Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Menangis


__ADS_3

Glora melangkah menuju belakang sekolah, ia mengusap pipinya yang basah,. Lagi lagi dirinya yang disalahklan padahal ia tidak melakukan apapun. Glora mengusap air matanya dan duduk di belakang pohon besar.


Ia tidak tau mebngapa hidupnya begitu menyedihkan begini. Tapi yang pasti ia merasa bersalah sudah membuat Glory dicemooh. Tidak apa, masih syukur mereka mencemooh Glory karena mengaku ngaku kembaran dirinya dibandingkan glory akan mendapatkan hal yang lebih pahit. Glora tidak mau Glory menjadi sasaran empuk dari musuh keluarganya.


-


Plak.. Glora mengkaget saat kepalanya dilempari sesuatu. Glora memegang rambutnya yang berair dan berwarna kuning. Papaya busuk.


Glora mengernyit dan menatap pelaku yang melakukannya, Glora diam menatapnya sengit dan pelaku menatapnya dengan tatapan datar.” Berani loe cari masalah sama Glora?” Tanya pria itu dingin dan tajam.


Glora diam mengepalkan tangan, orang itu mendekat dan menatapnya tajam. Sekali ketukan di bahu Glora dan sosok tersebut berkata.” Sekali lagi gue lihat loe deket sama Glory. Gue jamin loe habis ditangan gue. “ bisiknya dan memukul sekali lebih keras kepala Glora.


Glora limbung tak bisa mengelak sama sekali dan terduduk di atas tanah.


Sosok tersebut tersenyum miring dan pergi. Glora diam menatapnya menjauh. Tapi air matanya jatuh. Jatuh tanpa di minta atau bahkan diiringi isakan. Glora menatap langit dan tersenyumlah nyeri. Tuhan ia mau mati saja. Mengapa dirinya dilahirkan?


Glory... Aruna.. Glory... Aruna. kenapa nasib mereka terlalu baik berbeda dengan dirinya?


Sedangkan Glory mengusap air matanya yang jatuh. Glory menatap langit langit UKS dengan nanar, tidak menangis bersuara tapi air matanya terus melaju dan bersahut sahut. Glory merasa sakit hati karena tidak dianggap oleh Glora. Padahal apa salahnya jika ia mengaku saja?


“ Glory..!!!” panggil dari luar, suara mereka terdengar mencari dan juga bercampur kekhawatiran yang pekat.


Glory mengusap air matanya kasar dan melirik kearah pintu.


Srekk. Pembatas UKS dibuka menampilkan wajah Nanda dan Nando yang menatapnya kaget. Baju yang sudah berantakan. mata sebab dengan bola mata yang memerah menatap mereka..


” Yaampun Glory. Kita udah nyari loe kemana mana, udah nganter buku bukannya balik ke kel. Eh loe kenapa nangis?” Nanda menghentikan amatahnya menatap air mata Glory yang tiba tiba jatuh. Nanda gelagapan dan mendekat.” Eh maaf, gue nggak marah kok. Gue Cuma khawatir sama loe. Jangan nangis.” Ujar Nanda mengusap pipi Glory yang basah.


Glory malah semakin menangis. Nando gelagapan dan mendekati Glory. Glory mengusap air matanya basah.” Disini sakit banget.” Bisik Glory nanar.


Nanda menatap arah tunjuk Glory. Glory menepuk dadanya yang sesak. Nanda menahan tangan Glory.” Jangan. Nanti kalo dada loe tepos gimana?”


“ si nandanjing.” Ujar Nando menlotot pada Nannda.


Nanda mengutuk dirinya.” Maksudnya kalo jantungnya jatuh gimana? Kan nggak lucu na.” ujarnya dengan pelan.

__ADS_1


Glory diam tak menjawab, tapi ia diam dan terus menangis. Nando berdehem.” Loe kenapa?” Tanya Nando. Ia tidka tahu apa apa kenapa Glory menangis. Mereka tadi ada tugas yang beklum di selesaikan., mangkanya ia tetap di kelas, besok sudha ujian jika tidka dikumpulkan mereka tidak mendapatkan nomor peserta ujian.


Glory mengusap air matanya.,” Nggak tau. Gue lagi ngebayangin aja gimana jadinya Glora yang nggak di sayang dan nggak dianggep sama semua orang, sedangkan gue yang nggak dianggap sama kembaran sendiri aja nyesek apalagi dia,.” Bisik Glory.


