
Glory yang di tatap seperti itu jadi tidak nyaman. Tatapan angga semacam mengancamnya dan mengatakan jika dirinya lah yang berusaha menutupi penyakitnya. padahal sejak dulu juga tidak ada penyakit di temukan pada diriinya. Mau sakit dan seburuk apapun ke adannya. Pernah di waktu Glory tidak bangun selama tiga hari dan menjadi seperti mayat hidup saat di desa dulu.
Glory juga tidak paham. Apa ini berhubungan dengan hal mistis? Apakah ini berhubungan dengan tubuh ini yang sudah menolak kehadirannya ? seperti ny iya.
Jika begini ia harus kemana, ke dukun?
“ Ry... “ Ujar Rangga kepada Glory yang malah melamun. Glory menoleh dan menatapnya bertanya. Rangga menghela nafas. “ udah capek yah?” Tanya Rangga lembut.
Glory mengangguk memelas. Faris dan Taysa sudah kasihan kepada Glory yang setiap hari harus di periksa tapi pemeriksaan hasil tetap sama. Glory di tunjukan tidak memiliki sakit apapun.
“ udah deh mi pi. nggak usah di lanjutin. Lihat Glory udah lelah dan kek kesakitan banget, setiap di periksa tangannya harus di suntik dan diambil darahnya. Mungkin kemarin itu diagnose dari dokternya aja yang eror. Buktinya duah dua puluh rumah sakit yang mengatakan kalo Glory baik baik aja. sehat wal afiat?” Tanya Rangga kesal kepada kedua orang tuanya yang terlalu posesif. Lihat bahkan di jari jari Glory penuh dengan belas tusukan jarum suntik.
Faris menghela nafas dan mengeratkan pelukannya pada Glory. Menaruh kepalanya di bahu Glory.” Papi Cuma takut kamu punya penyakit dalam sayang. Papi nggak mau kamu kenapa napa. Cukup sekali aja kita kehilangan kamu. Jangan lagi.” ujar Faris dengan frustasi dan merasa bersalah. Tasya mengusap kepala Glory dan berkata.” Benar. Kita udah kehilangan kamu beberapa tahun lalu, dan sekaang kami nggak mau lengah lagi Ry.” Jelas Tasya.
Glory mengangguk dan mengusap pipi Faris.” Iya pi. Mi. aku nggak apa apa kok. Udah yah. Glory juga udah capek gini terus.” Jawab Glory. Tasya dan Faris saling lirik, tidak bisa berkata tidak sebab anaknya sudah terlihat sangat tidak nyaman dan kesakitan. Rasa takut Glory memiliih keluarga angkatnya saja membuat mereka mengangguk takut.
“ hari ini beres beres lah. Kita pulang ke Indonesia.” ujar Faris mengusap kepala Glory.
Glory tersenyum mendengarnya.” asik. Maaci papi. Mami.” Ia mencium pipi Faris. Faris terkekeh mengusap kepala Glory. Glory juga mencium wajah Tasya di sebelahnya. Tasya mengusap pipi anaknya dan mengecupnya dalam. Sangat takut kehilangan anaknya satu ini. tasya tidka tau apa alasanya menyayangi Glory, seakan akan ada magnet yang menghubung cintanya pada anaknya yang satu ini. Selebihnya kepada anak yang lainnya tidak ada.
Perjalanan pulang Glory hanya bersama Rangga dan Angga. Katanya FARIS ADA URUSAN. Glory duduk di depan dan menatap jaananan dengn polos.” Abang kita beli streatfood dulu yah.” ujarnya dengan polos pada Angga.
Angga mendengarnya memutar bola mata malas.” Nggak.” Jawbanya tegas. Mana mau dia menyuruh Glory makan makanan di dekat jalanan, tidak higenis dan bersih.
__ADS_1
Glory mencebikkan bibirnya dan meliriknya memelas.’' His abang jahat banget sh. Mau dikit aja. Masa ke new yourk Cuma numpang lewat doang. Sekalian lah jajanin aku.” Ujar Glory kesal. Angga hanya melirik saja tanpa menjawab. Glorry mengusap kepalanya kasar dan menjatuhkan diri di senderena kursi.” Au akh capek. Males ngomong sama abang.” Ujar Glory merajuk. Angga hanya melirik sejenak, sama sekali tidak terperangah. Dan masih melanjutkan jalannya. Glory melihatnya bertambah kesal, dan memalingkan wajah segera memeluk dirinya sendiri. Ia menatap ke arah jendela kesal. Ia dikacangi.
Angga ini sangat membuat dirinya kesal. Rangga melihat Glory yang merajuk menatap angga kesal.” Suruh lah bang makan makanannya. Biar gue bayar se sekalian.” Ia tidak tega melihat Glory yang terlihat sangat mau makan makanan asing di sini.
