Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Yo Ndak tau


__ADS_3

.” Yo ndak tau kok tanta saya.” Ujarnya malas.


Nmando mendatarkan wajah mendengarnya.


“ tapi apa mungkin Arga? Kan dia yang berprestasi ye?” Tanya Nando lagi ringan. Nanda mengangguk juga.


” Bisa jadi, dia bahkan belum juga masuk sekolah sampek sekarang. Sibuk banget.


Kayaknya pulang pulang udah nggak ciren kita.” ujar Nanda lagi. Maksudnya tidak ingat mereka lagi gitu loh.


Alga ini benar benar sibuk dan kesayangan para guru ekstrakulikuler. Selalu mengikuti lomba sana sini, bahkan juga ikut lomba putra putri begitu. Yah yah... Arga memiliki cita cita menjadi model.


“ yuk lah masuk. Udah selesai juga. Harusnya ibu bapak manggil yang juara juara doang. Kita mah Cuma dapet panasnya doang. Udah panas kepala yah hati juga. Kayak terbakar hidup gue.” ujar nando kesal dan berdiri.


” Ingat Ndo, nilai loe hancur, siap siap bunda tau.” Ujar nanda mengingat.


Nando melotot melirik nanda dengan memelas.” Sialan loe.” Nanda malah terbahak melihat wajah Nando yang memelas dna juga prihatin. Nilainya tidka terlalu parah. Masih dijangkau lah, tidak ada di bawah enam dan juga rata ratanya 7.,7 bisa di selamatkan


Setidaknya tidak diperingkat terakhir.


Glora menghela nafas memasuki kelas. Menatap semua murid membawa orang tuanya. Ia mencoba terlihat dingin dan tidak peduli. Memasuki ruangan kelas mendapati semua tatapan buruk. Glora menduduki kursinya. Semua sudah berkumpul. Hingga beberapa menit gurupun ikut masuk dan juga menduduki bangkunya.” Sudah semua anak anak?” tanyanya kepada anak anak.


“ sudah bu.” Jawab anak anak lain. Guru mengangguk melihat semua murid di damping oleh walinya masing masing. Rata rata dari mereka membawa ibu bukan ayah.

__ADS_1


Hanya beberapa saja yang ayah atau nenek dan juga kakak mereka. Tatapannya tertuju pada Glora yang menunduk memainkan jari jarinya. Orang tuanya tidak datang lagi. Ia hanya bisa tersenyum lirih. Anak ini sangat menyedihkan, tidak punya teman, keluarga yang peduli. Ditambah dimusuhi banyak orang.


“ Kita Mulai saja..”


“ maaf bu saya telat.” Guru mendongak menatap siapa yang datang. Terlihat lelaki berjas hitam rapi dan klimas, wajah yang sangat tampan dan juiga bau semerbak wanginya. Semua orang bahkan kagum dengan aromanya, bisa bisanya menyebar keseluruh ruangan.


Definisi CEO muda sesungguhnya yah begini,.. Glora yang juga ikut mendongak karemna ciren dengan romanya yang datang ini terdiam kaku melihat siapa yang datang.


“ Hem..yah silahkan masuk pak. Jika kami boleh tau kamu wali siapa?” Tanya guru pada lelaki yang baru datang.


Ia melirik guru tanpa minat dna menatap ke be;akang nomor tiga dan paling dekat dengan jendela. “ saya wali Glora.” Jawabnya serak dan juga pelan. semua orang memandang Glora yanmg terdiam kaku mendengarnya.


Angga datang untuk menjadi walinya.. diam diam ia mencubit pahanya sendiri karena tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar dan ia lihat, ternyata sakit, apa ini nyata? apa ia sedang bermimpi?. Glora Mendongak menatap Angga yang sudah berjalan dan duduk di sebelahnya. Glora benar benar kaku dan tidak percaya. Kembali mencubit pahanya. Sakit. Glora nyaris berteriak sebab paha yang ia cubit itu bekas luka terkoyak.


Mau tidak mau ia harus berada disini dibuatnya. Ia menghela nafas untuk segera mendengar urutan urutan yang di bicarakan, rentetan acara yang memuakkan dan membosankan. Angga benar benar tidak suka situasi ini. mendengarkan, menyimak dan menunggu. Jika sudah begini bosan melanda umat manusia.


“ Baik.. untuk hari ini sudah diketahui bahwa kita akan blabalabala..” ocehan guru sangat panjang membuat siapa mendengarnya bosan hingga di titik inti saja.” Juara ke tiga diraih oleh Jonata. Ke dua adalah Hana dan yang pertama adalah Glora. Silahkan anak yang dipanggil untuk maju.” Semua guru bertepuk tangan semangat.


Glora yang ternyata juara tersenyum lebar, tidak juara satu atau memasuki pararel tidak apa, yang penting dia juara kelas kan? segera ia mlirik Angga yang tersenyum padanya.” Selamat.” Glora mengulum senyum dan mengangguk pelan.


Glora bahagia mendengar Angga mengucapkan selamat padanya, bahagia Angga menemaninya dan menjadi wali.


Meskipun bukan ayah atau ibunya. Setidaknya yang datang dari golongan keluarganya. Hahaha Glora sangat seneng.

__ADS_1


Glora lupa semalam dia mimpi apa yah? dan jika ini nyata Glora akan membepi kambing dna memotongnya untuk syukuran.


Glora maju dan segera nengambil piala miliknya. Ia melirik angga dan tersenyum.” Baik untuk wali dari Glora silahkan ke depan untuk foto bersama.” Ujar dari guru sebagai wali kelas tersenyum.


Angga segera berdiri dan berjalan menuju sisi Glora. Glora menggeserkan tubuhnya membiarkan Angga berdiri sebelahnya.. Glora tersenyum lebar lepada kakaknya yang hanya dibalas senyum kaku. Glora tidak masalah yang terpenting ia sudah di balas. Ini sungguh luar basa, bahagia sekali rasanya.


“ ayoo serentak tersenyum yah sembari memegang hadiahnya... cis” krek.... Glora tersenyumlah sangat lebar dan Angga tersenyum seadanya. Barulah mereka kembali ke kursi dan meja masing-masing lagi. Glora memandang takut Angga di sebelahnya dnegan tenang.” Terimakasih.” Ujar Glora hampir berbisik.


Angga mendengarnya, ia menoleh dan mengangguk sejenak lalu menatap kedepan. Glora tidak bisa tidak tersenyum, ia bahkan menggigit bibirnya pelan karena mendahan gejolak hatinya yang membara. Ini lebih dari perasaan cinta lagi senangnya.


Tidak. Glory hanya butuh duduk berdampingan dan diwakili saja sudah bahagia, tidak lebih Tuhan.. semoga saja ANgga tidka berubah.


Sudah acara sekolah. Keduanya menuju parkiran. Glora diam dibelakang Angga, menoleh ke kiri, tidak sengaja melihat Faris berjalan dengan rangga dibelakangnya, ia menoleh juga ke kiri disana ada Runa yang berjalan sendiri murung. Glora tidak bisa tidak bahagia melihat penderitaannya. Lalu ada Dava bersama orang tuanya yang berwajah muram, orang tua Dava patsi sangat marah karena anaknya tidak mendapatkan juara kan?


Glora sampai di mobil kakaknya, di sana Angga menyuruhnya masuk lewat isyarat membuka pointu mobil. Glora gagap dan duduk di kursi depan. Melirik Angga yang juga masuk dan juga duduk di kursi penumpangnya. Angga mengambil boneka dibangku belakang. Awalnya Glora kaget dan juga bertanya Tanya. Rupanya ANgga memberikan boneka panda ukuran sedang padanya.” Ini hadiah karena kau sudah juara 1. Jika kau tidak suka bonekanya kau bisa minta hadiah lain.” Angga bicara cukup kikuk kepada nya sebab baru kali ini bicara lembut pada Glora..


Glora menatap bonekanya kagum dan hati yang penuh bunga. Apa Angga salah makan? Jika iya tolong katakana padanya salah maka apa? Biar ia beri lagi dan angga bersikap sebaik ini lagi. “ ini buat ak aku?” Tanya Glora gugyp. Tak mau berharap lebih kepada angga,,. Siapa tau Angga sedang mengeprank dirinya kan.


“ kau lihat ada siapa di sini selain dirimu memangnya?” Tanya Angga malas.


Glora terdiam mendengarnya. Mengusap bulu boneka panda. Diam diam menahan isakan agar tidka meledak. Ia tidak mungkin menangis di depan Angga.. Angga akan membencinya kelak, ini hadiah pertama dari keluarga sesudah dari Glory. Ia mendongak dan segera menghapus air mata yang jatuh.” Terimakasih kakak.” gumamnya lirih dan serak.


Angga mendengarnya tertegun melirik Glora yang menatap kaca. Apa dia menangis karena diberi boneka? Padahal itu hanya boneka yang harganya tidak sampai lima ratus ribu. Tapi sepertinya itu hal yang sangat berharga saja Dimata Glora.

__ADS_1


Mengapa rasanya DIHATI Angga ada yang mengganjal, seperti rasa bersalah?


__ADS_2