Nanda dna Nando terdiam saling pandang. Menatap Glora yang terus menangis.” Sakit banget tau nggak. Kok semua orang setega itu sama Glora sih?” bisik Glora nanar. Yah Glory tidak hanya menangisi rasa sakitnya tapi ia juga menangisi rasa sakit yang dirasakan oleh Glora.


Sudah satu jam Glory menangis di UKS ditemani oleh Nnada dan Nando. Glory mengusap air matanya kasar dan menatap keduanya yang setia menunggunya. Glory menghela nafas.” kalian nggak masuk kelas?”Tanya Glory pelan.


Nanda dan Nando menggeleng.” Kita tadi Cuma dibagiin kartu peserta ujian. Kita nyarijn loe tadi buat ngasih kartu punya loe.” Ujar Nando pelan mengusap rambut Glory yang menutup pipi Glory, glory menangis sampai berkeringat,


Glory mengangguk mengusap ingusnya di lengan baju Nnada. Nanda menatap Glory snegit.” Anj1r jorok. Iw..”


ia menjauh dari Glory membuat Glory terkekeh.” Kalian sih nggak nagsih gue tisu.” Ujar Glory pelan.


” Hoy nggak nagsih tisu. Sisa tisu di uks habis karena loe. Liat noh.” Ia menunjukan lantai yang penuh tysu akibat tangisan dan ingus Glory.


Glory yang sebagai pelaku hanya menatap polos.” Masa si itu punya gue semua?” Tanyanya polos dan seperrti tidak merasa bersalah.


“ si anak anjing.” Ujar Nando dengan menggeleng menatap Glory membuat Glory terkekeh melihatnya. Keduanya hanya menghela nafas dna tersenyum. Syukurlah jika Glory tidak lagi sedih.


Glory mengangguk mengangkat tangannya. Nanda dan Nando menatapnya dengan tatapan rumit dan heran, lalu saling tatap bertanya .” Apa nih?” tanyanya pelan.


Glory menghela nafas.” Gendong.” Ujarnya dengan wajah yang dibuat imut.


“ kaki gue lemes karena nangis terus dari tadi. Kepala gue jadi pusing.” Glory jujur tapi dilebih lebihkan. Jikapun ia berjalan juga akan tetap bisa kok. Memang malas berjalan.


Nanda mendengus dan berjongkok di depan Glory. Glory segera menaiki punggung Nanda dan tersenyum.” Zeppi go.” Ujar Glory semangat.


” Zepi zepi. Di kira sapi Raju apa. “ ujar nanda ketus membuat Glory terbahak. Nando menggeleng, segera mengambil tas keduanya untuk pulang. Nanda dan Nando mulai keluar dari uks.


Sata keluar mereka menemui ada Aruna yang berjalan smebari memungut botol bekas si sepanjang jalan, glory melihatnya hanya diam dna menaruh kepalanya di pundak Nanda Tau jika itu untuk ia jual lagi.


“ Hoy mulung jangan di sini. Mau cari simpati loe sama orang kaya?” teriak Nando kepada Aruna. Aruna mendengar ucapan Nando mendongak mengerjab polos pada nando. Nando menatapnya dengan sinis.


“ apaan sih loe? “ Tanya Nanda menegur Nando agar tidak banyak bicara. Nando mencebik dan melangkah menjauh. Aruna meremas botol botol yang ia pungut dan melangkah lagi untuk mencari botol minuman. Glory menghela nafas menaruh wajahnya dipunggung Nanda. Ada banyak yang yang Glory tidak ketahui, dan jika pun Glory tau Glory menyesal mengetahui semua itu. glory merasa dirinya selalu dihantui rasa bersalah saat gagal menyelamatkannya atau memperbaiki alur.

__ADS_1


Aruna menghela nafas dan melangkah lagi untuk keluar dari sekolah. Bukan ingin mencari simpati tapi jika hari ini ia tidak membawa uang maka orang tuanya akan memarahinya lagi. aruna tidak bisa makan juga. Jadi aruna berusaha untuk mendapatkan uang untuk membeli mie gelas yang bisa ia nikmati untuk menganjal laparnya.


“ aruna..” aruna menoleh melihat ada Rangga yang melihatnya yang menyimpan botol bekas.


Aruna mengerjab polos dan bertanya.” Iya?” tanyanya. Rangga menatap aruna dan menghela nafas.” Loe liat Glory nggak? Soalnya gue nggak liat dia dari tadi.” Rangga bertanya gugup, sedari kejadian di kantin ia mencari Glory tadi pun ada supirnya yang menjemput tapi ternyata Glory tidak ada.


