Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Bab 21


__ADS_3

Hanya beberapa detik dan Glory langsung menutup layar ponselnya saat Pria disampingnya menatap lebih lanjut dan hendak merebut HP Glory.


Dava hendak merebut HP Glory kaget. Tapi sudah di jauhi oleh Glory. Dia melotot menatap Glory.” Woyy bagi gue liat nggak..!!” Ujarnya.


Glory mendengus.”Nggak mau, kan tadi loe udah nuduh gue yah padahal udah ditolong, mana bilang mulut gue bauk Jigong lagi, ini tu khas cilok, enak tauk.”Ujarnya tepat didepan pria itu, memilih bergeser duduk mengambil makanannya lagi tanpa peduli pria itu yang menatapnya masam..


Glory menatap pria itu tajam dan berkata " Lagian loe kan cowok yang nabrak gue tapi nggak mau minta maaf. Gue masih dendam yah sama loe...! " Ingatan Glory kembali pada seminggu yang lalu, saat pantat mulusnya bertabrakan dengan marmer cukup keras, rasanya tukang ekor Glory bengkok dibuatnya. Tapi sayangnya lelaki didepannya ini tidak bertanggung jawab, jangankan bertanggung jawab, minta maaf saja tidak.


Pria tadi mendengus, ia adalah Dika sosok yang dulu berseteru itu. Dika melirik Glory kesal.”Gue bayar berapapun yang loe mau. Puas.”Ujarnya disana tegas.


Glory meliriknya dan bergumam.”Oke deh. Gue mau loe beli satu café beserta koki-kokinya dan pegawai nya gimana?” Tanyanya.


“Ngelunjak loe yah..!! Nggak tau diri, biasanya tu cewek harusnya bilang ’Aku ikhlas kok bantuin kamu." Ini malah minta café beserta antek-anteknya lagi, nggak sekalian loe minta pulau Bikini Bottom ...”Ketus Dika keras tak terima.


Glory meliriknya.”Aku? disamakan dengan cewek lain? Nggak bisa shay..”Ia terkekeh mengunya makannya. “Lagian ngapain? Nggak ada gunanya juga gue bilang ikhlas, kalo ada café kan gunanya biar gue bisa dapat duit dan makan gratis.” Katanya tak merasa terbebani.


Dika menatapnya gemetar menahan geram.”Oke fine besok gue kasih cafe beserta antek-antek nya. Tapi kasih gue fotonya. Puas loe.” Ujarnya mendengus.


Glory mendengarnya menatapnya berbinar.”Puas banget....Deal yah, ada sertifikat ada barang. Jadi besok kita ketemu di cafe yang bakal gue miliki.” Dika hendak angkat bicara terdiam saat mulutnya dijejali oleh cilok oleh Glory.”Ngga ada bantahan. Disini loe yang butuh gue, bukan gue butuh loe.” Ujar Glory sengaja mengatakan tepat di hidung Dika.


Dika disana mendengus sembari mengunya makanan di mulutnya..


Emmm ternyata enak..


Ia melirik sisa ciloknya Glory dan tanpa perasaan.”Bagi.” Ujar Dika memakan cilok itu tanpa melirik Glory yang menatapnya tak senang. “Pelit kuburannya sempit shay,.. gue baik mangkanya memperlapang kuburan loe.” Ujarnya santai.

__ADS_1


Glory menghela nafas malas berdebat.,”Ini apa namanya?”Tanya Dika ragu.


Glory meliriknya malas.”Cilok.” Ujarnya.


Dika mengangguk membuang sampah disisinya melirik Glory.”Dimana loe belinya?” Tanyanya lirih. Jujur ini sangat enak.


Glory tertawa mendengarnya.”Bilang aja loe ketagihan kan..” Ujarnya menyorak Dika.


" Nggak, makanan murahan kayak gitu juga pasti banyak bakterinya..." Dika memalingkan wajahnya terasa tersipu. Rasanya luka ditubuhnya sudah tak terasa lagi. ia melirik motornya,, ia harus menghubungi bengkel untuk memperbaikinya.


Tak berselang lama ia merasakan Glory mencuci tangannya dan mengambil pelaster dan obat merah di tasnya ia melihat dalam diam.”Dari tadi kek ngobatinnya. Kalo orang sekarat keburu meninggoy.”Ketusnya menatap sinis.