Angga sama sekali tidak menjawab. Rangga kesal menendang kursi Angga. Glory melirik sekilas tapi tidak angkat suara.” Bang loe kenapa sih” Tanya Rangga kesal.
Angga menghela nafas.” dia masih sakit. Batuk sedangkan di sini banyak makanan berminyak. Kalo tambah aparah gimana?” Tanya angga lantang dan kesal kepada Rangga,
Rangga diam melirik Glory. Glory yang paham menatap angga kesal.” Dikit aja..”
“ Kalo Abang bilang nggak yah enggak. Kamu yang sakit nanti.” Tegas Angga.
Glory menggeram dan menggemertak giginya kesal mendengarnya. Angga benar benar menguji iman dan batinnya. Lihat saja Glory akan merajuk dan tidak ingin bicara kepadanya selama satu bulan.
...----------------...
“ Assalamualaikum.” Tegas dan sorak dari pintu. Glora yang baru saja turun menatap ke asal suara. Di sana ada Nanda yang sampai bersama Rergan dan nando. Mereka menatap Glora yang turun menggunakan baju kebesaran dan juga mata yang sembab sedikit tidak enak dilihat, Mungkin karena terlalu lama menangis” Eh Ra. Ada Glory nya?” Tanya Nando dengan pelan dan polos.
Glpra meremas ujung bajunya, mengapa glory selalu beruntung dan di cari? Glora menggeleng.” Nggak, dia pergi sama keluarga yang lain.” Ujarnya dengan pelan.
Nando mengernyitkan dahinya bingung.” Loe nggak ikut? Dimana? Kenapa?” Tanya Nanda dengan pelan dan juga polos.
Oplak. Au kakinya di tendnag oleh Nanda. Nanda menatap Glora lagi dengan tatapan rumit. Glora melihat dan mendengar Nando meliriknya sejenak.,” iya gue nggak di ajak puas loe?” tanyanya kesal.
__ADS_1
Nando mendengar ucapan Glora mendengus.” Santé dong mbak. Dibanding pusing mikirin di tinggal, mending kita party coy.” Ujar Nando dengan heboh.
Nanda terkekeh mengangguk setuju.” Nah iya tuh. Kita udah bawa bawa makanan dan soju halal nih nggak bikin puyeng dan juga mabok. Ayok kita party aja dibanding galau galau merana. Uuy.” Ujar nanda menyahut secera mungkin.
Glora mendengarnya menatap mereka aneh.” Nggak. “ tegasnya.
Nando mencebik.” Ye si mbak. Kalo udah parety nanti baru deh ketagihan. Au akh ayok ayok party mbake.” Ujar Nando menarik tangan Glora agar memasuki kamar Glora.
Glora terkaget dan menghempaskan tangannya. Nando mendengus dan mendorong bahu Glora.” Ayok. Mumpiung nih ramennya masih enak dan panas. Nanti kalo udah dingin mie nya melempem nggak enak lagi badrul. Cepetan ih. “ ujar nya dengan memaksa.
Glora hanya bisa melotot dan menatapnya kesal, melawan rasanya ia terlalu lemas.” Ini rumah gue yah. nggak usah maksa kalo gue nggak mau.” Ujar Glora kesal.
“ harus mau lah, kan kita udah datang dan tamu adalah raja. Woro woro skuy hidupkan musiknya. Oy kita dikamar Glory aja yuk. Soalnya dikamar dia ada karaoke cok.” Ujar nando heboh dan menarik Glora dan merangkulnya memasuki kamar Glory.
Glora mendelik menatapnya kesal. Berusaha lemas juga percuma. Nando bebal seperti tidak bisa mendengarkan penolakan darinya.
Lihat dia bahkan tau dimana kunci kamar milik Glory. Jika Glory tau nanti bagaimana? Kan gawat.
Tapi tunggu, mengapa Glory ceroboh sekali memberikan kunci kamarnya sembarang orang. Jika kamarnya di rampok dan di curi bagaimana?
Regan menghela nafas melihat Nando yang memaksa Glora. Nando pun merangkul Regan. Regan menatapnya dan tersenyum masam.” Glory bahkan selalu mikirin Glora yah. “ gumamnya nanar.
Nanda menghela nafas mengangguk.,” gue nggak tau lagi sih hati Glora terbuat dari apa. Dia bahkan nyuruh kita ke sini buat nemenin Glora agar glora nggak sedih. “ tegas Nanda kesal.
__ADS_1
" Cepetan woy,, kita mau party bukan ngerumpi..." Teriak Nando dari kamar Glory kepada keduanya yang masih berada di luar kamar.
Regan meringis. tingkah Nando seperti sedang di rumahnya saja. Apakah dia lupa jika sedang berada di rumah orang? " Teriak lagi gue gampar loe.." Tekan Glora kesal membuat Nando terkekeh meringis. duh seramnya.