
Hallo semua. apa kabar? semoga selalu dalam lindungan Tuhan yah.
.
.
.
Glory menghela nafas membawa buku buku yang di suruh oleh guru tadi. Ia harus keperpuastakaan mengembalikan buku ini. hanya seorang diri. Glory bukan anak rajin yang suka di suruh suruh begini. Karena memang yang menyuruhnya ini guru mau tak mau ia lakukan. Glory memasuki perpustakaan dan menaruh buku di depn guru yang menjaga perpustakaan.” Nih buk buku pak Puri.” Ujar Glory pelan.
Guru yang menjaga perpustakaan menatap Glory menyidik. Berdehem” Kamu kembalikan bukunya ke rak kelas satu urutan yang sesuai. “ ujarnya pada Glory.
Glory mendelik.” Dimana buk?”Tanya Glory. Glory ini anak anak yang bukan anak rajin yang suka keperpus. Ini pertama kali Glory menginjak perppustakaan ini. jikapun glory ke perpus pasti ia mencarinya itu adalah buku novel atau bahkan komik jika itu menarik. Dan glory bukan anak yang kurang ajar menolak perkataan guru.
Penjaga perpus menatap Glory tajam. Glory yang ditatap menjadi tidak enak dan tidak suka. “ lantai tiga. Silahkan kamu kembalikan dan hitung jumlahnya. Nanti lapor ke saya.” Ujarnya kepada Glory. Glory hendak menjawba tapi suaranya tercekat karena tatapan ibu ini. mau tidak mau ia mengangguk dan membawa buku dengan jumlah cukup banyak itu ke lantai tiga. Tidak ada lift disini. Hanya ada tangga yang melingkar membuat Glory ingin menangis saja dibuatnya.
“ perlu bantuan?”
Glory melirik sosok di sampingnya ini. ia adalah Dava. Dava tersenyumlah kepadanya membuat ia mengangguk.” Bantu lah.” Ujar Glory.
Glory memberikan hampir seluruh buku an meningalkan dirinya hanya dua buku. Dava melotot menatap Glory yang memberikan hampir seluruh buku. Ini namanya bukan mau dibantu tapi mau gentian bawa buku.,
Glory memegang bahunya pelan.” sakit banget.. gila tu guru. Nggak liat apa gue kecil mungil dan anggunly gini malah di suruh bawa buku sebanyak ini. bisa jadi cucu Samson kalo gini.” Ujarnya menggerutru. Dava di sebelah Glory mendengar dalam diam dan tersenyumlah dalam batin. Glory sangat lucu. Dava membawa buku menuju rak yang Glory dekati.
Glory menatap nama nama buku yang berada di atas rak. Perpustakaan ini memang sangat besar, bahkan dinobatkan perpustakaan terbesar lebih besar dari perpustakaannya kota. Glory mendapatkan rak rak yang sudah di sediakan sampai di rak kelas satu, ia menemuyi rak untuk kelas ips nya. Ia menaruh buku miliknya. Dava mengikuti gerakan Glory dan duduk di sebelah Glory.
” hitung.” Ujar glory.
Dava menurut, ia menghitung buku pelan dan Glory yang menghitung keras.” Satu.. sua.. tiga..” glory mengangguk menyusunnya .” dua puluh empat. Yallah.” gumam Glory menepuk baunya yang terasa kebas. Dava yang melihatnya terkekeh pelan dan hendka menyentuh kepala Glory. Tapi tangannya tertahan karena Glory yang sudah berdiri meninggalkannya.” Glory.” Panggil Dava.
Glory berdehem dan melirik dava. Glory lupa ada Dava yang membantuku.” Oh iya ada loe hehe. Makasih.” Ujar Glory. Ia lupa jika tadi ada Dava yang membantunya.
__ADS_1
Dava mengangguk pelan meski tersinggung..”lain kali kalo butuh bantuan bilang aja sama gue. gue pasti bantu.” Dava tersenyum manis. Sangat manis hingga Glory merinding melihatnya. Senyum Dava itu sangat buruk. Buruk sekali. Glory mengangguk kaku dan Dava tersenyum tipis memilih pergi dari sana, meninggalkan Glory yang hanya kaku melihatnya tidak nyaman.
Dava melangkah menjauh dan tersenyum sulit di artikan. Glory menghela nafas.” Jujur sih dia ganteng banget. Tapi sayang udah mausk blacklist cowo yang gue suka.” ghumam Glory menghela nafas pelan dan pergi.
