Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Pelayan


__ADS_3

Glory menggunakan jaket berwarna putih oversize menutupi seluruh tubuhnya dan juga piama yang ia pakai. Mengambil topi menutupi rambut miliknya. Glory memilih tidak menggunakan rambut palsu membiarkan kepalanya yang sedikit botak, mengambil HP miliknya. Keluar dari kamar mengunci kamar. Saat diluar ia bertemu dengan Komala yang membawakan susu beserta biskuit dalam toples. Menatap Gloty heran.


“Kamu mau kemana?? Tante bawain kamu susu sama biskuit loh buat cemilan nonton.” Ujar Komala heran. Itu adalah susu kambing, katanya tubuh Glory sangat lemah jadi ia membeli susu kambing untuk menambah kekebalan tuhuh Glory. Memang lebih amis dari susu sapi tapi tidak masalah.


Glory menggaruk tengkuknya tak gatal. “Itu tan, aku nginep dirumah tante Tasya malam ini yah hehe. Soalnya dia kangen aku jadi nggak enak selama dua minggu inikan aku udah nggak ketemu dia.” Ujar Glory tak enak. Iya Glory sudah mencertakan jika Tasya dan Ming adalah orang yang membiayai dirinya selama ini dan sudah mengangapnya seperti anak sendiri. Komala jadi percaya saja dan selalu membiarkan jika Glory memilih mengidap di salah satu apartemen milik keluarga Ming. Memang berbohong tapi itu lebih baik dari sebelumnya.


Komala menatap Glory mengangguk. Memberi susu dinampan.”Yaudah kamu minum susunya dulu yah, nanti kuenya tante taro dikamar kamu aja kalo kamu mau makan kan.” Ujar Komala lmbut. Glotyu mengangguk meminum susu hoingga tandas sampai meningalkan jejak di bibirnya.


Komala terkekeh.”Kamu ini kok gemes banget si. Minum susu aja belepotan. Tante sampek mikir kalo kamu itu siluman kucing, imut banget.” Ujar Komala mengelap bibir Glorry dengan tanganya telatwn.


Glory terkekeh menaruh gelas diatas nampan. Mencium pipi Komala.”Makasih tante. Sayang tante.” Sekali lagi mencium pipinya dan melambaikan tangan.”Aku pergi dulu yah Tante takut kemalaman. Dada..!!!!” Ujar Glory melambaikan tangan pada Komala.


Komala menatap Glory heran.”Kamu naik apa? Ngak mau dianterin Regan aja?” Tanya Komala heran.


“ Sama Dika aman, dia udah nunggu didepan kok,” Komala menatap Glory membentuk hurup o kecil dibibir nya.


" Hati hati yah...!!!" Glory mengacungkan jempol miliknya.


Glory melangkah meningalkan komala yang membuka kamar Glory dan menaruh kue diatas meja.


Tersenyum mnatap kamar Glory yang polos tak adda orname yang penting.” Kayaknya kamar anak gadis gue harus dirombak deh...”Pikirnya mengangguk mendekati kasur Glory. “Malam ini tiudur disini aja ah. Kan papa lembur.”Gumamnya menghela nafas.


...----------------...


Sedangkan Glory sudah dijalan bersama Dika. Dika memang mengantarkan Glory kerumah keluarga Ming. Dika terlihat santai mengendarai mobil melirik Glory yang diam menatap jalanan.


” Kok bisa yah orang buat gedung melingkar gitu? Bukannya besi tu lurus?”Tanya Glory.

__ADS_1


Dika melirik Glory dan berkata.”Yah dibengkokin kali.” Jawab seadanya.


Glorry mendengus.” Kasian banget sih liat kakek itu jalan nya pincang tapi bawa gerobak. Turun dong aku mau kasih dia uang.” Ujar Glory pada Dika..


Dika tak menghentikan mobilnya dan melirik Glory.”Loe kalo terus aja mau turun dan nolongin orang kapan sampeknya nona? Lagian itu namanya adalah roda kehidupan, mereka berjuang buat cari makan dan hidup sesuai ketentuan, dan kita juga menjalankan roda kehidupan. Jadi kalo loe kasian loe cukup doain mereka buat bisa makan. “Ujar Dika.


" Iyain....." Glory berdecap pelan. selama dalam perjalanan mereka sudah sampai dirumahnya Keluarga Ming.


Glory turun dan Dika menghentikan mobilnya tak keluar. Glory menbgambil uangnya dan menaruh diatas kursi.”Nih uang bensin. Baybybay babu..”


Dika menganga menatap Glory yang sudah pergi. Melirik uangnya dan berteriak. ”Woy kurang. Mana ada isi bensin gocap. Pertamina sekarang naik anj1r..”


Glorry mendengarnya menghentikan larinya menyipitkan mata melirim Dika. niat awalnya ingin menjaili Dika dengan membayars


seprti gojek. Ternyata Dika lebih darii gojek dan perhitungan. Glory tadi memberikan uang lima puluh ribu,


“beda. Itu gocar pakek mobil Alya., gue pakek mobil Pajero.” Ujar Dika berteriak.


Glory memeleti Dika mengeluarkan lidahnya.”Welelele. sama aja, sama-sama bensin... Pakek pertalot aja kalo nggak solar sekalian” Glory melangkah meningalkan Dika yang mengambil uang tersebut menciumnya pelan.


”Lumayan buat belie es teh.” ia terkekeh memundurkan mobil untuk meninggalkan kawasan keluarga Ming.


l


Glory memegang tasnya melirik keatas, rumah yang ia rindukan sejak dulu. Mengerikan pelan, tadi sempat menelpon ayahnya tapi kata ayahnya ia sedang dirumah menyuruh Glory kerumah saja, tak bisa ke apartemen karena apartemen sedang di renovasi menjadi lebih besar. Ayahnya membeli unit samping apartemenya lagi sehingga apartemen itu menjadi lebih luas. Satu lantai diatas itu jadi milik mereka semua dan keluarganya jadi tidak lagi terganggu, tidak lagi takut ada penyusup dari orang lain.


Glory menelpon ayahnya dan meminta iia turun, tetapi ayahnya tidak mengangkat teleponnya. Glory memencet bell dua kali, sampai pintu dibuka. Tempilah pelayan yang menatap Glory yang juga menatapnya.” Emm malam. Pak Ming dan ibu Tasya nya ada?”Tanya Glory sopan.

__ADS_1


Pelayan terlihat sinis dan berkata.”Nggak ada, ini udah malem, kamu ngapain nyari bos saya??? Besok aja lagi.”Ujarnya ketus. Matanya terlihat sangat sinis.


Glory mendelik menatap pelayan tersebut. “Panggil dulu bos kamu. Bi”


“Dek ngak bisa. kamu tau nggak si tatakrama dalam bertamu, ini udah malem, udah jam Sembilan dan kamu bertamu dirumah orang yang terpandang. Kamu nggak punya etitut yah???” Ia melirik baju Glory yang terlihat cukup bagus.” Bagus si tapi nggak yakin bermerk. Kamu sugar babynya bos yah?”Tanyanya lagi dengan sinis.


Glory disana melipatkan kedua tangan menatap tajam si pelayan tersebut mengepalkan tangan.”Bukain pintunya. “Tegas Glory.


Pelayan disana terlihat melotot. “Ngg--”


Garr.” Saya bilang buka yah buka..!!!! pembantu aja sombong.” Tegas Glory sinis menendang pintu kuat menggunakan sepatunya. Pelayan sampai kaget dan mendatangi bodyguard dan pelayan lain.


“ Kamu..!!!!” Glory melirik kebelakang. Seseorang yang baru saja sampai keluar dari mobil yang pintunya dibuka oleh sopir. ,mata lelaki tersebut terlihat tajam menusuk menatap Glory.”Apaapaan kamu kurang ajar dirumah orang. “ Tegasnya tak senang pada Glory.


Glory mendengus merasa kakinya sedikit nyeri.” Kenapa ini ribut-ribut?”Tanya seseorang dari dalam. Suara berat yang Glory sangat kenal.


Glory mendongak menatap yang ia cari. Benar saja. Glory langsung mendekati sang empu tapi ditahan oleh beberapa penjaga. Orang yang tak lain adalah Ming menatap tajam beberapa oprang yang menyentuh Glory dan menahannya.


” Kalian sentuh dia seidkit saja tangan kalian tidak akan ada lagi ditempat nya besok.” Semuanya mundur tidak ladi menyentuh Glory.


Gory memeleti semua orang dengan lidahnya dan berlari mendekati Ming yang berjalan didepannya. Ming terlihat dingin menatap Glory. Glory tersenyum menaruh kedua tanganya dibelakang punggung.


Melirik Angga yang tadi melihat semuanya heran. Ming melangkah meninggalkan semua orang diikuti Glorry. ‘"Ikut saya.” Glory melangkah mengikuti Ming Melirik pelayan dan Angga sejenak.


Angga menyipitkan matanya.”Dia siapa? Kenapa papa mau bicara Sama dia?” Tanyanya pelan melirik pelayan yang tadi menahan Glory.


”Mungkin dia selingkuhan ayah tuan.” Bisiknya. Angga melotot

__ADS_1


Plas. Pelayan kaget merasa pangar dipipinya. Tamparan sangat keras dengan suara yang sangat kencang memenuhi malam.” Mulut kamu...” Tegas Angga. Sosok pelayan tersebut bergetar mundur kebelakang. Angga mendengus masuk meningalkan ia yang memohon maaf.


__ADS_2