Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
33


__ADS_3

Di sisi lain Glory melangkah dengan tangan yang mengepal. Glory bukan sosok yang tega meninggalkan orang-orang tertindas atau tersakiti. Tapi Glory harus sadar jika ia tak boleh lebih jauh masuk ke dalam novel ini. langkah memasuki kantin sudah beriisikan makanan yang dipesan sudah ada.


“Lama banget si Na yaampun keburu cacing gue meninggoy ini..!!” Ujar Nando saat Glory sampai.


Glory menghela nafas duduk di sisinya Nando/


.”Soorry tadi ada sesuatu jadi bikin lama. kenapa nggak makan duluan aja si?”Tanya Glory pada Nando..


Nando melirik Azka dna Nanda.”Mereka tu, nyuruh nunggu loe dulu katanya.. “ Ujarnya.


Azka melirik Glory tersenyum. Glory terkekeh mengusap kepala Nando.”Yasudah makan aja nih.” Nando mengangguk salah Tingkah mulai makan. Semua makan setelahnya. Glorry ikut makan sembari memikirkan apa yang terjadi tadi.


Tapi saat Glory makan, keicuan keributan terjadi, dimana sosok Dava yang berlari membawa tubuh Aruna dengan penampilan memprihatinkan, bersamaan dengan Dimas, Jay dan juga Aksa.


Glory diam menatap mereka pergi dalam diam.” Kasian banget kak Aruna, pasti dia kena bully lagi..!” Bisik Azka pelan mnatap Aruna yang basah kuyup. Kasihan.


Nanda mengangguk.”Tapi dia beg0k, nggak ngelawan.,. yah lawan lah kalo nggak mau di bully. Seenggaknya jangan Cuma nangis dan pasrah. Kalo baik mah ada batasnya..!!” Tegas Nanda menggebu-gebu akan yang ia utarakan.


Nando mengangguk. "Bener, kalo kayak gitu mah bukan baik lagi, tapi begok, ibarat dia membuka peluang bullying lebih besar sama dia..!!!” Ketus Nnado bertos ria pada Nanda.


“Tapi..” Glory menjeda ucapannya mengalihkan tatapan ketiganya pada Glory. Glory melirik mereka bergantian.”Nggak semuanya kuat buat ngelawan. Dia sendirian sedangkan yang bully banyak orang, kita Cuma nggak ada di posisi dia doang, kalo kita ada disana juga belum tentu kita sekuat dia.” Lanjutnya pelan mengingat apa yang terjadi.


“Teriak Na teriak. Tuhan nyiptain mulut buat ngomong, teriak minta tolong apa susahnya sih..!!” Tegas Nanda geregetan.


Glory mengerjab pelan.”Dan loe yakin semua orang yang denger bakal peduli? Apa semua manusia sebaik itu buat nolong lain?” Tanya Glory pelan. Nanda diam menatap Glory. “Gue nggak bela dia yang nggak bisa lawan, tapi gue juga nggak bela loe yang bilang cewe yang dibully itu bodoh. Mungkin diluar sana ada banyak orang yang di bully udah ngelawan sebisa dia, tapi malah semakin di billy bakal di level tinggi secara bertubi-tubi. “ Ujar Glory dengan pelan.


“Loe tauu, cewek kalo dibully yang disalahin yang cewek karena dia anggap lemah nggak bisa lawan kan, kita nggak tau dia punya keluarga atau nggak, punya temen atau nggak buat dia cerita sampai dia jadi selemah itu. kita nggak tau kenapa dia jadi lemah... Tapi yang pasti kenapa kita ngerasa kuat karena kita punya hal yang kuat kita pegang dan kota yakinin sedang kan mereka enggak. “ lanjutnya pelan tapi masih tetap bisa didengar teman-teman nya.

__ADS_1


Azka mengangguk.”Dulu gue juga pernah di bully..!” Glory dan yang lain mengalihkan pandangan pada Azka.


Azka menatap mereka miris. “Karena gaya gue katanya kecewecewekan, gue terlalu lembut jadi cowok, sampek di SD gue nggak punya temen satu pun. Gue di ejek dibilang banci dan dilecehhin sesame cowok, gue pulang nggak mau lagi sekolah, ngomong sama mama dan papa gue takut, takut bakal dipukul soalnya mereka keras banget. Akhirnya gue pendem sendiri dan jadi pribadi yang pendiam di SMP, dan gue nggak mau kenal banyak orang. bener kata Glory. Gue dulu rasanya nggak lagi mau hidup,, setiap malam gue nangis. Gue udah coba ngelawan, minta tolong sama temen yang lain, tapi yang lain malah ketawa seakan mendukung apa yang mereka lakukan. Semakin gue lawan maka Bullyan mereka semakin parah.“Gumam Azka. Tangan Azka terkepal mengingat masa diimana dirinya berada di titik terendah.


