
“Loe ngomong apa si? Kok ngatur hidup gue?” Ucapan Glory terpotong.
Glory mengusap kepalanya kasar.” Gue nggak bisa kasih tau loe Ra. Tapi yang pasti gue minta banget sma loe, kalo ada Dava kesini buat minta pembuktian cinta loe atau apapun itu, loe jangan sampai berkorban, jangan smapai loe kasih apapun itu Na..!!!” Ujar Glory mengguncang bahu Glora.
Glora terlihat semakin bngung. Glory mengusap wajahnya gusar.” Plisss dengerin gue. nanti malem Dava nakal kesini karena loe udah nyakitin Aruna. Dan di sana dia bakal balas dendam sama loe dengan cara ngancurin hidup loe. Dia bakal minta bukti atas cinta loe pada dia, dan dia minta kevirginan loe. Kalo sampek loe kasih hidup loe bakal tambah hancur..!!!! dengerin gue. Loe nggk boleh kasih apapun sama Dava.. Loe harus ingat Na, itu Cuma tipu daya Dava..!” Glory menatap wajah Glora serius akan ucapannya.
Glora menatap Glorry tersenyum mengejek.”Dan gue harus percaya sama loe???” Tanyanya.
Glory mengangguk serius. Glora menghempaskan tangan Glory mengarahkan telunjuknya keluar ada Glory.”Keluar. gue nggak butuh omong koosng loe..!!!” Tegasnya dingin.
Glory tau jika hal ini akan terjadi.. Glory menghela nafas menatap Glora mengangguk.”Gue pergi. Gue bakal pergi. Tapi loe harus ingat kata-kata gue. kalo Dava Cuma mau ngancurin hidup loe karena loe udah ngusik Aruna ceweknya dia. Dia Cuma mau loe kehilangan hal berharga dari diri loe, loe hamil dan depresi karena dia nggak mau tanggung jawab, lebih parahnya lagi loe bakal di usir dan dibenci keluarga loe karena udah mempermalukan ke—“
“Keluar gue bilang--!!!” Teriak Glora mendorong Glory dari kamar miliknya keras.
Glory menarik nafas dalam berteriak keras.”Gue bakal keluar tapi loe harus tau. Kalo yang peduli sama diri loe itu diri loe sendiri dan sekarang gue Cuma ngingetin loe. Gue sayang sama loe, dan gue nggak mau loe kenapa-napa. Gue nggak mau loe—“
“ Keluar b4jingan Brak..”
Glory memegang kepalanya kaget saat Glora melempar dirinya dengan miniature kaca yang berhamburan jatuh dikakinya.
Glory terdiam menatap darah mengalir di dahinya. Nafasnya naik turun tertegun menatap Glora yang menatapnya bengis. “Fine gue keluar.”Gumam Glory dingin. Nafas Glora sama dengan Glory yang naik turun. Glory memejamkan mata merasa perih di pelipisnya bersamaan dengan darah yang mengalir.
“ Fine.. tapi inget kata gue. Loe harus baik-baik aja.. jangan sampek sakit loe lebih dalam dari ini. Jangan Sampek perjuangan gue sia-sia.!” Ujar Glory dingin menahan diri untuk tidak menangis atau menghajar Glora.
Glory menatap Glora yang menatap dirinya dingin. Baru pergi dari sana memegang kepala miliknya yang berdarah.
__ADS_1
Saat Keluarnya Glory. Glora terdiam menatap lamban tubuh yanh menjauh. Glora menahan diri untuk tidak menangis.” Jangan sok peduli sama gue. gue benci kasihani. Gue benci.”gumamnya memegang dadanya. Saat tubuh Glory sudah jatuh Glora memegang dadanya menepuknya pelan. Memeluk kepalanya pelan duduk didepan pintu. “Semua nggak ada yang peduli sama gue.. Gue takut hiks hiks gue takut.”Gumamnya lirih menangis dalam pelukan dirinya sendiri.
...****************...
Glory diam melangkah keluar. Saat didepan pintu ada Azka dan Daniel yang menunggunya segera mendekat.
. “Na.. loe nggak apa-apa kan?”Tanya Azka lirih melihat Glory yang memegang kepalanya. Glory tersenyum menggeleng.
Azka menatap tangan Glory bedarah terkaget.”Na loe luka. Astaga non Glora ngapain loe. Tunggu bentar gue ambil obat.” Ujar Azka pergi dari sana meninggalkan Glory yang diam menatap Daniel.
Glory memilih duduk di kursi depan rumah Glora yang di duduki Azka. Ia tak munafik ini sangat sakit. Dia tidak bisa pulang saat ini.
