Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
46


__ADS_3

“Kalian semua.. jauh-jauh dari gue mulai detik ini. gue nggak mau lagi deket sama kalian.,,.!” Gumam Gloy sinis menarik tangan Ragiel menjauh.


Nanda dan Nando saling lirik pergi mengikuti Glory. Aksa menatap Glory nanar.”Na bi-“


“Nggak usah. Loe urus aja temen-temen dajjal loe. Gue muak bang, gue muak..!!!! “ Teriak Glory tegas kepada Aksa keras.


Tangan Glory dicekap dan ditarik paksa oleh Dava. Glory memukul sang empu keras.”Sakit b4ngsat. Perut gue sakit..!” Teriak Glory menahan air mata jatuh. Sang empu menatap Glory yang kesakitan pun menggendong paksa.


Belum sampai ia menggendong tubuh Glory, Tubuhnya terjatuh akibat pukulan daari belakang “ Nggak usah macem-macem sama Nana loe anjing..!!” Teriak Nanda pada Dava yang hendak menggendong Glory.


Dava yang dipukul pun mengerang marah memukul Nnada balik. “Loe anjing sialan..!!!!” Nanda yang dipukul balik menahan tubuhnya dan mereka kembali rebut besar.


“ Udah woy udah..!! kenapa pada rebut gini. Ini gara-gara loe sialan..!!!!” Teriak Jay pada Glory sinis.


Glory menatap sengit Jay.” Jaga muliut loe anjeng..!!!!” Jay limbung karena Ragiel memukul kepalanya keras.


“Udah hiks hiks.” Aruna menangis ditenangi oleh Rangga yang terus melirik Glory. Dimas kelimpuhan memisahkan antara Aksa dan Nando, Dava dan Nanda.


Glory gemetar memandang mereka. Tapi tangannya dipegang lembut seseorang. Ia mendongak menatap sang empu. Disana ada Dika yang membawanya pergi. Glory pun pergi dari sana dengan Dika yang membawanya entah kemana.


Dika membawa Glory kebelakang sekolah, dimana disana ada pohon yang cukup besar dibelakang gudang. Cukup seram tetapi disini dingin. Glory diam menghela nafas saat Dika pergi dari sana. Glory menatap kedepan nanar. Semua kacau, atau dirinya yang mengacau entahlah. Tapi Glory rasanya ingin pergi. Ini terlalu rumit.


Berselang beberapa menit Dika sudah datang membawa makanan dan minuman. “Makan gih. Nggak usah mikirin manusia-manusia tidak berguna. “ Ujar Dika.


Glory melirik makanan yang diberi Dika.” Loe.. gue baru tau loe juga suka makan somai pakek plastik gini.” Ujar Glory menahan diri untuk tak tersenyum.


Dika melirik Glory terkekeh.” Iyalah, nikmat tau nggak. Loe gigit ujung plastik makan deh. No ribet.. gue beliin loe dua karena gue tau loe manusia rakus..” Ujar Dika ketus.


Glory menghela mafas makan dengan pelan.”Gue nggak rakus. Cuma porsi makan gue gede.” Gumamnya.

__ADS_1


Dika berdehem saja duduk bersandar menatap kedepan, sebenarnya tak ada pemandangan, hanya beberapa pohon saja dan tembok tinggi. Glorty melirik Dika dengan lamban.


“Loe adik aksa kan?” TanyaDika menatap Glory yang sedang menatapnya. Glotry mengangguk ringan.”Tapi muka loe nggak mirip sama dia? Loe bukan adik kandungnya yah?” Tanya Dika mengerhit menatap Glory heran.


Glory melirik Dika menaikan satu alisnya.,” Udah sering orang bilang gitu sama gue hehe. Emang beda banget yah kita?” Tanya Glory.


Dika mengangguk cepat.”Banget si.. Aksa item loe putih, nggak ada mirip-miripnya. Gue saranin sii loe pergi ke dokter buat tes DNA. Gue takutnya loe anak dapet.” Ujar Dika polos pada Glory..


Glorry terkekeh mendengarnya, mengangguk saja sudah tak gugup menyikapi hal ini. “BTW perut loe udah nggak sakit kan? perlu kedokter nggak?”Tanya Dika lagi pelan pada Glory.


Glory menggeleng.” Udah mendingan, “ Jawab Glory tak berbohong juga tapi masih nyeri. Glory hanya malu mengakuinya.


Dika mengedikkan bahu acuh.” Dava tu memang pembuat onar, jauh—jauh sama mereka kalo loe enggak mau punya masalah. “ Ujar Dika tak senang.


Glory mengernyit kan dahinya.”Loe kok ngomong gitu? Emang kenapa?” Sebenarnya Glory tau jika Dika kan memang membenci Dava kedalam-dalam tulangnya tetapi kan ia juga kepo.


