
Kejadian kemarin sudah berlalu. Glory pulang diantar oleh Haris kerumah nya dan juga Aksa. Namun malam ini Aksa yang baru pulang dari rumah sakit karena kaget mendengar jika Glory sudah pulang dari rumah sakit. Aksa pulang saat jam 10 , mendahului teman-temannya yang lain di ruangan Aruna. Berakhir di sini, didepan kamar Glory.
Aksa sudah satu jam berdiri di depan kamar Glory, Aksa tidak memiliki sedikitpun nyali untuk bertemu kepada Glory hanya bisa menahan diri dan meredam semua pikiran yang berkecamuk.
Grub...
Aksa tertegun saat pintu kamar terbuka menampilkan Glory yang menggunakan baju tidur bentuk kelinci, rambut yang berantakan menguap keluar kamar.
Keduanya sama-sama kaget saat saling bertatapan. Tapi Glory langsung memutuskan tatapan keduanya menutup pintu kamar memilih acuh pada Aksa yang ada didepannya.
Glory cukup kaget karena bertemu Aksa didepan kamarnya ditengah malam ini. Awalnya ia ingin ke dapur untuk memasak makanan. Dirinya lapar ditengah malam begini.
“Na..!!” Glory melangkah menjauhi Aksa yang dari tadi diam memperhatikan segala pergelakannya terdiam.
Aksa menggenggam erat hanphone miliknya.”hemm mau kemana?” Tanya Aksa pelan. aksa tidak tau mau bicara apa. Hanya itu yang bisa ia Tanya.
Glory mendengar pertanyaan Aksa melangkah kebawah meninggalkan Aksa tanpa menjawab pertanyaan. Aksa menatap Glory menjauh sendu karena diacuhkan, sesak rasanya .
Aksa melangkah mengikuti Glory dari belakang. Glory ke dapur membuat ia ikut ke dapur.
Terlihat Glory mengambil dua bungkus mie korea didalam kulkas, mengambil sayur dan juga dua telur. Aksa menatap Glory yang hendak menghidupkan kompor menjadi panik.
“Kamu mau masak???”Tanya Aksa bodoh.
Glory menatap Aksa datar.” Mo tidur..”Jawab Glory ketus.
Aksa malah terkekeh menganggap itu lelucon. Aksa mengambil alih gas dan juga panci “Biar abang aja. Kamu kan nggak bisa masak.”Aksa mengambil alih masakan Glory.
Glory menaikan bahu acuh duduk diatas patri menatap HP yang ia bawa disakunya tadi. Glory tersenyum melihat beberapa video yang membuat dirinya tertawaa. Aksa yang sibuk memasak sesekali melirik adiknya yang tersenyum memainkan HP.
Aksa merasa sangat canggung menaruh mangkok mie yang sudah ia masak. “Mie goreng dengan kuah sedikit. Telor setengah Mateng dengan sayur yang juga setengah mateng, susu Fullcream..” Aksa tersenyum tipis menuangkan susu didalam gelas.
Glory mengangguk mengambil sumpit mengaduk mie yang Aksa siapkan. Aksa menggigit bibir bawahnya menatap Glory makan. Glory tidak mengucapkan apapun, hanya makan tanpa bicara. Aksa menatap mata Kristal milik Glory dalam. Yah Glory tidak menggunakan soflen miliknya membuat kecantikan dirinya semakin tercetak jelas.
__ADS_1
Belum lagi rambut yang terurai bebas dengan jepit yang menjepit bagian poni kanan. Aksa terdiam sesaat jarang sekali adiknya begini.
Sampai Glory selesai makan Aksa belum berhenti menatap adiknya penuh minat bagaikan santapan yang sangat lezat.
Glory berdecap.” Mata loe jatuh tu...!” Glory meletakkan sumpit menatap Aksa yang masih menatapnya. Dirinya risih ditatap terus.
“Ha?”Aksa sedikit blank mendengar ucapan Glory.
Aksa menggaruk kepalanya polos.”Mata siapa? Mana?”Tanyanya menatap kebawah.
Glory mendengus. “Begok banget si. Mata loe yang jatoh. Ngapain sih liat gue kayak gitu? Laper loe?”Tanya Glory ketus pada Aksa yang sok polos.
Aksa mendengarnya menatap Glory canggung. “Hehe. Hemm Na, soal kemarin maafin gue yah. beneran gue minta maaf. Gue tau gue salah tapi gue nggak ada niatan kok sebenernya nyakitn loe. “ Aksa menatap Glory penuh dengan penyesalan.
Glory menatap manik mata Aksa dalam. Mendenggus sesaat mengambil piring kotor untuk ditaro diwastafel. Tangannya terhenti saat itu direbut oleh Aksa.”Na pliiss maafin gue. gue tau kok gue salah. Tolong maafin gue pliss..” Gumamnya nanar pada Glory.
Glory menatap Aksa mengangguk.”Gue males rebut. Tapi gue nggak mau hal kayak gini terjadi lagi Aksa. “ Ujar Glory ketus.
Aksa mendengar Glory memaafkannya segera menyerbu Glory dengan pelukan eratnya.”Uhhh Nana Aksa manis banget si. Maafin abang yah Na. maaf.”Ujar Aksa mengeratkan pelukannya melompat lompat girang.
Aksa mencubit pipi Glory gemas tersenyum mengusap kepala sang adik.”Yasudah abang mau mandi dulu hehe...” Aksa melangkah membawa piring kotor milik Glory tadi.”Tidur lagi aja. Udah male mini kalo utuh panggil gue.,” Lanjut Aksa.
Glory mengangguk pelan menatap Aksa yang menjauh. Glory diam sesaat memikirkan dirinya yang bodoh. Dia bisa memaafkan semua orang dengan cepat dan mudah, seakan hal besar kemarin bukanlah hal besar. Tetapi tak akan ada yang menyadarinya jika perasaan Glory kepada ia sudah hambar dan sudah tak ada lagi Glory yang seperti dulu lagi.
...----------------...
Pagi berlalu lagi begitu cepat seusai Glory berbaikan dengan Aksa, masih cukup canggung tetapi mereka tidak sedingin sebelumnya. Aksa mengantarkan Glory sekolah hari ini menggunakan mobil miliknya. Glory hari ini tidak lagi menutupi penampilan dirinya.
Tetapi tetap menggunakan soflen. Rambut ia gerai dengan kulit putih pucat yang ia anyam membuat wajahnya sangat lucu nan imut. Ditangan miliknya memegang Lollipop berwarna warni cukup besar diberi Aksa tadi.
“ Woy..!” Glory tertegun saat Dika tiba-tiba didepannya. Glory memutar bola mata malas, Dika menatap Glory gemas karena masih menjilati permen santai meski dalam keadaan kaget.”Loe niat nggak si ngasih foto itu ke gue? cafenya udah ada loh. Dari kemarin dicariin jugak..!” Ujar Dika mencubit pipi sang Glory.
Glpry menepis tangan Dika.” Kemarin gue sibuk,. Nanti pulang aja gimana?”Tanya Glory tersenyum menampilkan lesung pipi miliknya.
__ADS_1
Dika cukup tertegun menatap Glory yang tersenyum sangat manis. Dika menatap ke lain arah menghindari kegugupan.”Oke nanti pulang gue tunggu ye diparkiran.” Ujar Dika tegas.
Glory menunjukan jempol miliknya.”Otee.... “ Glory mengeluarkan kartu dijaket miliknya menaruh ditangan Dika.”Ini nomor gue nanti kabarin yah kalo udah nungguin gue,” Ujar Glory manis..
Dika mengangguk kaku menerimanya. Menatap Glory menjauh sembari memakan Lollipop nya. Dika tersenyum tipis mengangguk. Ternyata ada yang tidak takut padanya. Tapi dirinya merasa Glory ada yang beda dari sebelum yang ia lihat. Glory ini terlihat lebih unyu dan juga tidka gelap???
“ Masa pakek pemutih? Beklin kali.” Kekehan Dika memilih pergi.
...----------------...
Saat diperkelokan tangan Glory tertahan oleh seseorang. Gloty mendenggus pelan ini novel memang benar-benar drama yah. glory melirik siapa pelakunya. Disana ada Dava yang wajahnya babak belur. Tangan yang penuh kain kasa menatap dirinya sendu.
Glory yang tadinya hendak marah pun menggernyit menatap Dava kasihan.”Loe kenapa?”Tanya Gloty mengusap pipi Dava yang biru biru. Bahkan di pipinya ada yang terluka dan diplaster.
Dava diam memegang lengan Glory dipipinya. “Loe nggak apa-apa? Kenapa udah sekolah emang udah sembuh?”Tanya Dava pelan kepada Glory.
Sedari tadi Dava melihat Glory bicara kepada Dika. Ia marah tetapi memilih tidak mencegah keduanya. Memilih waktu lain menemui glory,
Glory terdiam sesaat merasakan tangan dingin Dava menyentuh pipi gembulnya, tersirat Nafa kekhawatiran di suara Dava.
”Harusnya gue nanya. Loe kayak zombie tau nggak. Loe nggak apa-apa?”Tanya Glory meringis.
Dava terkekeh pelan mendengar Glory. Dava menarik tubuh Glory dalam pelukannya.. mata Glory mengerjab sejenak merasakan Dava yang memeluknya hangat.
“Jangan sakit karena orang lain lagi. Gue juga sakit tau nggak..”
.
.
.
.
__ADS_1
.
Halooo# maaf beberapa Hpnya cukup tidak teratur yah guys. Itu karena jaringan disini sangat tidak bagus... Duh boleh demo tidak si?