Glory diiam melirik Azka. “Akhirnya gue milih pindah ke rumah nenek gue, mulai sekolah disana, ggak bicara sama siapapun, dan nggak berteman sama siapapun. “ Nando dan Nanda diam mendengar Azka karena merasa bersalah.


Nando dan Nanda saling lirik. " Gue si belum pernah di bully tapi gue harap Yang bully bisa lawan sebisa mereka bukan kalah pasrah..." Ujar Nanda pelan. Nando mengangguk tak enak karena memang mereka tak ada di posisi orang yang di bicarakan.


Glory juga diam menatap ke arah lobi. Glory mengerjab, ini di bab berapa yah novelnya?


Pulang hari ini ia diantar oleh Nnada sebagaimana janjinya kemarin.. Aksa tidak terlihat di sekolah. Saat sampai diruma Aksa juga tidak ada. Ia mengedekkan bahu acuh. Gloy memilih ganti baju santai saja sembari membuka HP. Dirinya tertegun sejenak sebab ingat satu hal.


“Hari ini Aruna dibully sama Glora, dan ini part dimana Glora bakal diperkaos sama Dava kan?” Gumam Glory pelan merasa dadanya berdesir.


Memang ada part dimana Gllora akan melakukan hal tersebut. Glory langsung bangkit dari duduknya mengambil jaket hotam bergambar harimau di sisi kanan, mengambil sepatu dan berlari mengambil kunci mobil. Tak akan Glory biarkan hal itu terjdi,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain dava mengepalkan tangannya erat menatap Aruna sekarat di dalam UGD dari kaca. “Kalian udah nemu CCTV nya belom siapa yang udah ngelakuin hal ini sama Aru..!!!!” Teriak Dava pada Dimas dan juga Jay yang baru sampai, di sisinya ada Aksa yang diam saja dalam perang pikiran.


Dimas memberikan kaset pada Dava. “Itu rekaman diarea toilet hari ini. loe bisa liat, soalnya kalo di dalam toilet nggak ada cctv-nya..” Dava segera mengambilnya lalu mengambil laptop yang dibawa Jay. Mereka berkumpul dikursi menaruh laptop dan mulai memutar CD tersebut.


Berselang beberapa saat banyak adegan yang tak penting segera di percepat dan dilewati saja sampai di titik dimana terllihat Aruna masuk kedalam toilet,


“Berenti itu Aruna..!” Tegasnya Dava. Dava diam menatap lamban pada sosok Arruna yang masuk ke toilet. Berselang beberapa saat masuk Glora membuat Dava mengepalkan tangannya. Tak ada yang memasuki toilet sampai dua pulih menit berikutnya.


Tapi mereka mengernyitkan kening saat sosok tak asing masuk kedalam toilet, “Glory..!!"

__ADS_1


" Nana..!” Kaget Aksa, juga Dimas dan Jayy.


"Diam..!” Geryak Dava membuat semua diam.


Aksa diam menatapa adiknya yang diluar toilet memasuki toilet bingung, berselang beberapa menit Glory keluar tapi terliuhat marah, sesuai Glory keluar baru Glora keluar.


“Jadi udah tau kan siapa yang buat Aruna kayak gini? Udah pasti Glora... atau jangan-jangan Glory ikutan lagi...”Ketus Dava melirik Aksa dingin.


“Loe jangan sembarangan yah..! adek gue nggak gitu..!” Teriak Aksa kasar pada Dava.


“Buktinya ada disini dan loe nggak bisa nolak..!!!”Dava ikut berteriak didepan wajah Aksa. “Kan dia Cuma masuk, bukan berarti dia ikut..!!” balas Aksa. Dava menatap Aksa sinis.


”Tapi adek loe diam aja. Padahal dia tau kalo Aruna lagi dibully. Kenapa nggak ditolong atau minta tolong??? “ Tanya Dava sinis.


Aksa terdiam sesaat. Benar kenapa adilknya diam saja? Setidaknya kenapa tidak memberi tahu orang lain untuk membantu?


Dimas melirik keduanya nanar, dan Jay? Ia juga diam dalam keadaan hening. Keadaan Aruna bisa dikatakan tidak baik, kepalanya dijahit sepuluh jahitan akibat luka sobek sangat dalam, lalu beberapa bagian tubuhnya terdapat banyak memar, rambut yang digunting acak sampai hampir botak


Pembullyan ini sangat kejam Dari biasanya


Aksa mengepalkan tangannya memilih pergi dari sana.


Dava melihat Aksa pergi tersenyum siinis mengepalkan tangan.” Kalo gue nggak bisa hancurin loe, maka orang yang loe sayang bakal jauh bisa ngehancurin diri loe Glory..! Gue benci fakta penolakan..!!”


...----------------...


Jangan lupa jejak yah...!

__ADS_1


__ADS_2