
Keduanya keluar mobil melawan satu sama lain, Riko yang tak mnenggunakan apapun mengeluarkan pistolnya mengarahkan pada kepala orang orang didepannya sayangnya pistol segera dilempar dan Riko tersungkur akibat tendangan tiba-tiba.
Kepala Riko kembali dihantam keras oleh benda keras dari depan ia yakini adalah gerigi motor, rasanya kepalanya bocor saat ini. ia tersungkur meringis sakit akan kepalanya.
Untungnya hanya kena sedikit tidak sampai bocor gess....
Angga melihat Riko tumbang mendadak oleng,. Ia hanya salah fokus satu detik tapi ia sudah kena serangan pukulan dari arah belakang menggunakan kayu, ia tersungkur merasakan sakit dipundaknya. Ia meringis sakit.” Sialan.”Gumamnya lirih.
Angga Mendongak menatap lawan, tepat didepan wajahnya satu pisrol mengacung dengan gagah. Ia tertegun menatap kedepan, ia lupa membawa pistol..!
Senyum miring dari orang tersebut terpatri.” Katakan selamat tingga sama dunia.”Ujarnya dnegan kekehan pelan. angga menatapnya dengan sinis.
” Nggak butuh.” Jawab Angga.
Ia mengepalkan tangan, menatap Angga datar menarik pelatuk nya. Angga memejamkan mata gugup menanti kepalanya ditembak..
Angga pasrah.
Tintin...... ia dan semua dikagetkan dengan suara klakson mobil kencang. Dengan reflek mudur dan melindungi diri, beberapa orang tertabrak keras ia membuka mata menatap satu mobil merah bermerek biasa tersebut.
Melirik lawna yang hendka menenmabknya tapi mengacuhkan pistol arah mobil
__ADS_1
Mobil terlihat oleng dan memutar Stir sampai peluru tak kena sasaran, tak sadar Angga bibirnya terbuka kecil melihat kepiawaian sang penyetir, tak berselang mobil hampir menabrak trotoar, sang penembaknya dan beberapa hilang pokus mulai menyerang pemilik mobil, tapi pemilik mobil memutar arah hingga beberapa tertabrak dan terserempet bahkan ada yang terlindas. Ia menabrak dan melaju, saat tak jauh ia mundur mengenai beberapa orang yang tadinya masih sadar hingga semuanya terlindas dan habis.
‘Wah keren..’ Gumamnya Riko menatap mobil tersebut. Ia melirik tuannya yang cengo menatap mpobil,. “ Harus si ini gue belajar gini supaya nanti kalo ada yang kayak gini bisa dipraktekin.”Gumam Riko pelan dan berbinar cerah.
Kok ia tidak terpikir seperti itu tadi yah!
Angga mendekati mobil sebab merasa tak ada pergerakan lagi tapi mobil tetap hidup.” Riko cari tau siapa pelaku yang sudah menyerang kita, saya tunggu besok pagi.” Tegas Angga pada asistennya yang mengikutinya dari belakang.
Dalam hati Rikmo mendesis, tuannya seenak jidatnya saja menyuruhnya ini itu, mana bisa ia mencari info secepat itu. Tapi untung ia punya mata-mata andalam jadi hnya suruh hehe.
”Baik tuan,.”jawabnya dengan pelan namun tegas memngikuti angga karah mobil.
Riko mengangguk.”Baik tuan.”Ia bergegas menuju mobil mengambil peralatan kembali kearah mobil Glory mulai membukanya dengan lihai. Berselang beberapa menit pintu terbuka berbarengan dengan tubuh oleng dan tuannya reflek menangkapnya. Riko terdiam menatap tuannya dan wanita yang wajahnya tertutup oleh topi tersebut.
“ kamu urus semuanya biar dia saya yang bawa, kamu bawa mobil dia dan suruh yang lain membereskan kekacauan ini. bawa semua orang yang tersisa untuk mencari tau siapa yang merencanakan pembunuhan ini.,”Tegas Angga.
“Baik tuan.” Ujar Riko pelan memegang peralatan. Angga mengangguk membawa gadis yang membantunya kedalam mobil meninggalkan Riko disana.
Riko diam menghela nafas segera memasuki mobil takut.”Gila aja nih bos, masa gue ditinggalin bareng mayat.”Gumamnya lirih. Segera menelpn suruhan tuannya.” Cepetan kesini bawa yamng lain beserta pembesih bukti. Ga mau tau lima menit harus sampek.”Tegasnya mematikan HP.
Ia menghela nafas.” Untung gaji gue lima puluh juta bukan lima juta.”Gumamnya menatap darah yang berceceran, kembali mengirim alamat, memilih pergi dari sana setelah beberapa orang sudah sampai. Ia tak mau berurusan dengan darah. Ia manusia normal bukan psikopat.
__ADS_1
Di sisi lain Angga membawa sang gadis kemansion orang tuanya, mau kerumah sakit tidak mungkin sebab hari sudah sangat larut, ia butuuh istirhat dan ia tak mau tidur dirumah sakit. Ia menelpon dokter nmenyuruh menunggu dimension. Ia melirik gadis duduk disisinya. Wajahnya tertutup dengan topi dan rabut yang rergerai. Hanya menampilkan pipinya yang penuh darah. Ia diam meringis.
Mobil miliknya memasuki mansion yang cukup megah. Ia membuka pintu mobil lalu berputar kle sisi mobil, ia menggendong tubuh gadis tersebut dalam diam menuju kedalam rumah. Beberapa penjaga menatapnya kaget dan pelayan yang tercengang bertanya siapakah gadis itu.
Saat masuk didalam sudah ada dokter dan keluarganya.” Angga, siapa yang terluka?”Tanya ibunya. Angga melirik gadis dalam gendongannya. Kedua orang tua beserta adiknya terdiam. Mereka kaget saat ada dokter datang mengatakan tuan Angga yang menyuruh. Mereka fikir Angga yang terluka.
“Nanti Angga ceritakan. Ini dok periksa dia.”Ia menaruh gadius itu diatas sofa menyuruh dokter memeriksanya. Keluarganya ikut mendekat menatap siapa yang kakaknya bawa. Angga menjauh memberi raung dokter Haris,.
Dokter keluar memeriksa gadis itu. ia melirik ibunya dan ayahnya yang diam menatapnya tajam,. Haris mulai membuka sepatu sang gadis dan juga topinya berselang beberapa ia membuka rambut yang menutip wajahnya terlihat lepek akibat darah yang membeku. ia tertegun, wajah gadis ini sangat cantik. Semua ikut kaget.
“Glory..!” Teriak Tasya menatap anakl tersebiut. Faris menatap istrinya kaget menatap kembali anak yang diselamatkan oleh anaknya.
” Tidak. Anak kita sudah mati.”Ujar Faris dingin. Tasya melirik suaminya nanar. Angga terdiam menatap gadis yang menolongnya dibersihkan dan diobatkan oleh sang dokter bingung.
“Pindahkan kekamar supaya saya bisa menaruh dia impus, sebab tubuhnya sangat lemah, jantungnya memiliki detak yang cukup tidak setabil.” Ujar Haris. Angga mengangguk menyuruh penjaga membawa kekamar tamu.
Tasya dan Faris diam melirik Angga dan gadis itu dibawa masuk. Tangan Taysa dan Faris kembali terkepal memilih pergi kelain arah untuk menenangkan diri. Gadis itu sangat mirip dengan anak perempuan mereka yang sudah meninggal sepuluh taun lalu. Faris memilih keruang kerja untuk menenangkan pikirannya.
Rasdanya kenangan dimasa lalu menjalar dikepalanya, dimana ia bisa tertawa bahagia bersama sang anak. Berlari kesana kemari dan bercanda. Tapi semuanya menjadi gelap, bahkan hidup Faris lebih gelap dari sebelumnya, saat dimana sang anak belum lahir. Anaknya hilang dan beberapa saat jantung anaknya ditaru didepan pintu.
Semua bagai mimpi buruk hingga sekarang. Kehilangan anak perempuan nya adalah hal yang paling menyakitkan bagi dirinya. Tampa Faris sadari air mata turun dengan berlahan dari pelupuk matanya.
__ADS_1