ADS_1
Angga meliriknya lalu mengangkat bahu pelan.”Aku tidak tau, itu bukan urusanku. Yang pasti aku sudah membantunya karena dia sudah membantuku dijalan tadi. Masalah kesehatan dalam dia itu dia sendiri.”Jawab Angga pelan, tapi dalam hati Angga terasa ada yang resa dan tak terima, ia pemmasaran dan ia ingin tau..
Haris menghela nafas pelan mendengarnya.. ia mengangguk mengambil peralatan dokternya.”Aku istirahat diruang sebelah, saya lelah.”Ujarnya.
Angga diam tak menjawab, bahkan sampai Haris pergi ia tak bergerak masih berdiri di sisinya Glory. Ia menatap lamban wajah Glory dan mengusap pelan wajahnya. Ia berdesir dalam diam merasa wajah Glory yang dingin. Ia menatap tangannnya dan wajah Glory.” Kamu mirip, sangat mirip dengannya.”Gumamnya pelan, Ia mengepalkan tangan memilih pergi dari ruangan meninggalkan ruangan Glory yang kosong dan sunyi, menampilkan wajah Glory yang damai dalam tidurnya.
Tapi tidak tidur dari orang yang mengkhawatirkannya diseberang sana.
Aksa menghela nafas berkali kali menggigit bibir bawahnya. " Duhhh Na kenapa belum pulang, " Ia sudah menangis sedari tadi menatap jalan karena adiknya tidak pulang juga padahal sudah pukul 2 pagi.
Ia sudah ke Mall tujuan adiknya tapi sudah tutup, tadi ia terlalu sibuk oleh dunianya dengan gebetannya sampai pulang jam 11 malam. Tapi ia kaget tak mendapatkan mobilnya, lalu ia segera mengecek kamar adiknya. Ternyata adiknya belum pulang.
Segera ia mencari adiknya dimana mana tapi tak juga bertemu. Berfikir jika adik nya sudah kembali ia pun pulang. Saat pulang ia tak mendapatkan adiknya juga.
Ia kembali duduk mengusap air matanya. ia takut, takut kehilangan adik dan takut di marah orang tua nya.
Hendak mencari lagi tapi tak tau dimana mau lapor polisi belum 24 jam.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah! nanti aku Up lagi kalo rame..
.
.
.
.
__ADS_1
.
.