Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Nilai


__ADS_3

Suara denting makan terdengar menggema di ruang makan., Glory yang makan seadanya, Glora yang makan dalam diam bersama Rangga dan orang tuanya. Ada Angga yang hanya diam tidak angkat bicara. Tasya melihat Glory tidak sesemangat biasanya mengernyit bingung.” Sayang kok kamu lesuh banget? Makananya tidak enak yah?” Tanya Tasya pelan pada Glory. Glora tersenyum masam, bahkan dirinya juga sama belum memakan dengan lahap tapi yang ditanya hanya glory.


Glory menatap Tasya dan Faris yang menatapnya. Glory menggeleng.” Tadi pembagian nilai, terus nilai Glory jelek.” Ujar Glory nanar. Air mata Glory jatuh karena hal itu, di dalam novel kedua orang tua mereka ini maniak kesempurnaan, jika nilai mereka di bawah 100 maka ia akan menghukum dan mengurung Glora di gudang, atau bahkan dikama mandi. Mereka juga sering mencambuk dan memukul Glora jika Glora tidak mendapatkan nilai sempurna.


Faris dan Taysa menatap Glory menangis gelagapan. Tasya dan Faris segera mendekat dan mengusap kepala Glory.” Sayang jangan nangis dong. Nggak apa apa kok kalo nilainya kurang baik. Kan masih bisa belajar. “ ujarnya Tasya lembut.


” Memang nilai kamu berapa?” Tanya Faris bingung. Tangisan Glory makin kencang membuat keduanya gelagapan.” Tuh kan papi marah.. hiks hiks.” Tangisan Glory disana menjadi menatap Faris yang bertanya.


Faris segera menggendong Glory dan mendudukinya dipangkuanya.” Nggak gitu sayang. Papi Cuma nanya kok. Mau berapapun nilai Glory papi nggak akan marah kok sayang. Bilang aja papi nggak akan marah kok.” Ujarnya faris. Glory menatap Faris dengan serius mencari kebohongan.


Faris mengusap pipi anaknya.” papi janji.” Tegas faris.


Glory diam, jika orang tuanya tau dirinya memiliki nilai tidak sempurna apa ia tidak akan di sayang lagi? Glory memainkan telunjuknya dan menatap lagi orang tuanya. Keduanya menatap Gloty dengan penuntutan dan bertanya Tanya.


Glory menghela nafas. Rangga dan Angga menyimak sedangkan Glora mendengar secara saksama. " Tunggu. "Glory menghela nafas dan berdiri. Ia segera kekamarnya membuat mereka bingung, sampai sepuluh menit ia kembali menunduk memberikan keras kertas itu pada orang tuanya. Tasya dan Faris diam mengambil keras itu dengan pelan dan membacanya..


Mata tasya dan faris melotot mrlihat nilai nilai yang di dapatkan Glory. Faris tersenyum masam.


B, Indo 50,


b, inggris 52,


matematika 40,


Biologi 3,4.


Fisika 2,0,


penjaskes 1,0.


Keduanya memejamkan mata malu.


Sedangkan Glory memainkan tangannya dan menunduk dengan takut. kedua orang tuanya pasti akan benar benar marah besar. Rangga dan angga yang melihatnya melebarkan matanya, Koo bisa nilai Glory sejelek itu? tidak itu apa itu., mengapa akutansi nya Glory nilai hanya 0,4. Bagaimana bisa nilai Glory sejelek itu?


Ini bukan lagi jelek tapi hancur.!


Tangan Faris terangkat membuat Glory memejamkan mata. Glory takut mendapatkan tamparan, tapi tidak ada rasa sakit atau kebas. Pipinya di elus membuat ia membuka matanya sebelah, disana ada Faris tersenyum kepadanya. tasya pun juga menatapnya sayang. Glory diam menatap mereka benar benar takut.” sayang jangan takut. kita nggak akan marah kok, kan kemarin kamu bisa dapet nilai gini karena sakit. Nggak apa-apa kok. Kamu bisa belajar lagi kan tahun depan.” Ujar si faris tenang.” Atau mau papi datangin kepala sekolahnya supaya nilai kamu bagus semua ha?”Tanya Faris dengan tegas dan tenang.


Glory menggeleng.” Ini salah Glory. Papi nggak usah marahin kepala sekolah.” Ujar Glory pelan.


Faris menghela nafas “ mau papi kasih guru tutor?” Tanya Faris.

__ADS_1


Glory menatap Faris nanar.” Papi marah?”


