
Hay guys. maaf baru Up soalnya sibuk mo lebaran hohooo. Masak kue dulu prennnn... Mati kita ready...
.
.
.
“Na...” Glory mendongak menatap Nando yamg baru datang.”Gue liat dari tadi Dava liatin loe, loe ada masalah apa lagi sama dia, soalnya ini udah berkali-kali gue cek dari tadi lohh.” Ujar Nando berbisik.
Glory hendak menoleh melihat sang pelaku tapi ditahan oleh Nando.”Kalo gue ngomongin orang jangan diliatin langsung Njirr, keliatan banget gue ghibah.“ Bisiknya geregetan.
Glory mengernyit”Biarin ajalah.” Bisiknya.
Nanda menghela nafas melirik Nando.”Kalo ada apaapa loe jangan segan hubungin kita yah. dan jangan pergi sendirian.” Ujarnya.
Glory mengangguk memakan makanannya sembari melirik Dava. Benar Dava meliriknya tak berkedip sembari meminum jus miliknya. Glory memutar bola mata malas seakan mengatakan’ Dih Najis’
Dava yang sedari tadi melihat sosok Glory masuk ke kantin hingga makan dan menatapnya sinis begitu mengepalkan tangannya menggengam gelasnya
’Mau bermain-main sama gue...’Gumamnya, hanya mampu dirinya yang mendengarnya.
Pulang sekolah Glory mendengus menatap pesan dari kakaknya Aksa yang berkata tak bisa pulang bersamanya karena harus berkumpul out-of-school organisasi, ia menghela nafas memesan taksi online saja didalam kelas sembari menunggu mobilnya datang. Ia malas menunggu.
Sembari berjalan menatap sekolah yang sepi ia teringat Glora yang ia tingalkan di UKS. Hari ini pelajaran sangat padat, saat jam istirahat pertama ia makan, jam istirahat kedua ia sibuk dengan PR yang belum ia buat jadi ia tak ada waktu melihatnya lagi. karena penasaran ia pun mencoba memasuki UKS yang tak jauh dari parkiran.
Ia mencoba masuk dalam, keadaan sangat sepi, sudah tidak ada lagi orang yang didalam, ia menghela nafas memilih berbalik menuju keluar saja..
Dug. Tapi ia dikagetkan dengan pintu ditutup kencang dengan sosok yang melempar kunci sembarang arah. Ia menggenggam erat tas sekolahnya menahan rasa takut menatap sang empu.
Dava..
Sedari Glory didalam kelas, Dava mengawasinya, mencari luang untuk bertemu, tapi nasib baik berpihak padanya. Glory memasuki UKS tanpa ia cegat. Ia menyeringai menatap Glory yang terlihat menatapnya diam dan tangan yang mengerat pada tali tasnya. Ia terlihat takut...
Dan Dava menyukai itu.
Dava meliriknya dari atas sampai bawah”Kan udah gue bilang jangan buat gue tertarik kalo ngak mau hidup dalam neraka, tapi loe sekaan tuli dan abai sama apa yang gue bilang.” Ujarnya serak sembari mendekati Glory.
__ADS_1
Glory diam menatap Dava yang semakin mendekat, ia bisa melhat wajah Dava sangat dekat. Ia akui Dava sangat tampan, tapi ia tak suka saat mengetahui semua kebejatan miliknya. Pipinya dibelai oleh Dava pelan nan lembut. Tapi setelahnya rasanya tangan itu mencengram pipinya kuat. ia menatap mata Dava yang menatapnya bengis.
Glory menepis tangan itu, tapi tenaga Dava sangat kuat,, malah cengramannya mengerat. Glory menatapnya tajam, menarik jempol yang dipipinya serta memilinnya tak lupa ia memukul bagian tekiaknya Dava kuat hingga Dava tak menahan pekikan sakit antara jempolnya yang terasa patah dan bagian ketiak yang menyakitkan. Glory belajar silat saat dii desa membuat ia paham banyak melindungi diri dan menjaga diri jadi tak heran.
“ Gue nggak pernah ada urusan sama loe, jadi nggak usah cari gara-gara sama gue,.” Glory menatap ke lain arah tak minat menatap Dava ytang mengepalkan tangan.
Dava menatapnya bengis sembari terkekeh.”Loe udah cari gara-gara...”
Glory meliriknya dan menaikan satu alisnya”Bagian mana jelasin?” Seingat dirinya ia tidak pernah melakukan apapun.
Dava memegang dadanya sakit. “Loe—“ia tak tau ingin kata apa, sebab semua tentang gadis didepannya ini, semua terasa menarik.
Glory merekah kan senyumnya namun terlihat mengerikan Dimata orang lain.”Dan sekarang loe sadar kalo gue nggak pernah ganggu loe.” Ujarnya sinis.
Glory mengambil kunci yang dilempar asal oleh Dava tadi, ia sudah mengintainya sejak tadi, melirik Dava yang diam menatapnya.
Ia melangkah menyadari Dava yang hendak menyerangnya. Tak segan ia mengambil kursi besi didekat nya dan Bras..... Dava dikagetkan oleh Glory yang memukul kaca UKS kuat hingga pecah. Dava bisa merasakan beberapa sudut tangannya terkena pecahan kaca menimbulkan rasa perih.