Glory menatapnya menghela nafas.”Tangan gue tadi pedes, kalo langsung ngobatin loe bukanya nyembuhin malah makin perih mangkanya gue selesaikan acara makan meskipun dirampas sama loe. Ini udah gue cuci dan pakek hainstilaister. Apa tu yang buat menghilangkan bakteri, gini-gini gue nggak jahat yah.”Ujarnya ketus. Dika melirik Glory. Benar juga, rupanya pikiran gadis didepanya jauh drai yang ia bayangkan.


Dika diam melirik Glory diam. Wajah Gory sangat cantik, wajah bulat, pipi yang berisi, mata berwarna hitam kecoklatan, rambut yang bergelombang. Terlihat rambut Glory yang diikat asal, anak-anak rambutnya tergerai bebas menampilkan Glory yang menawan dalam keadaan yang sederhana. Tak ada make up, tak ada lipstick, tapi wajahnya sudah putih alami, tak ada lipstik tapi bibirnya sudah merah alami, dan di bagian hidungnya ada bintik-bintik unik sangat serasi dengan wajahnya.


“Dimata loe ada taiknya. Mana warna item lagi.” Ujar Dika ketus.


Glory mendengarnya melotot langsung membersihkan matanya, tidak ada warna hitam, adanya warna putih. Ia melirik Dika mendengus,.” Harusnya tu pakek make up dikit biar cantik, “ Ujar Dika menghina lagi.


Glory menghela nafas.” Gue udah makek sunscreen yah, makek skincare buat ngerawat kulit karena apa? Karena gue males make up. Lagian kan masih sekolah, loe suka sama tante-tante yah suka aja jangan ngajarin gue yang muda berpenampilan tua.” Glory mengatakannya ketus.


Dika hendak angkat bicara tapi dihentikan oleh kedatangan mobil sembari mengklakson keduanya. Glory menatap mobil yang datang serta mengecek hpnya. “ Dah sampek., gue duluan. Inget kalo mau fotonya besok temuin gue bersamaan dengan cafenya.” Glory bangkit menyandang tasnya menatap Dika tersenyum manis.


“Bay cowok jelek.” Ia menjulurkan lidahnya. Duka melotot menatap nya.

__ADS_1


Dika mengepalkan tangannya menatap sekitar, tidak ada CCTV, ia menghela nafas tak ada bukti lain selain milik Glory. Ia tau jika ini adalah rencana seseorang. Ia melirik Glory yang didalam mobil. Glory membuka kaca mobilnya.”Ingat cafenya besok ye.” Katanya melambaikan tangan.


Dika melepaskan sepatunya melemparkannya pada Glory. Glory menangkapnya reflek menatap Dika kaget. Dika menatapnya kaget.


Glory menatap sepatu itu berbinar.” Nggak kena wleee...” Ia kembali mengejek Dika.


"Wah ngajak gelud...."Dika tak tahan kembali melempar sepatunya segera ditangkap Glory.


Glory menatap binar sepatu yang ia tangkap.” Yes dapat sepatu baru. Jordan lagi wohh.”Ia berbinar menatap sepatu berwarna putih bergaris hijau min itu, sangat cantik.


Dika mendengarnya pun melotot.”Woy loe maling sepatu gue anjimm... balikin..!!” Teriaknya tak terima.


Glory mendelik.”Siapa suruh lahir nggak punya otak. Yuk pak jalan.” Ujar Glory semangat, diangguki supir yang terkekeh melihat keduanya.


Glory melambaikan tangan.”Baibai miskin,,!” Ujarnya tergelak memauski kepalanya.


Dika menatapnya kesal mengejar mobil yang melaju. “Woy balikin nggak au.”Belum dua langkah ia jatuh karena kakinya yang masih sakit.


Ia menatap mobil Glory dari kejauhan tajam, dari kaca menampilkan wajah Glory yang tertawa mengejek.”Sialan tu cewek, “Gumamnya kesal.


Ia memilih mengeluarkan hpnya menghubungi teman-teman miliknya. Memilih duduk menatap kaos kakinya yang terlihat baru.”Padahal baru gue pakek dua kali itu sepatu. Sial sial sial..”Gumamnya kesal. Ia kesal sepatu mahal miliknya di curi oleh Glory. Dicurinya juga dnegan cara tengil, hal yang membuat Dika berfikir jika yang dikatakan Glory itu benar.”Kenapa gue beg0 banget si akh. percaya aja dikibuli bocah. Sialan sialan sialan.”Teriaknya. ia menangis dalam hati.


Ia terasa seperti gembel saat ini.


Awas saja nanti, ia akan memberikan Glory pelajaran..

__ADS_1


.


.


__ADS_2