Faris gelagapan dan menggeleng.” Nggak dong sayang, papi nanya supaya kamu bisa memperbaiki nilainya. Kalo kamu nggak mau nggak apa apa kok, kan papa kaya jadi mau bagaimanapun kamu kamu akan tetap jadi anak papi, akan selalu papi banggakan dan papi sayang. Kamu jangan kecil hati yah sayang. Papi mami akan tetap sayang sama kamu.” Ujarnya Faris.


Glory tersneyum memeluk faris.” Makasih yah papi. Maafin Glory nggakk bisa bikin kalian bangga.” Ujar Glory. Sedangkan tasya dan Faris mendengarnya mengangguk lembut. Tasya mengusap kepala sang anak.


Rangga disana menatap Glory dengan kasihan dan Angga yang pergi dari sana, meninggalkannya mereka.


Glora disana tersenyum melihatnya, entah mengapa rasanya Glora aman, jika nilai Glory jauh lebih jelek dirinya tidak akna kena marah kan?? dirinya tidak akan di hukum kan? apa tetap dihukum?


" Oh iya tapi Nilai Glora bagus bagus loh.." Glory.membanggakan Glora kepada kedua orang tuanya. Faris dan Tasya menatap Glora yang tersenyum.


” Kalo nilai kamu berapa?” Tanya Tasya tenang kembali duduk.


Glora meremas tangannya dan segera menyerahkan kertas kertas miliknya yang sudah ia siapkan sejak tadi. Glory mengintip isi mertas itu dan merekah senyumnya. Ia menatap Glora dnegan bangga dan Glora ikut tersenyum, kali ini Glora benar benar merasa aman. Tasya dan Faris diam melirik Glora, hampir sempurna. Hampir semua nilai mata pelaharannya itu 100, hanya nilai matematika yang mendpaatkan 9,7 dan fisika 9,1, olahraga 89, Selebihnya nilai glora sempurna, beda dengan Glory.


“ wah.. keren. Glora nilainya keren banget. Aku mau belajar sama Glora aja lah.” Ujar Glory heboh.


Tasya dna garis tersenyumlah menatap glora.” Kamu nanti ke ruangan saya.” Tegas Faris. Glory mendengarnya melotot dan hati yang bergemuruh. begitu juga Glora.


Glora menegang menatap ayahnya. “ Loh kenapa dipanggil ke ruangan papi?” Tanya Glory polos.


Faris menggeleng.” Karena Glora mendapatkan nilai yang bagus, dia akan kami kasih hadiah. “ ujarnya Faris tenang. Glora mencegatnya tidak bis atidka tersenyum haru.


Faris mengangguk.” Iya dong hehe. Kamu kan nilainya jelek jadi nggak di kasih hadiah, tapi karena papi sayang Glory nantio papi kasih apapun yang Glory mau yah.” ujarnya tenang.


“ yey. Maaci papi. ,muachk muachk.. “ Glory mencium tanganya dan meniup pada faris faris terkekeh.


” Secara langsung dong di sini.” ia menunjuk pipinya.


Glory segra mendekat dan mencium pipi Faris. Faris terkekeh dan mencium seluruh wajah Glory. Glory terbahak dan menggeleng geli. Mereka terkekeh di sana sedangkan tasya melirik Glora dengan diam.


Glora meremas tangannya sendiri, ia juga mau seperti itu kepada kedua orang tuanya, tapi bagaimana bisa? ia tidak sedekat itu dengan orang tuanya. Jangankan dekat duduk bersama mereka seperti ini saja Glora tidak berani membayangkannya dulu. Glora menghela nafas. iri sudah pasti, tapi kali ini ia merasa benar benar lebh tenang dari sebelumnya. Jika Glory mendapatkan nilai sehancur itu tidak di pukul berarti dirinya juga aman kan?


“ Nilai kamu gimana Rangga?” Tanya Tasya pada Rangga yang diam saja.


Rangga melirik ibunya dan melempar kertas kertas itu tidak sopan. Tasya diam dan mengambilnya dingin. Menatap nilai nilai tersbeut. Nilai Rangga luar biasa, hampir spluruhnya 100, hanya b,inmdo yang 9,8 selebihnya dia nilainya sempurnah. Tasya mengangguk menatap rangga.” Butuh guru b indo?” Tanya Tasya lagi tegas.


Rangga menggeleng, "hanya sedikit kekeliruan. “ ujarnya.


" Perbaiki,," Tasya berdehem dan melanjutkan makannya, mereka pun segera mengakhiri acara makan malam dan pergi ke kamar masing masing.

__ADS_1


Dijalan ke kamar Glory meneuk pundak Glora, tersenyum lebar.” Selamat yah dapet hadiah hehe. Nanti ajarin aku supaya bisa pinter juga,.” Ujar Glory. Gllora mengangguk dan tersenyum segera ke ruangan ayahnya untuk menagih janjinya tadi.


Glora menghela nafas menutupi pintu kamar,. Ia mengusap dadanya dan terduduk di kasurnya lemas. Glory menatap kertas kertas itu dan tersenyum.” Semoga aja dengan ini orang tua Glora jadi bisa lihat Glora dan sayang sama dia. Glora enggak di hukum lagi.” gumamnya dengan pelan. ia tersenyum mengingat hal tadi. Yah sneoga saja glora baik baik saja. Glory mengingat kejadian sevenarnya tadi siang., dimana ia dibagikan kertas ujian masing masing.


....


Glory diam menerima menatap kertas ujiannya, ia menatap pak Puri dengan tatapan linglung.” Pak kok nilai saya gini?” tanyanya dengan pelan.


Puri menggeleng.” Yah gitu. Selamat yah Glory nilai kamu terbaik satu angkatan.” Tegasnya.


Glory terdiam mencelos, padahal ia mengerjalan soal soal itu tidak serius, bahkan ia mengisinya dengan seada dan semampunya, tapi mengapa nilainya hampir semua seratus dan hanya bagian biologi yang mendapatkan nilai 9,9.


“ pak bapak nggak di sogok kan kasih nilai saya segede ini?” Tanya Glory tegas. Nando dan nanda mendengarnya melotot, yah disana ada keduanya juga menemani Glory menghadapi pak Puri.


Pak Puri mendelik.” Kamu pikir saya ini guru gampangan apa yang mau di sogok sogok gitu?” tanyanya tidak suka pada Glory.


“ Na harusnya gimana? Harus nya loe seneng, loe nggak liat nilai gue gimana? Nih ancur...” Nando menunjukan nilai nilainya yang luar biasa jeleknya. Nando menatap Glory serius.


Glory menatap pak Puri dan Nando dengan nanar. “ pak tuker nilai sama nando pak, saya nggak mau nilai ini.” tegas Glory merebut nilai nya nando memberikan pada oak Puri.


“ apaan loe anj1r?” Tanya nando melotot tidak percaya.” Kesenengan gue sih, tapi yakali orang lain percaya itu nilai gue Ry.” Pekiknya tidak percaya.


Glory menghela nafas dan pak Puri menatap Glory bingung.” Kamu kenapa sih Glory? Harusnya kamu itu bahagia dapet nilai segini, nilai kamu benar benar mampu menutupi tugas tugas yang tertinggal selama tiga bulan kemarin, berbagai tugas yang diberi juga sudah kamu selesaikan secara baik. Saya bangga sama kamu.” Kata pak Puri lembut pada Glory.


Glory mengusap rambutnya kasar. Ia menghela nafas kalut hingga tak sadar menggigit jarinya. Pak Puri bingung melihat wajah paniknya Glory.


Glory menghela nafas, jika begini sudah pasti Glora kembaranya akan benar benar habis ditangan orang tuanya, semaksimal itu Glory mnengerjakan tugas agar ia tidak tinggal kelas, itu saja suudha cukup kok tidak lebih, lalu ujian Glory selalu menjawab seadanya. Gloryu sekarang dibuat bingung jika begini. Glory tidak mau nanti Glora semakin di habisi oleh ayah dan ibu kedua nya. Glory menghela nafas.


Nanda memegang bahu Glory dan mengguncangnya.” Loe kenapa sih Ry? Jujur aja nggak apa apa kok. Jangan gini.” Ujar nanda pada Glory.


Glory yang kalut menatap nanda dengan tatapan nanar dan juga bingung. Bingung harus menjelaskannya. Ia menatap pak Puri lagi.” pak saya minta tolong banget buat masukin nilai saya jelek dikertas ujian, sama kayak nilai Nando pak.” Ujarnya pelan dan nanar,.


Pak Puri hendak bicara tertahan. “ saya punya kembaran pak, kalo nilai saya jauh lebih baik dari dia, bisa jadi nanti dia kena hukuman yang parah, saya enggak mau dia kenapa napa pak.” Liriuh Glory. Pak Purii terdiam mendengarnya, Sedangkan nando dan nanda menatap Glory tidak percaya.


Jadi Glory melakukanya untuk kembarannya??


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2