Glory menghela nafas menuju kantin, perpustakaan ini tidak jauh dari kantin. Glory melangkah dengan riang dan beberapa orang menyapanya membuat glory tersenyum dan ikut menyapa mereka semua yang menyapanya. Glory menatap seluruh kantin.
Tapi kantin sudah sangat padat dan ramai. Mana Ia tidak melihat teman temannya lagi.
Di dunia lain. Glora yang hari ini sangat senang mendapatkan mobil terbaru dari papanya tersenyum lebar dan mengibas rambutnya. Glora sangat senang akhirnya kedua orang tuanya mau memperhatikan dirinya dan menganggap dirinya sebagai anak. Glora menjadi lebih yakin jika suatu hari nanti ia akan bahagia seperti Glory juga. Tatapannya mengitari kantin, menuju ke satu titik. Dimana Rangga mengusap kepala Aruna yang sedang makan dengan lahap di hadapannya. Glora merasa panas dengan hal itu.
“ Glora.....”
Glora menoleh melihat ada glory tersenyum mendekatinya. Glora menarik satu alisnya. Glory menggamit tangannya untuk ia gandeng, mereka sangat terlihat dekat.” Makan yuk.. laper.” Ujar Glory menuju stan makan, di dekat rangga beserta teman-temannya. Semua tatapan sekarang tertuju pada keduanya, sejak kapan keduanya akrab?
. Disana Glory memang sengaja melakukannya di hadapan Rangga. Rangga yang sedang makan bersama Aruna, aksa dan kedua temannya menatapnya tajam, akh Dava pun ada disana menatap Glory.
Glora melirik Glory memohon agar tidak mengajaknya ke sini. Glory tidak peduli.” kamu mau makan apa? Pesen aja biar nanti aku ambilin.” Ujarnya dengan tersenyumlah.
Glory pergi mengambil makanan keduanya dan Glora tertinggal. Aksa yang melihat Glory menjauh mendekati Glora. Glora meliriknya tajam dan tidak minat. “ loe ngapain temenan sama Glory? Loe ada niat buruk kan sama adek gue?”Tanyanya tidak senang kepada kepada Glora.
Glora menatap aksa dengan aura permusuhan. “Emang kenapa kalo gue deket sama Glory?” tany Glora ketus dan juga malas. Aksa mencengkram tangan Glora.
Glora meringis menhghempaskan tangan aksa. Tapi aksa lebih kuat memegang tanganya dan menekannya kuat. glora menatapnya sengit. Aksa menatapnya sangat tajhm.” Gue pringatin sama loe yah. jangan deketin adek gue. atau loe habis ditangan gue. gue tau loe pasti punya niat buruk kan sama adek gue?” aksa mengerang menatap Glora. Glora sangat buruk dimatanya dan semua orang. jika ia melakukan sesuatu pasti pandangannya akan sangat jahat dan memiliki tujuan buruk.
Glora menghempas tangan Aksa lagi meskipun tidak terlepas.” Maksud loe ngomong gitu ke gue apa ha? Loe pikir gue sejahat itu?” Tanya Glora tegas karena marah. Ia tidak melakukan apapun tapi tetap saja disalahkan, tetap saja di kasari. Glora salah apa sih sama mereka semua?
Aksa tersenyum miring.” Loe nanya loe sehata itu apa nggak? Jawabanya enggak, soalnya loe lebih jahat ketimbang yang loe bayangin Glora. Gue masih ingat kalo ada korban bully loe yang meninggal karena loe bully., bahkan loe keluarin dari sekolah kan? dan gue nggak mau adek gue loe pengaruhi dan jadi jahat juga kayak loe..!” tegas aksa.
Glora melirik dimana Glory tadi, tapi Glory terlihat mengantri dan membelakanginya. Glora menatap aksa lagi tajam.” loe nggak tau apa apa tentang gue, jadi lebih baik loe tutup mulut busuk lo itu aksa.”Tegas Glora kepada aksa
'' Lagian loe juga jahat kan? loe ninggalin adek loe pas lagi butuh loe dan hampir mati. Eh loe malah asik jagain cewek pujaan hati loe yang sebenarnya udah jadi selingkuhannya tunangan gue. jadi kita sama aja kan? sama sama jahat? Loe hampir jadi pembunuh adek loe sendiri.” Sinis Glora pada Aksa.
__ADS_1
Aksa menggebrak meja kuat mendengar ucapanb Glora. Aksa menarik kera baju Glora kuat.” Loe yang jahat. Loe nggak tau apa apa tentang Gue. jadi berenti bicara seolah olah loe ratu. Loe itu iblis.” Teriak aksa benar benar menggema di sana.
Glory yang mengantri bahkan kaget" Glora.." Gumamnya nanar. Ia segera keluar dari antrian padahal sekarang bagian dirinya. Glora menghempaskan tangan aksa dan memukul kepala aksa kuat. aksa terhuyung dan Glora terlepas. “ anjing loe. Loe yang cari masalah sama gue dan cari ulah sama gue. dateng tiba tiba ngatain gue dikatain balik nggak mau. Loe pikir loe siapa ha bisa ngomong gitu ke gue?” teriak Glora keal kepada Aksa. Disini dirinya yang di tuduh dan dirinya yang dipojokan.,
“ Glora. Loe apaa apaan sih? Mau jadi pereman loe?” Tanya Dava kepada Glora dingin.
“ yang dikatain Aksa itu bener. Dia Cuma mau nanya ke elo apa maksud loe mau deketin Glory? Dia dan kami nggak mau loe ngerusak pikiran Glory. “ teriak Ranga kepada Glora. Glora diam menatap mereka tajam. Nafasnya naik turun akibat rasa emosi yang membumbung tinggi. Benar benar menyebalkan dan mengesalkan mereka ini.
“ yang deketin gue siapa dan yang deketin gue siapa sih?” Glory mendekat dan mendorong kerumbunan orang.
orang memberokan ia jalan. Dan Glory menatap mereka tajam.” Berenti ngomong sok tau. Gue yang deketin Glora. Gue yang deketin dia dan mau ngajak dia main. Dia kembaran gfue jadi nggak ada alasan buat loe semua nyalahin kita yang deket.” Ujar Gloryu marah. Ia mendekati Glora dan juga menatap mereka tajam
“ loe apaan sih ngomong gitu?” teriak Rangga kuat kepada Glory.
Glora menatap Glory tajam dan tak sennag. “ loe ngomong nggak usah ngaco. Gue nggak punya kembaran atau saudara kayak loe. Jangan ngehayal.''btegas Glora. Glory tertegun menatap Glora yang menatapnya tajam.
Glora menatap semua orang yang bingung menatap mereka dan menatap Glory mencemnoon karena sudah ngaku ngaku sebagai saudara Glora. Glora tersenyum miring.” Kalian denger kan, Glory yang deketin gue, bahkan ngaku ngaku jadi sodara kembar gue. hahaha muka dia aja nggak ada mirip miripnya sama gue. jadi berenti nyalahin gue. gue juga nggak sudi punya temen kayak dia. Jadi jangan sembarang ngomong dan nyalahin orang. '' tegas Glora menjauh.
Glory menatap Glora dan Rangga diam saja. Tappi keduanya sudah pergi meningalkan dirinya dengan rasa malu. Aksa mendekati Glory dan juga menatap Glory tidak senang.” Kamu ngapain si belain dia? Lihat kan sekarang loe yang kena bully sama orang lain. Dia itu nggak pantes buat loe bela Glory. Dia irtu jahat.” Tegas Aksa kepada Glory.
Glory menatap Aksa rumit. Yang ia katakan itu benar, tidak ada yang disalahkan dirinya mmang kembaran Glora. Mereka saudara. Tatapan Glory teralih pada Rangga yang menatapnya tajam dan bengis. “ yang jahat itu kalian, bisa bisanya nyalahin orang tanpa tau apapun. berenti cari gara gara sama Glora. Biarin dia bahagia.” ujar Glory tajam pada mereka.
“ Loe masih belain glora meksipun dia udah mempermaluin loe gitu di muka umum?” Tanya Rangga kepada Glory nanar dan kesal.
Gloy menatap Rangga tajam.” Gue nggak ngerasa dipermaluin, selagi gue ngelakuin kebenaran gue nggak pernah ngerasa malu. Seharusnya yang malu itu kalian, bisa bisanya bilang orang lain jahat padahal kalan yang paling jahat.” Tegas Glory. Mereka menatap Glory rumit.
Semua mendengar terdiam tidak terima. " Kita nggak pernah bully atau bahkan jahatin orang lain. memang dia yang jahat. " Tegasnya Rangga.
" Glora juga orang kalo kalian lupa. " Ujar Glory malas dan melangkah menjauh. malas berurusan sama manusia manusia bodoh ini.
Mau bagaimana pun ia mengajak mereka berdebat atau memberi tahu kebenaran maka ia akan tetap saja di salahkan.
__ADS_1
Glory memilih pergi tanpa perdebatan lebih lanjut. meninggalkan banyak mata yang memandang Glory berbeda-beda.