Glory mengerjab tertegun. mulutnya terbuka kaget., ia ingat..!! dicas terakhir novel kana da penjelasannya jika Dava dan Dika kembar tak identik, diipisahkan oleh ayah dan ibunya karena Dika anak nakal dan Dava anak pintar. Jadi mereka membuang Dika karena merasa malu.


Glory ingat... Bagaimana bisa ia melupakan scan penting ini.


Puk.. au. Glory kaget merasa bibirnya ditutup oleh Dika. dika menatap gemas Glory yang ajinya bengong.”Yah nggak gitu juga eskpresinya Na. masuk lalat baru tau rasa loe..!!!” Ujar Dika pelan. Glory melirik Dika tersenyum miris. Ia lupa duhhh Dika kan tinggal dengan nenek dan kakeknya bagian pihak ibu. Mangkanya ia tak dikenal kaya raya atau marganya. Sebab ia sudah lepas marga yah sama orang tuanya,


“Gue percaya kok loe kembarannya Dava.” Dika meliik Glory dalam. Gloy mmmencoba makan lagi dengan pelan melirik Dika. “Lagian si kalian punya kesamaan, sama-sama tampan dan sama-sama tajir hahaha.”Ujar Glorry tergelak mencairkan suasana, sebenarnya Glory tau jika Dika paling tidak suka dibandingkan keduanya mangkanya ia memuji keduanya.


Dika berdehem pelan menepis rasa senangnya.” Tapi gue lebih ganteng sii.” Ujarnya.


Glory menyenggol lengan Dika.”Sebenernya gue nggak mau ngakuin si, tapi bener loe lebih ganteng. Dan lebih baik dari dia.” Ujar Glory jujur.


Dika menatap Glory dalam. Glory orang keduya setelah oppanya yang mengatakan ia lebih baik dari Dava. Sebab Omanya saja menganggap dirinya jauh dari Dava. Teralu buruk akibat sikapnya yang jahat.

__ADS_1


Glory yang ditatap dalam oleh Dikapun menepuk bahu Dika pelan.”Beneran loe lebih ganteng, apalagi loe yang punya style sendiri gini. Sebenernya kemarin gue Cuma main-main aja masalah café, eh loe bener-bener nepatin janji, dan karena itu gue yakin loe lelaki yang bertanggung jawab.” Ujar Glory merasa Dika tak yakin padanya.


Dika mendengus.”Loe nggak bisa liat orang baik Cuma gara-gara satu hal baik yang dia lakuin, “ Tegur Dika.


Glory mengangkat bahu acuh. “Tapi bagi gue kalo orang itu udah berani melakukan hal kebaikan sekali aja itu udah jadi nilai plus buat gue. “


Dika melirik Glory sendu.”Tapi kebanyakan orang nggak, orang selalu liat kejahatan kita,. ibaratkan gue ngelakuin kebaikan segudang sekalipun yang mereka liat Cuma kesalahan gue. gue berandalan, suka brantem sana sini, suka bolos dan gue b3gok.”Ujarnya pelan menatap sendu langit.


“Itu si loe beruntung Dika..!” Dika melirik Glory heran. Glory mengangguk.”Iya soalnya orang yang stay sama loe tampa Mandang keburukan loe, orang yang percaya loe orang yang baik adalah orang-orang yang tulus. Manusia tu banyak yang Fake, pura-pura. Dan loe beruntung karena manusia fake biasanya buruh manusia yang dikenal baik dan mudah mereka manfaatin nggak kayak loe yang terang terangan bakal mereka jauhin.” Tegut Glory. Dika tertegun.


Glory mengangguk.”Loe emang nggak bisa si ngubah pikiran orang tentang loe karena kejahatan loe, tapi orang yang bener-bener tulus sama loe pasti tau kalo loe enggak seburuk itu, loe baik. Dan orang-orang itu dateng sama loe, stay sama loe karena seleksi awal pastinya, seleksi awal manusia itu ada di cover manusia, baik good looking, tutur kata dia dan keramahan dia. Loe negrti kan maksud gue?”Tanya Glory panjang lebar.


“Sejujurnya enggak hehe.”Ujar Dika.


Glorry memukul lengan Dika keras membuat Dika tergelak.”Gue paham, maksudnya orang yang di sisi gue tulus karena udah lulus seleksi awal, nerima keburukan gue dan ngeliat kebaikan gue. nggak kayak yang diluar mereka Cuma liat cover baik seseorang sampek punya banyak temen tapi Fake kan?”


Glory mengangguk.”Yah gitu lah. “


“ Loe ngokong berbelit kayak masalah hidup...” Dika terkekeh. Glory menatap Dika melotot semakin membuat Dika tertawa. Glory melihat senyum Dika pun ikut tersenyum. Yah Glory harus mengingat lagi karakter demi karakter oke..


Sejenak Glory melupakan manusia-manusia fiksi yang berkelas dikantin.... Biarkan sajalah yah...


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya!...

__ADS_1


__ADS_2