Rangga jadi khawtir kepada adiknya tersebut. Aruna mendengarnya mengangguk.” Tadi aku lihat dia dengan nanda dan nando. Glorynya keliatan lemes dan digendong sama nanda.” Jawba aruna polos pada rangga yang bertanya di depannya.


Rangga menatapnya dnegan bingung. di gendong Nanda? Dia nggak skait kan?” Tanya Rangga. Ada sirat kekhawatiran di matanya mendengar itu.


Aruna menggeleng.” Kayaknya enggak. Kan Glory memang suka di gendong.” Ujarnya.


Rangga mengepalkan tangan mendengar hal tersebut. Iya Glory manja kepada siapapun yang ada di dekatnya. Dan fakta itu sangat tidak di sukai oleh Rangga.


Rangga menatap lagi aruna yang memungut botol bekas.” Kamu nggak pulang?” Tanya Rangga.


Aruna menggeleng pelan.” nggak. Kamu kalo mau pulang, pulang aja duluan soalnya aku maish harus cari botol bekas.” Ujarnya dengan tenang kepada rangga.,


Rangga mendengarnya tau jika Aruna ini hidupnya keras. ia menghela nafas mengutik orang tuanya Aruna.” Mereka masih perlakuin kasar kamu Run?” Tanya Rangga dengan bengis. Aruna menatap Rangga takut dan menunduk. Rangga mendengus.” Kok ada si keluarga kayak gitu. Kamu sih mau mau aja sama mereka, mending kamu pergi deh dari rumah itu.” ujar Rangga tegas.


“ sok sok an ngatain keluarga orang tega, sedangkan keluarga sendiri sama aja, bahkan lebih parah.” Rangga dan aruna kaget mendnegar suara Glory yang tiba tiba menyahut. Rangga melihat Glory yang digendong oleh Nnada. Glory menatapnya bengis, tadi merekja menunggu Nando mengambil tas mereka dulu, dan tidak sengaja mendengar ucapan mereka berdua.


Glory mendesis.” Dari pada ngatain orang lain, mending introfeksi diri dulu. Siapa tau kan diri ini lebih buruk ketimbang orang yang dibicarakan. Sadar diri itu perlu.” Tegas Glory malas.


Rangga menatap Glory rumit. “ emang salahnya gue dimana kalo prihatin sama Runa? Loe kenapa sih keliatan nggak suka banget sama gue? loe kek keliatan benci banget sama gue?” Tanya Rangga kesal kepada Glory yang sangat sangat membencinya.


Glory memutar bola mata malas.” Glory tu nggak benci loe, tapi sikap loe. Loe sok sokan kasihan sama nasibnya Runa sedangkan adek loe sendiri lebih kasihan, sok sokan mengasihanian hidupnya Runa padahal adik loe melarat gara gara kalian. Dibanding loe ngurusin orang lain mending loe ngurus orang yang sedara sama loe dulu.” Tegas Nanda pada Rangga.


Rangga menatapnya bengis.” Loe nggak usah ikut campur,” ujarnya Rangga kepada Nanda.


Sebab yang menjawab bukan Glory tapi nanda yang sudah geram melihat rangga ini, Nanda juga sudah tau jika Rangga ini kakak Glora tapi jahat kepada Glora. “ Aw takut.” ujar Nando menyahut mengejek.


Rangga mengepalkan tangan hendak menyerang tapi tertahan oleh dirinya sendiri karena melihat ada Glory di sana. Glory menatap Rangga dengan datar.” Dari pada kasihan sama orang lain gue lebih kasihan sama loe Rangga. Soalnya loe nggak paham sama hidup loe sendiri yang berujung penyesalan dikemudian hari. Mending loe pikir kesalahan loe.” Ujar Glory dan menepuk pundak Nanda untuk pergi. Nanda disana mengangguk dan berjalan menjauh dari sana.


Rangga mengepalkan tangan. Aruna mendengar ucapan Glory mendatarkan wajahnya. Ia tidak pernah mau begini, hanya ke adaan yang membuatnya begini. Jika bukan karena kedua orang tuanya ia tidak mungkin mau diperbudak oleh kedua orang tuanya. Mau kabur? Dipikir ia ada uang? Jika ia tidak punya uang artinya ia akan menjadi gelandangan.

__ADS_1


__ADS_2