Glory diam melirik Daniel yang juga menatapnya tajam. “Makasih paman..” Gumam glory pelan. Daniel tertegun mendengarnya. Glory melirik Daniel lagi dan menahan diri tak kuat untuk tak memeluk Daniel.
Daniiel melotot kaget mendapatkan pelukan Glory. Daniel tidak membalas pelukan tersebut tetapi air matanya terasa hendak turun tanpa ia tahu sebabnya.”Paman ini Lili. Glory Nona yang paman asuh saat kecil... dan terimakasih karena sudah memenuhi janji paman untuk menjaga Glora.” Glory menangis memeluk Daniel.
Glory menatap Damiel menangis lalu menggeserkan soflen miliknya menampilkan bola mata asli. Daniel terlihat menahan nafas menatapnya. Glory menangis langsung dipeluk Daniel erat. Daniel menangis dalam diam merasa dadanya membuncah.
Glory menangis dalam pelukan Daniel. Lelaki yang ia anggap sebagai abangnya. Usia mereka berbeda 21tahun, “Nona kenapa baru sekarang. kemana saja selama ini hiks...”Gumnam Daniel menangis terduduk memeluk Glory.
Glory mengusap bahu Daniel pelan mengusap pipi Daniel.”Maafin Lili paman udah bikin paman sedih. “Gumam Gllory menangis,
Daniel tetap diam menangis dalam mengusap luka Glory. Mengusap luka dnegan baju lenganny al lembut.”Nona terluka.” Tangisanya tak terhenti menggambarkan lukanya selama ini. Glory menangis mengangguk. Daniel mengusapnya pelan dengan lirih.
“Na--- In—“ Azka kaget saat melihat sang ayah mengusap luka glory sembari menangis. Tak pernah dirinya melihat sang ayah menangis tertegun. Daniel menatap Azka datang membawa air dan juga obat segera mengambilnya mengusap luka Glory.
__ADS_1
“Sini Nona saya obati..” Daniel masih nangis mengusap luka Glory. Ingusnya bahkan naik turun akibatnya.
Glory mengusap air mata Daniel yang terus mengalir tak tega. Daniel mengusap luka sangat lembut sampai bersih meksi darah tetap keluar. Ia menaruh alcohol dan penghenti darah. Memberi luka dan mengobatinya sangat lembut. Glory diam menatap Daniel yang masih sama. saat sesudah lukanya diobati Daniel mencium luka tersebut nanar dan menunduk menangis.
Glory diam menatap Danuel yang terlihat sangat terluka. Glory dia menatap kedepan dimana malam sudah sampai, bulan sudah menampakkan diri. Daniel tetap diam menatap wajah sang nona yang dirinya rindukan sudah jauh berubah. Tujuh belas tahun kehilangan sosok yang paling dirinya sayang seperti adiknya sendiri. Paling hancucr saat sosok nonanya hilang dan dirinya yang sebagai penjaga langsung merasa tidak becus. Melihat jantung nonanya yang digantung semakin membuat ia depresi.
“Makasih paman sudah menepati janji.”Gumam Glory bergetar. Daniel diam menatap Glory yang bahkan tetap mengingatnya.
Benar Daniel tetap kuat karena janjinya pada Glory. Jika tidak ia memilih bunuh diri saat itu karena rasa bersalah begitu besar, Glory memiliki pesan untuk selalu menjaga Glora bagaimanapun caranya dan bagaimanapun kesalahannya. Daniel yang merasa bersalah dan terpuruk pun menepati janji dalam bayang bayang rasa bersalah. Kehilangan Glory adalah masa terberat baginya, sosok yang sangat dia sayangi bahkan dirinya cinta saat ia kecil.
Katakana Daniel pedofil tapi begitulah dirinya. Dia mencintai Glorry tanpa sekat.
Glory menghela nafas menatap Azka yang diam bingung melirk Glory dan ayahnya.” Akh paman, aku baru tau kau punya anak seumuran denganku. Bagaimana bisa?” Tanya Glory terkekeh pelan.
Daniel tersenyum.”Aku juga, sepuluh tahun lalu tiba-tiba dia datang bersama ibunya mengatakan dia anakku karena kecelakaan.” Jawab Daniel santai membuat Azka diam Karena malu.
Glory menjewer telinga Daniel keras.”Paman tidak boleh begitu, tetapi anak paman tampan seperti paman hehe.”Ujar Glory.
Daniel melotot memegang telinganya yang terasa panas. Azka? Dirinya lebih melotot karena tak menyangkah jika Glory bisa melakukan hal tak sopan pada ayahnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah!