
Saat motor Glory melaju di depan Gerang, motornya berbarengan dengan mobil yang hendak masuk. Glory meminggirkan motor melirik mobil yang memasuki perkarangan rumah. Bikin dirinya minggir saja!
Mobil siapa sih? Kok kayak kenal??? Tapi Glory enggan menanggapi jadi ia memilih untuk kembali mengegas motornya lebih lagi.
Pemilik mobil turun, melirik Glory yang menjauh dingin. Ngapain dia ada di sini? Ia tidak salah lihat kan tadi itu adalah Glory bukan Glora?
“ sayang.. kamu jadi jemput aku?”Tanya Glora datang dan memeluknya manja.
Pria menghela nafas dan melepaskan pelukan Glora.” Loe nyusahin tau nggak. Gue mau jemput cewe gue dan loe malah ngadu nyokap, Berhenti buat ngatur hidup gue Glora!.” Ujar Dava berteriak kesal,.
Pagi ini ibunya memarahinya dan memintanya untuk menjemput gadis ini. padahal dirinya harus menjemput gadisnya,
Glora pengganggu!
Tukang bikin sakit kepala!
Bikin gila!
Dava membenci Glora menjadi darah daging.
Glora tersentak mundur. Dava mengusap wajahnya kasar melirik Glora. Yah seusia pristiwa malam itu Glora masih menempelinya, mengusiknya. Dava jadi kesal dibuatnya. Dava ingin hidupnya nyaman dan damai,. Semenjak ada Glora hidupnys angat buruk. Dava memasuki mobilnya, diikuti oleh Glora yang tidak tau malunya disana.
...----------------...
Glory berjanyi di jalan sembari mengendarai motornya, sampai di lampu merah ia menghentikan sejenak motornya, tapili disan aia kaget melihat Dika berjalan di pinggir jalan, dengan bahu menyandang tasnya. Glory membuka mulit kecil.
” DIKI..!!!” Panggil Glory. Sang empu yang dipanggil melirik kebelakang, dimana Glory berada. Glory melebarkan senyumnya dan mendekati diki berada..
Diki mengernyitkan dahi melihat Glory yang mendekatinya menggunakan scoppy kuning miliknya. “ Loe bawa motor?” Tanyanya heran
__ADS_1
Sebab setahunya Glory ini sering bawa mobil, jika tidak yah bersama Regen, Kenapa hari ini malah bawa motor murah ini? apa ia tidak takut di bully oleh orang sekolah,
Sekolahnya ini beda, pakek motor scoppy akan membuat ia terlihat misquin., tidak ada yang bawa kecuali Regan, itupun Regan sering bawa mobil dan kadang motor besar. Jadi semua memandang Regan yah biasa aja.
Glory mengangguk semangat.” Loe kenapa nggak bawa motor? Tumben banget.” Ujar Glory dengan polos.
Dikii menggeleng.” Motor gue kena tahan, soalnya semalem gue ketangkep polisi pas balap liar.” Jawbamnya menghela nafas kesal. Iya benar semalam ia balap motor liar tapi bertepatan dengan rasia. Jadilah motornya ditahan saat ini, ia harus tebus tapi belum memiliki wali untuk menebusnya, neneknya sedang di luar negri. Mau membawa mobil atau motor lain. Diki takut semua orang tau dirinya orang kaya. Diki malas.
Glory mengangguk.”kenapa nggak naik angkutan umnum?”Tanya Glory lagi.
Diki berdecap.” Gue ngak ada duit. Loh nanya mulu perasaan. Nebengin gue kek.” Ujarnya kesal.
Glory memicingkan bibirnya”Yah gue nanya dulu yah. kalo mau nebeng yo ayok. Naik.” Ujkar Glory melirik jok belakangnya pada Diki.
Diki melotot menatap Glory.” Loh yang bonceng gue yang di depan nyetir. Masa gue bonceng sih?”tanyanya tidak setuju. Memiliki tubuh tinggi, kekar dan dipandang lelaki amburadul seperti dirinya malah dibonceng oleh gadis kecil nan mungil seperti Glory? Bisa kena soral dirinya. Harga dirinya bisa turun berkali kali lipat.
Diki menghela nafas kesal.” Loe aja dibelakang gue nyetir.”ujar diki.
Glory menghella nafas.” yaudah kalo nggak mau jalan kaki aja loe. Bay.” Glory tidak mau kalah oleh diki.
Diki melotot segera menaiki motor Glory cepat. “ loe kalo nggak niat bilang dong akh.” Diki mau tidak mau menerima ajakan Glory. Ia bonceng belakang dan Glory yang membawa motor. tidak apa dibonceng dibanding ia harus berjalan jauh ke sekolah dengan jalan kaki.
Glory terkekeh.” Diki.. Go..” ujar Glory semangat ndna menarik gasnya.
“ GLORY JANGAN NGEBUT OY...,!!!!” teriak diki.
Diki memejamkan mata memasuki gerbang. Hampir semua mata memandang mereka cengo. Diki yang menjulang tiunggi duduk dibelakang kursi tumpangan Glory sedangkan Glory menggunakan Helm kuning tersenyum lear memasuki sekolah. Diki membuang nafas kasar saat banyaknya bisikan bisikan. Entah kali ini apa yang mereka bicarakan tentang dirinya. Diki tidak tau lagi harus apa.
Gloryu memarkirkan motornya dibawah pohon besar agar motornya tidak kepanasan. Diki buru buru turun dari motor dan Glorypun turun dari motor.
__ADS_1
Diki segera pergi dari sana membuat Glory mendleik.”Makasih yah diki atas tumpangannya.” Teriak Glory menyindir kepada sang pelaku.
Diki hanya diam dan melangkah seakan tidak mendengar. Diki malu bukan kepalang.
Glory mendelik dan berdecap.”kalo tau gitu tingalin lah dijalan, biarin jalan kaki sampek bau ketek.” Gumam Glory kesal sembari menaruh helm diatas sepion kesal.
Segera mengambil kotak dijok motornya. Itu kotak kue yang ia siiapkan sebeum pergi tadi. Segera mengambil botol minum juga dan bergegas pergi. Glory tidak sadar jika saat a memasuki sekolah sampai berjalan pun ada aksa menatapnya dari jauh. Tatapan aksa sangat syau dan kosong. Merasa bersalah teramat dalam.
Aluna di samping aksa mengusap bahu aksa pelan.” yang sabar yah. nanti kita coba lagi minta maafnya. Mungkin Glory butuh waktu.” Ujarnya pelan.. Aksa mengangguk pelan. aksa menunduk dan menghela nafas menatap lain arah. Glory adik paling yang ia sayangi dan ia cintai sudah pergi, jauh dan tidak kembali.
Terakhir Aksa menghubungi keluarganya dikampung mengatakan jika Glory masih hidup. Tapi reaksi mereka biasa saja seperti sudah tau. Aksa sangat marah pada dirinya sendiri, ternyata keluarganya sudah tau jika Glory masih hidup.
Bahunya ditepuk. Aksa melirik kekanan, disana ada Rangga yang datang memepuk pundaknya.” Loe kenapa pagi pagi udah lesu aja?”Tanya Rangga pelan. wajah aksa sangat memprihatinkan karema terlihat menderita dan buruk. Rangga yang baru datang melihatnya kasihan.
Aksa menggeleng. Rangga melirik Aruna menaiki satu alis bertanya'.’ Itu tadi dia lihat Glory datang bareng Diki. Jadi sedih, kan hubungan mereka belum baik baik aja gitu.” Jawab runa pelan kepada Rangga.
Rangga mendengarnya terdiam dan berwajah mendadak datar. Keningnya mengernyit.” Cuma berda sama diki?”Tanya rangga lagi.
Aruna mengangguk. Rangga berdecih’ tadi aja nolak bareng gue, ternyata bareng cwok bradulan miskin itu dia.’ Gumamnya.
Rangga menghempaskan tasnya kasar,. Rangga kesal jika mengingat perkataan Glory pagi tadi, dan lagi mendengar kabar lagi ini. glory memilih pergi bersama manusia miskin beggajulan tidak jelas itu. sangat memuakkan.
Aruna menatap Rangga yang malah duduk menghempaskan diri untuk duduk mengerjab pelan, tangannya meremas pelan menatapnya, mata Aruna melirik Aksa yang juga diam saja. Aruna sakit, aruna ingin marah. Mengapa mereka tidak melihat bekas luka diwajahnya? Mengapa mereka tidak menanyakan luka luka yang ia derita. Mengapa? Aruna seperti di abaikan dan tidak dipedulikan lagi.
“ Orang tua loe udah tau kalo Glory masih hidup nggak?”Tanya Rangga kepada Aksa.
Aksa mengangguk.”udah gue kesih tau, tapi kayaknya mereka nggak kaget pas denger. Bisa jadi mereka udah tau dari lama dan nggak bilang sama gue.” jawab Aksa pelan.
Aruna menatap Aksa dngan kasihan.” jadi Glory udah kasih tau sama orang tua kalian, tapi dia nggak kalah tau kamu?”Tanyanya lagi. aksa menghela nafas mengangguk. Aksa kesal mengingat hal itu.
__ADS_1