Glory disana diam meliriknya. Suara beberapa derapan kaki mendekat dan Glory tersenyum sinis sembari membuang kunci keatas lemari. " Gue benci jadi menarik, dimana dan sama siapapun, termasuk loe. Jadi nggak usah ngerasa paling tersakiti D.a.v.a.' Tekannya dingin.
“Siapa didalam???” Tertiak dari luar.
Dava mengepalkan tangannya sadar jika Glory melakukan itu untuk menarik perhatian orang banyak diluar dan mereka terbebas tanpa harus ada pertikaian lebih lanjut.
Giliran Glory terlihat cerdik dan simpel, ia terlihat memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah dirinya.
Glory terlihat lagu tapi ia sangat cerdik, banyak hal yang ia lakukan dengan pikiran panjang.
Dan Dava benci dirinya yang tidak bisa mengekang orang yang ia inginkan.
Dan faktanya, baru Glory yang bisa membuat nya kalah talak.
Berselang beberapa menit pintu didobrak oleh satpan melihat Glory dan Dava yang berdiri disana. Tak berselang lama ada penjaga sekolah datang berkata ada kunci serap hingga pintu terbuka tanpa ada rasa curiga.
Mereka menanyakan bagaimana kabar Glory.
Dan Glory menjawab jika mereka terkunci karena di isengi oleh murid lain, karena itu ia memecahkan kaca untuk meminta bantuan. Satpan sedikit curiga namun mengangguk paham saja menyuruh keduanya pulang.
__ADS_1
Glory memejamkan matanya merasakan jantungnya berdetak cepat. Kalian pikir dia sehebat itu bisa mengalahkan Dava? Tidak.!!
Ia harus memutar otak untuk menghindari Dava. Ia tak mau mati konyol atau menjadi Aruna kedua untuk Dava. Ia memecahkan kaca penuh perhitungan, memukul Dava penuh kehati-hatian. Ia tidak bisa mengandalkan nyali saja saat ini.
Karena jika dia salah satu langkah saja, dan mereka mengetahui kelemahan miliknya maka hidupnya bukan lagi milik dirinya, dan dirinya tidak lagi bisa mengendalikan dirinya sebebas mungkin.!
Glory ter lemas menunggu di halte, pesanannya sudah dibatal oleh taksi karena dia yang tak ada kabar, alhasil Ia di caci maki oleh Go cart lewat pesan.
Ia mengeluarkan HPnya untuk memesan lagi taksi online lainnya. Sembari menunggu ia memilih membeli cilok yang lewat lalu makan dalam sunyi, melirik beberapa kali hpnya memantau taksi pesanannya.
Tapi ia dikagetkan tepat didepannya ada motor yang diserempet mobil dan pengendaranya jatuh,.
Glory pun bangkit mendekati sang korban menatap tajam mobil menjauh, ia langsung mengarahkan Hpnya pada mobil yang melaju dan memfoto BD mobilnya.
Untung bukan hp murahan jadi tidak lelet. hehe
”Woyy bantuin gue malah di vidio..” Teriak sang pengendara motor. Glory disana menaruh makanannya mendekat membantu menegakkan motor yang menimpah pria itu. Pria yang ditolong meriingis merasakan kakinya sakit. Ia melirik Glory sinis.” Memang yah virall lebih penting dibanding nyawa orang.”Ketusnya.
Glory disana menatapnya mengerjab., membantu duduk di halte tempat ia makan tadi, pria itu membuka helmnya dan meringis, ternyata pelipisnya berdarah karena kaca helmnya yang pecah. Glory disana menatapnya kaget.”Loe—“
“Diem mulit loe bauk jigong.” Ujar pria itu ketus. Glory diam menatapnya pelan. Glory diam menahan diri, jika tau dia dia orangnya, ia tak akan mau membantu tadi.
“Awas aja loe bikin video gue viral.” Ujar Pria itu menunjuk wajah Glory tepat didepannya. " Bayar loe sama gue!"
Glory menepis tangan nya dan berkata.”Ini tu gue motion BDnya dia biar dapat nangkap. So dia sengaja nyerempet tadi, kalo memang ga sengaja setidaknya dia kan tabrak lari loe bisa tuntut.” Ia menunjukan mobil yang melaju dengan fto BD yang sedikit blur tapi bisa terlihat. Ada banyak mereka mencari yang paling jelas.
Hanya beberapa detik dan Glory langsung menutup layar ponselnya saat Pria disampingnya menatap lebih lanjut dan hendak merebut HP Glory.
Dava hendak merebut HP Glory kaget. Tapi sudah di jauhi oleh Glory. Dia melotot menatap Glory.” Woyy bagi gue liat nggak..!!” Ujarnya.
Glory mendengus.”Nggak mau, kan tadi loe udah nuduh gue yah padahal udah ditolong, mana bilang mulut gue bauk Jigong lagi, ini tu khas cilok, enak tauk.”Ujarnya tepat didepan pria itu, memilih bergeser duduk mengambil makanannya lagi tanpa peduli pria itu yang menatapnya masam..
.
.
.
__ADS_1
.
Ada yang mau ngasih author THR tidak si?